Pekerjaan Tuhan Adalah Damai Sejahtera

1 Raja-raja 19:9-18

Belum ada komentar 106 Views

“Pergilah, kembalilah ke jalanmu ….” (1Raj. 19:15)

Perikop ini dibuka dengan pertanyaan TUHAN kepada Nabi Elia: “Apakah kerjamu di sini, hai Elia?” Terkesan, Elia menjawab dengan bangga: “Aku bekerja segiat-giatnya bagi TUHAN, Allah semesta alam ….” Ia bangga dengan pekerjaannya. Namun, mengapa ia bersembunyi di gunung? Setelah beberapa peristiwa dahsyat dari TUHAN, Elia mendengar suara TUHAN di dalam angin sepoi-sepoi basa.Dalam beberapa peristiwa dahsyat sebelumnya Alkitab mencatat bahwa tak ada TUHAN dan Elia tidak menyelubungi mukanya.

Untuk kedua kalinya TUHAN bertanya kepada Nabi Elia: “Apakah kerjamu di sini, hai Elia?” Elia memberi jawaban yang sama: “Aku bekerja segiat-giatnya bagi TUHAN, Allah semesta alam.” Mendengar respons Elia, TUHAN menyuruhnya: “Pergilah, kembalilah ke jalanmu … engkau harus mengurapi Hazael … Yehu… dan Elisa.” Elia telah bekerja giat, tetapi bagi TUHAN bukan itu seharusnya yang Elia kerjakan. Mendengar perkataan Tuhan, Elia tidak sejahtera. Ia merasa terancam. Karena itu, ia berkata, “Mereka ingin mencabut nyawaku.” TUHAN lantas menunjukkan pekerjaan Elia, yakni mengurapi raja dan nabi.

Bekerja dengan giat dan semangat tinggi bukanlah jaminan bahwa pekerjaan kita sesuai dengan panggilan Tuhan atas kita. Program dan kegiatan yang viral dan dihadiri oleh banyak orang bukanlah jaminan bahwa kegiatan kita diperkenan oleh Tuhan. Aktivitas menguntungkan bukanlah jaminan Tuhan memberkatinya. Merasa sejahtera setelah kerja adalah suara hati akan pekerjaan yang diperkenankan Tuhan atas kita. [Pdt. (Em.) Rasid Rachman]

DOA:
Bukakanlah nurani saya dalam melakukan pekerjaan bagi kemuliaan-Mu, ya Tuhan. Amin.

Ayat Pendukung: Mzm. 78:17-20, 52-55; 1 Raja-raja 19:9-18; Rm. 11:1-6
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Kekuatan Kelembutan Hati
    Matius 12:15-21
    Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskan-Nya, dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkan-Nya, sampai Ia menjadikan keadilan...
  • Allah Memulihkan Relasi Yang Rusak
    Kejadian 33:1-17
    Tetapi, Esau berlari mendapatkan dia, mendekapnya, memeluk lehernya, lalu diciumnya dia. Mereka pun bertangis-tangisan. (Kejadian 33:4) Sarah sedang membereskan...
  • Keajaiban Allah Dalam Diriku
    Mazmur 139:13-18
    … Betapa ajaib apa yang Kaubuat, dan jiwaku benar-benar menyadarinya. (Mazmur 139:14) Pagi itu, Geybie menyuapi putrinya, Holly. Ia...
  • Bercahaya Dalam Kerajaan Bapa
    Matius 13:24-30, 36-43
    Pada waktu itulah orang-orang benar akan bercahaya seperti matahari dalam kerajaan Bapa mereka. (Matius 13:43a) Di sebuah kota, hidup...
  • Jujur Dan Berintegritas
    Matius 7:15-20
    Jadi, dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka. (Matius 7:20) Pak Budi, seorang pengusaha kecil, duduk di meja kerjanya. Pikirannya...