Namanya Orpa

Namanya Orpa

Ruth 1:1-18

Belum ada komentar 255 Views

Namanya Orpa. Ia hanya muncul sekilas dalam kisah Ruth. Lazimnya malah disebut sekali dan lantas hilang dari percakapan. Pasalnya, setelah kedua anak Naomi wafat, salah satunya adalah suami Orpa, Naomi meminta kedua menantunya, Ruth dan Orpa, untuk kembali ke Moab, ke bangsa asal mereka. Keduanya menolak; namun Ruth memaksa. Akhirnya, sementara Ruth memilih untuk tetap mendampingi Naomi, Orpa memilih untuk kembali ke Moab, “kepada bangsanya dan kepada para allahnya” (1:15). Anak kalimat inilah yang tampaknya memberi kesan kuat kepada kita bahwa Orpa adalah seorang menantu yang tak setia, yang meninggalkan mertuanya yang sudah uzur itu. Sungguh berbeda dari Ruth yang setia, yang bahkan berseru, “ke mana engkau pergi, ke situ jugalah aku pergi, dan di mana engkau bermalam, di situ jugalah aku bermalam: bangsamulah bangsaku dan Allahmulah Allahku; di mana engkau mati, akupun mati di sana dan di sanalah aku dikuburkan” (1:16b-17a).

Akan tetapi, baik Ruth maupun Orpa sama-sama mengambil sebuah keputusan. Apa yang dipilih Orpa dan Ruth muncul dari rasa cinta mereka kepada Naomi, kepada mendiang suami mereka masing-masing. Dan lebih dari itu, Orpa memilih dan mengambil keputusan juga dengan rasa cintanya pada bangsanya. Dan tak ada yang keliru dengan itu. Ia mengklaim ulang identitasnya sebagai seorang Moab. Dengan pilihan itu, Orpa berbeda dari Ruth, yang justru kehilangan identitas sebagai seorang Moab dan terasimilasi ke dalam identitas baru yang dilekatkan padanya, yaitu Israel.

Sebagai seorang yang menjadi korban politik asimilasi pada masa Orde Baru, yang mengakibatkan saya kehilangan identitas saya sebagai seorang Tionghoa, langkah yang diambil Orpa sungguhlah luhur. Tak adil rasanya jika kita menuduhkan kepadanya sebuah stigma bahwa ia seorang yang tak setia. Orpa mengambil keputusan penting itu bukan karena ia tak mencintai Naomi; sebaliknya, ia memutuskan untuk kembali ke Moab karena cinta. Dan tak ada yang salah dengan itu semua.

Ja

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • Jangan Takut, Percaya Saja
    TIGA UNGKAPAN TAK PERCAYA DAN DUA CARA YESUS Markus 4:35-41
    Kisah Yesus meredakan badai di danau sangat menawan. Kisah ini sampai ditulis oleh tiga injil pertama: Matius 8:23-27, Markus...
  • Ciptaan Baru? WUJUDKANLAH!
    Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah...
  • Hidup Dalam AnugerahNya
    2 Korintus 4:14-15
    14 Karena kami tahu, bahwa la, yang telah membangkitkan Tuhan Yesus, akan membangkitkan kami juga bersama-sama dengan Yesus. Dan...
  • Karya Allah Trinitas: Memerdekakan Orang Percaya
    Roma 8: 12-17
    Berbicara tentang kemerdekaan berarti menyinggung persoalan kebebasan. Ada seorang Bapak mengaku percaya kepada Yesus tetapi tidak ingin menjadi seorang...
  • Penyertaan dan Pengharapan
    Yohanes 16:4-15
    Apa yang akan terjadi ketika kita kehilangan hal yang terpenting bagi kehidupan ini? Sangat mungkin untuk kita menjadi sedih,...