#PekaTerhadapKaryaAllah

Belum ada komentar 94 Views

Ada paham yang mengatakan bahwa karya Allah terbagi dalam periode waktu. Dahulu Bapa mencipta, lalu kemudian berhenti dan digantikan oleh karya Yesus yang menyelamatkan. Yesus pun berhenti ketika Ia naik ke Sorga, dan dilanjutkan oleh Roh Kudus yang berkarya di masa kini. Pemahaman ini disebut modalisme-dispensasionalis. Salah satu tokohnya adalah Tertulianus yang memisahkan waktu kerja Allah dalam tiga periode waktu yaitu Bapa dalam Perjanjian Lama, Kristus dalam Perjanjian Baru, dan Roh Kudus pasca Perjanjian Baru.

Benarkah Allah Trinitas bekerja secara parsial? Bila Bapa di dalam Kristus dan Kristus di dalam Bapa demikian juga Roh Kudus bersama Bapa dan Kristus, apakah bisa dipisahkan waktu karya mereka? Bukankah ketika Bapa berkarya Kristus dan Roh Kudus juga bersama-Nya? Ya, GKI memahami bahwa pada mulanya adalah Firman dan Firman itu telah bersama dengan Bapa sejak kekal dan sampai kekal. Artinya, saat ini bukan hanya Roh Kudus saja yang bekerja tetapi penyelamatan Kristus juga berlangsung, dan penciptaan dan pemeliharaan Bapa juga masih berlanjut sampai kekal.

Tugas dan panggilan orang percaya adalah mengasah kepekaan terhadap karya Allah dalam diri Bapa, Anak, dan Roh Kudus sepanjang hidup mereka. Kepekaan ini membantu kita membangun keimanan. Kepekaan ini membantu kita selalu menemukan keberadaan sang Bapa, Anak, dan Roh Kudus dalam setiap hembusan nafas kita. Kepekaan ini menjauhkan diri kita dari titik buta yang membuat kita bertanya ‘kemana Allah’ bahkan kita menganggap Allah tidak ada.

Bagaimana mengasah kepekaan ini? Mulailah dengan menghitung berkat dan penyertaan-Nya. Identifikasi kehadiran-Nya. Latihlah setiap saat. Belajarlah bersyukur dengan apa yang kita miliki dan alami! Dapatkahlah Allah dalam setiap waktu baik atau tidak baik waktunya! Niscaya dengan upaya mengasah kepekaan ini, kita mampu membangun juga pengharapan dan keyakinan bahwa Allah tak pernah meninggalkan kita. Bukankah tidak ada suatu hal pun yang dapat menjauhkan kita dari kasih setia Allah? Yuks peka terhadap karya Allah. Salam. (BA)

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • RUMAH TANPA KEMUNAFIKAN
    Matius 22:15-22
    Dalam Matius 22:15-22, orang-orang Farisi berusaha menjebak Yesus melalui pertanyaan tentang pajak kepada Kaisar. Mereka memuji Yesus seolah-olah tulus,...
  • RUMAH YANG HADIR
    Matius 22:1-14
    Apa yang membuat sebuah rumah menjadi “rumah?” Bukan semata mata karena ada bangunan, keluarga, dan orang-orang yang tinggal di...
  • RUMAH YANG DIUJI
    Matius 21:33-46
    Setiap rumah pasti pernah mengalami ujian. Diuji oleh masalah ekonomi, sakit penyakit, konflik suami-istri, persoalan anak, perbedaan pendapat, bahkan...
  • Taat, Butuh Satu Tekad
    Filipi 2:1-13, Matius 21:23-32
    Taat. Kadang, saya bertanya-tanya dalam hati, apakah laku rohani ini masih menjadi sesuatu yang kita upayakan? Apalagi kalau sudah...
  • Anugerah yang Mengganggu
    Matius 20:1-16
    Pada umumnya kita ingin mendapat lebih banyak dari orang lain, apalagi kita bekerja lebih lama, lebih berat dari yang...