Panggilan Hidup

Yesaya 49:1-7

Belum ada komentar 119 Views

… Tuhan telah memanggil aku sejak dari kandungan; Ia menyebut namaku sejak dari rahim ibuku. (Yesaya 49:1)

Seorang pria yang sedang jatuh cinta mengungkapkan isi hatinya kepada sang kekasih: “Aku dilahirkan untukmu”. Mungkin ada yang beranggapan bahwa itu hanyalah rayuan belaka. Namun bisa saja itulah yang dihayati dengan sungguh-sungguh oleh sang pria. Ungkapan itu hendak menyatakan bahwa seluruh hidupnya akan diserahkan kepada kekasihnya itu. Itulah ungkapan komitmen dan kesetiaan.

Apa yang diungkapkan oleh Yesaya ini mengandung dua dimensi penting, yaitu dimensi pengakuan iman dan dimensi komitmen. Keduanya berkelindan sedemikian rupa sehingga tidak mungkin dipisahkan. Sebagai suatu pengakuan iman, Yesaya hendak mengungkapkan keyakinannya bahwa Allah telah memanggil dia untuk menjadi nabi-Nya bahkan sejak sebelum ia dilahirkan. Dan oleh karenanya ia menghayati bahwa seluruh kehidupannya sangat dipengaruhi oleh panggilan itu. Panggilan itu meresap ke seluruh keberadaan dirinya. Dirinya dan panggilannya sebagai nabi tidak mungkin dapat dipisahkan sampai kapan pun. Inilah komitmen yang dimiliki oleh Yesaya. Pengakuan iman dan penghayatan atau komitmen tersebut akan memampukannya untuk setia pada panggilannya dalam segala keadaan.

Menjadi milik Allah bukanlah hanya suatu sebutan yang disematkan dalam diri kita. Itulah hakikat keberadaan kita. Oleh karena itu hendaknya kita menghayati bahwa apa pun peran, tugas, dan fungsi kita di dunia ini, landasan dari semuanya itu adalah bahwa kita ini milik Allah. [Pdt. Mungki A. Sasmita]

DOA:
Kami bersyukur bahwa kami adalah milik-Mu, ya Tuhan. Biarlah kami terus menghayati hakikat keberadaan kami tersebut. Amin.

Ayat Pendukung: Yes. 49:1-7; Mzm. 71:1-1; 1 Kor. 1:18-31; Yoh. 12:20-36
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Restart Rohani
    Kejadian 35:1-4
    “Marilah kita bersiap dan pergi ke Betel. Aku akan membuat mezbah di sana bagi Allah yang telah menjawab aku...
  • Kuangkat Hatiku Kepada-Mu
    Mazmur 86:1-10
    Buatlah hati hamba-Mu bersukacita, sebab kepada-Mulah, ya Tuhan, kuangkat hatiku. (Mazmur 86:4) Seorang pria duduk sendirian di bangku panjang...
  • Dengan Segenap Hati
    Mazmur 86:11-17
    Aku hendak bersyukur kepada-Mu, ya Tuhan, Allahku, dengan segenap hatiku, dan memuliakan nama-Mu untuk selama-lamanya. (Mazmur 86:12) Seorang pemuda...
  • Kuasa-Nya Menyembuhkan
    Lukas 6:12-19
    Semua orang banyak itu berusaha menyentuh Dia, karena ada kuasa yang keluar dari Dia dan menyembuhkan semua orang itu....
  • Berkat Tuhan Tak Berhenti
    Kejadian 25:7-11
    Setelah kematian Abraham, Allah memberkati Ishak, anaknya. (Kejadian 25:11a) Ketika seorang pemimpin besar meninggal, orang sering takut akan masa...