Peduli = Berbagi

Peduli = Berbagi

1 Raja-raja 17:7-18

Belum ada komentar 57 Views

Seorang lapar memberi makanannya kepada orang lapar yang lain. Julukan yang tepat bagi janda di Sarfat yang sedang mengalami tekanan ekonomi pada masa paceklik dan kekeringan. Mungkin bagi kebanyakan orang inilah masa yang sulit untuk peduli dan berbagi. Diri sendiri saja sulit ditolong apalagi mau menolong orang lain.

Kehadiran Elia meminta roti kepada sang janda sepertinya kurang tepat, mengingat status janda sangat lemah dalam konteks masyarakat Israel. Seharusnya Elia yang memberi bukan menunggu diberi. Tetapi disini kualitas iman seseorang kaya atau miskin diuji. Bukan sekedar berbicara tentang kepedulian tetapi bagaimana aplikasi dalam berbagi. Bukan persoalan berkelebihan tapi bagaimana dapat berbagi meskipun dalam kekurangan. Seperti janda Sarfat berani melepaskan makan sehari dan persediaan terakhir kepada orang asing yang baru dikenal.

Tentu kita bertanya, hal apa yang membuat janda Sarfat begitu bertekad juga nekad ?. Janji Tuhan dalam ayat 14 :”… Tepung dalam tempayan tidak akan habis dan minyak dalam buli-buli tidak akan berkurang…”.

Lewat kisah ini, kita belajar peduli dan berbagi kepada sesama yang membutuhkan. Karena sikap peduli terhadap orang lain sebenarnya ditujukan kepada diri sendiri. Karena dalam hal memberi kita tak akan kekurangan. Bukankah Tuhan adalah sumber segala hal yang kita perlukan. Seperti janda Sarfat bisa berbagi dalam kekurangannya, bagaimana kita yang berkelebihan ?”

Ls

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • RUMAH YANG HADIR
    Matius 22:1-14
    Apa yang membuat sebuah rumah menjadi “rumah?” Bukan semata mata karena ada bangunan, keluarga, dan orang-orang yang tinggal di...
  • RUMAH YANG DIUJI
    Matius 21:33-46
    Setiap rumah pasti pernah mengalami ujian. Diuji oleh masalah ekonomi, sakit penyakit, konflik suami-istri, persoalan anak, perbedaan pendapat, bahkan...
  • Taat, Butuh Satu Tekad
    Filipi 2:1-13, Matius 21:23-32
    Taat. Kadang, saya bertanya-tanya dalam hati, apakah laku rohani ini masih menjadi sesuatu yang kita upayakan? Apalagi kalau sudah...
  • Anugerah yang Mengganggu
    Matius 20:1-16
    Pada umumnya kita ingin mendapat lebih banyak dari orang lain, apalagi kita bekerja lebih lama, lebih berat dari yang...
  • MENGAMPUNI TANPA KENDALI
    Matius18:21-35
    “Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kali?” Sebuah pertanyaan...