Pandai dan Dekat pada Allah

Amsal 2:1-15

Belum ada komentar 164 Views

… telingamu memperhatikan hikmat, engkau mencenderungkan hatimu kepada kepandaian …. (Ams. 2:2)

Penulis Kitab Amsal menuliskan bahwa pengertian dan kepandaian adalah pintu menuju pengertian takut akan TUHAN dan pengenalan akan Allah. Setelah takut akan TUHAN dan mengenal-Nya, maka TUHAN akan memberikan pengetahuan dan kepandaian. Artinya, kepandaian dan pengenalan akan TUHAN berkelindan atas orang yang mencari pengertian. Itulah hikmat.

Hikmat dalam kelindan kepandaian dan pengenalan akan Tuhan tidak saling terpisah; bukan dualisme. Namun, dunia suka mengecoh kita. Dunia menggoda kita bahwa jika pandai, kita menjauhi atau tak percaya kepada Tuhan. Seseorang harus memilih antara kesalehan atau kepandaian, agama atau ilmu pengetahuan, ilmu teologi atau sains. Atau, jika kita beriman, jangan menggunakan akal budi, rasio, dan kepandaian untuk membaca Alkitab secara kritis. Menjadi rohaniwan atau pendeta tidak perlu belajar teologi secara akademis. Dunia sering menampakkan seolah-olah keduanya terpisah, padahal sesungguhnya satu kesatuan yang utuh. Perikop Amsal hari ini membantah kesesatan berpikir dualisme tersebut.

Firman Tuhan membalikkan semua pandangan keliru tersebut. Amsal justru menyatakan bahwa orang pandai tak perlu menjauh dari Tuhan. Sebab, tak ada orang bodoh yang rindu berada di dekat Tuhan. Sumber pengetahuan dan kepandaian, yakni hikmat, berasal dari Tuhan. Jadi, kepandaian ada karena ia selalu dekat dengan Allah. [Pdt. (Em.) Rasid Rachman]

DOA:
Ya Allah, pimpin saya dalam beriman dengan berakal budi secara pandai dan berpengertian. Amin.

Ayat Pendukung: Mzm. 119:9-16; Ams. 2:1-15; Mat. 19:1-12
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Menjadi Bagian Dari Solusi
    Yohanes 9:1-41
    Jawab Yesus, “Bukan dia dan bukan juga orang tuanya, tetapi supaya pekerjaan-pekerjaan Allah dinyatakan di dalam dia.” (Yohanes 9:3)...
  • Harapan Di Tengah Krisis
    Yohanes 1:1-9
    Terang yang sesungguhnya, yang menerangi setiap orang, sedang datang ke dalam dunia. (Yohanes 1:9) Krisis selalu memiliki dua sisi....
  • Konsekuensi Ketidaktaatan
    1 Samuel 15:22-31
    Tetapi, kata Samuel kepada Saul, “Aku tidak mau kembali bersamamu, sebab engkau telah menolak firman TUHAN, maka TUHAN pun...
  • Gada dan Tongkat Yang Meneguhkan
    Mazmur 23
    Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu itulah yang meneguhkan...
  • Memuliakan Allah
    Yohanes 7:14-31, 37-39
    Siapa yang berkata-kata dari dirinya sendiri, ia mencari hormat bagi dirinya sendiri, tetapi siapa yang mencari hormat bagi Dia...