Pegang Selalu Lentera Iman

Ibrani 10:32-39

Belum ada komentar 45 Views

Sebab itu janganlah kamu melepaskan kepercayaanmu, karena besar upah yang menantinya. (Ibr.10:35)

Saat listrik padam, tanpa adanya cahaya maka dengan segera kita akan mengalami disorientasi. Sebab, kita tidak tahu posisi persis kita dan arah langkah yang hendak kita tempuh. Jika dipaksakan berjalan dalam gelap, risiko mendapat celaka amat besar. Namun begitu cahaya hadir, dengan segera kita dapat mengenali arah yang jelas untuk kita melangkah.

Penulis surat Ibrani dengan jujur menyatakan bahwa mengikut Kristus tidak mudah. Seperti berjalan melawan arus, setiap orang percaya akan berhadapan dengan pengalaman hidup yang menantang iman. Jika tidak kuat dan menyerah, iman dapat terhempas dan terlepas. Hidup malah kembali ke dalam keadaan yang lebih buruk. Oleh sebab itu, arah pandangan iman harus selalu tertuju pada Kristus yang akan datang kembali dengan kemenangan-Nya. Dengan demikian, iman harus selalu menjadi pegangan dalam hidup, bukan keputusasaan.

Memelihara memang jauh lebih sulit ketimbang mendapatkan dan menerima sesuatu. Bagaimana caranya supaya semangat memelihara iman tetap ada? Lihatlah iman sebagai lentera yang kita butuhkan dalam perjalanan hidup yang tidak selalu terang. Tanpa cahaya iman, kita semakin tersesat untuk mengenali ada di mana kita dan mau ke mana kita melangkah. Tetapi dengan lentera iman, kita tetap waspada untuk meniti jalan yang benar menuju kepada kelegaan dan kedamaian hidup yang dianugerahkan Allah. [Pdt. Essy Eisen]

REFLEKSI:
Apakah lentera iman tetap ada dalam genggaman kita saat menghadapi keadaan hidup yang tidak mudah?

Ayat Pendukung: Mzm. 13; Dan. 8:15-27; Ibr. 10:32-39
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Melupakan Hidup Lama
    Mazmur 45:10-17
    Dengarlah, hai Putri, lihatlah, dan pasanglah telingamu, lupakanlah bangsamu dam seisi rumah ayahmu! (Mazmur 45:11) Pernahkah Saudara menyaksikan resepsi...
  • Kecaman Kepedulian
    Matius 11:20-24
    Lalu Yesus mulai mengecam kota-kota yang tidak bertobat, sekalipun di situ Ia paling banyak melakukan mukjizat-mukjizat-Nya, (Matius 11:20) Pernahkah...
  • Hanya Tuhan, Allah Kami
    1 Raja-raja 18:36-39
    Melihat kejadian itu, seluruh rakyat sujud serta berkata, “TUHAN, Dialah Allah! TUHAN, Dialah Allah!” (1 Raja-raja 18:39) Tanpa disadari,...
  • Takhta Allah Tak Goyah
    Mazmur 47
    Allah memerintah sebagai raja atas bangsa-bangsa, Allah bersemayam di atas takhta-Nya yang kudus. (Mazmur 47:9) Dalam era digital, kita...
  • SAMBUTLAH DIA!
    Matius 10:40-42
    Siapa saja yang menyambut kamu, ia menyambut Aku, dan siapa yang menyambut Aku, ia menyambut Dia yang mengutus Aku....