#PekaTerhadapKaryaAllah

Belum ada komentar 64 Views

Ada paham yang mengatakan bahwa karya Allah terbagi dalam periode waktu. Dahulu Bapa mencipta, lalu kemudian berhenti dan digantikan oleh karya Yesus yang menyelamatkan. Yesus pun berhenti ketika Ia naik ke Sorga, dan dilanjutkan oleh Roh Kudus yang berkarya di masa kini. Pemahaman ini disebut modalisme-dispensasionalis. Salah satu tokohnya adalah Tertulianus yang memisahkan waktu kerja Allah dalam tiga periode waktu yaitu Bapa dalam Perjanjian Lama, Kristus dalam Perjanjian Baru, dan Roh Kudus pasca Perjanjian Baru.

Benarkah Allah Trinitas bekerja secara parsial? Bila Bapa di dalam Kristus dan Kristus di dalam Bapa demikian juga Roh Kudus bersama Bapa dan Kristus, apakah bisa dipisahkan waktu karya mereka? Bukankah ketika Bapa berkarya Kristus dan Roh Kudus juga bersama-Nya? Ya, GKI memahami bahwa pada mulanya adalah Firman dan Firman itu telah bersama dengan Bapa sejak kekal dan sampai kekal. Artinya, saat ini bukan hanya Roh Kudus saja yang bekerja tetapi penyelamatan Kristus juga berlangsung, dan penciptaan dan pemeliharaan Bapa juga masih berlanjut sampai kekal.

Tugas dan panggilan orang percaya adalah mengasah kepekaan terhadap karya Allah dalam diri Bapa, Anak, dan Roh Kudus sepanjang hidup mereka. Kepekaan ini membantu kita membangun keimanan. Kepekaan ini membantu kita selalu menemukan keberadaan sang Bapa, Anak, dan Roh Kudus dalam setiap hembusan nafas kita. Kepekaan ini menjauhkan diri kita dari titik buta yang membuat kita bertanya ‘kemana Allah’ bahkan kita menganggap Allah tidak ada.

Bagaimana mengasah kepekaan ini? Mulailah dengan menghitung berkat dan penyertaan-Nya. Identifikasi kehadiran-Nya. Latihlah setiap saat. Belajarlah bersyukur dengan apa yang kita miliki dan alami! Dapatkahlah Allah dalam setiap waktu baik atau tidak baik waktunya! Niscaya dengan upaya mengasah kepekaan ini, kita mampu membangun juga pengharapan dan keyakinan bahwa Allah tak pernah meninggalkan kita. Bukankah tidak ada suatu hal pun yang dapat menjauhkan kita dari kasih setia Allah? Yuks peka terhadap karya Allah. Salam. (BA)

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • Filipus dan Natanael
    Yohanes 1:43-51
    Injil Yohanes dalam bacaan minggu ini menunjukkan dua tipe orang beriman. Filipus yang merujuk pada Musa dan kitab Taurat,...
  • TOHU WABOHU
    Kejadian 1:1-5 dan Markus 1:4-11
    Dengan apik penulis Injil Markus menuliskan sebuah keterangan bahwa seruan pertobatan Yohanes Pembaptis justru disampaikan di tengah padang gurun...
  • Sang Kekal Diam Bersama Kita
    Yohanes 1:14
    Seorang sastrawan bernama Goenawan Moehamad menulis sebuah catatan, “Selalu ada yang bisa mengerikan dalam hubungan dengan sejarah. Tapi pada...
  • Simeon: Siap Mati dan Berani Hidup
    Lukas 2:29-30
    Salah satu sisi kelam dari pandemi Covid-19 yang paling mendukakan kita semua adalah terenggutnya kehidupan orang-orang yang kita kasihi...
  • Beroleh Kasih Karunia Allah
    Beroleh Kasih Karunia Allah
    Lukas 1:30
    ”Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah” (Luk. 1:30). Demikian ujar malaikat saat menjumpai...