Natal Musti Usai!

Natal Musti Usai!

1 Komentar 11 Views

Perjumpaan dengan Tuhan adalah sesuatu yang amat indah dan takkan tergantikan oleh apapun, sehingga kita ingin tetap memeganginya dan enggan melepaskannya. Itulah yang terjadi  pada murid-murid di puncak gunung Tabor. Petrus bahkan mengusulkan untuk membuat kemah bagi Yesus, Musa dan Elia (ayat 33).

Itulah juga yang kerap terjadi pada Natal kita. Kita mensyukuri, menyanyikan dan merayakan perjumpaan kita dengan    Tuhan dalam bayi Kristus. Tetapi kita cenderung untuk terus    memegangi dan tak mau melepaskan kesyahduan Natal, serta  enggan menatap kehidupan sesehari tanpa nyanyian malaikat dan kehadiran para Majusi.

Usul Petrus di atas tidak mendapatkan tanggapan, sebaliknya terjadi rekonfirmasi kepengutusan Yesus, dan perintah untuk mendengarkan Dia (ayat 35). Maka Yesus pun mengajak ketiga murid-Nya untuk turun gunung. Dan setiba di kaki gunung mereka langsung   disambut oleh realita pekerjaan dan pelayanan Kristus.

Memang agak sayang membongkar pohon terang yang telah dengan susah-payah bersama segenap keluarga kita hias dan maknai. Tetapi Natal telah usai. Bahkan Natal harus usai! Karena perjumpaan dengan bayi Kristus tidak semestinya menjadikan kita romantis dan lupa mengapa IA datang. Perjumpaan dengan Kristus seharusnya menjadikan kita realistik,  menyingsingkan lengan baju, menjadi mitra Allah memberitakan Injil Kerajaan-Nya melalui ibadah, kata dan perbuatan kita.

Natal sudah usai! Masa kerja dimulai!

PWS

1 Comment

  1. afer dirk malanguna

    Pemahaman saya agak berbeda soal Natal. Bagi saya, Natal adalah sebuah simbol bagi para pengikut Kristus. Simbol, bagaimana ‘Sang Natal’ yaitu Yesus Kristus sendiri yang datang dan ‘lahir’ dalam hati setiap orang percaya. So, kelahiran Sang Natal itu, sesungguhnya akan selalu menjadi alasan untuk setiap orang percaya untuk selalu ‘on the track’ mengikuti dan menjalankan perintahNya. Setiap pribadi di mana Kristus hidup di dalam dirinya akan menghasilkan buah-buah roh. Dan itulah KRISTEN SESUNGGUHNYA!! Dan untuk mencapai hal itu, setiap orang pada setiap detak kehidupannya haruslah selalu ‘BERHARI-NATAL’……….!! Thx.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • Luka di Hati, Bukan Prasasti
    Imamat 19:1-2, 15-18; Mazmur 1; 1 Tesalonika 2:1-8; Matius 22:34-46
    Siapa yang tidak tahu tentang luka? Kerusakan yang terjadi pada diri sendiri dan seringkali akan menimbulkan rasa sakit. Rasa...
  • Schooling Fish
    Yesaya 45:1-7; Mazmur 96:1-9; 1 Tesalonika 1:1-10; Matius 22:15-22
    Bayangkan saja kalau kita menjadi seekor ikan kecil. Kalau saja kita diberikan pilihan untuk hidup di akuarium atau di...
  • Rasa Haus
    Air menjadi bagian yang sangat penting bagi kehidupan. Banyak hal membutuhkan air. Mulai dari tubuh manusia sebagian besar terdiri...
  • Apa yang kita letakkan pertama?
    Yesaya 5:1-7; Mazmur 80:8-16; Filipi 3:4-14; Matius 21:33-46
    “Selalu ada yang pertama untuk segalanya.” Apa anda pernah mendengar kalimat tersebut? Ya, sebagian besar dari kita tentu akan...
  • Hidup Dalam Keramahan Dan Cinta
    Yehezkiel 18: 1-4, 25-32 Mazmur 25: 1-9 Filipi 2: 1-13. Matius 21: 23-32
    Perubahan ke arah yang lebih baik adalah dambaan semua orang. Saya yakin dan percaya bahwa semua orang, tanpa kecuali...
Kegiatan