MISTIKISME

1 Yohanes 4:1-6

Belum ada komentar 93 Views

… setiap roh yang mengaku, bahwa Yesus Kristus telah datang sebagai manusia, berasal dari Allah….(1Yoh. 4:2)

Mistik kerap kali dipahami sebagai klenik, jauh dari kebenaran Alkitab, tidak rasional, dan karena itu harus ditinggalkan. Menurut KBBI, mistik berarti mengalami atau merasakan kehadiran Allah. Pdt. Daniel Listijabudi dalam bukunya Bergulat di Tepian memberi jelas bahwa sebagai pemahaman teologis, mistikisme setepatnya mempercakapkan pengalaman berjumpa Tuhan secara intim yang terjadi melalui keseharian hidup manusia. Alih-alih mengawang dan jauh, teologi mistik mengajak kita makin merasakan Tuhan dalam relasi yang akrab.

Pengenalan intim yang mewujud pada pengakuan bahwa Yesus adalah Allah sepenuhnya dan manusia seutuhnya, lahir dari pertolongan Roh Kudus. Pengakuan atas kesatuan hakikat Yesus ini tidak sekadar doktrin kaku, tetapi lahir dari alir hati yang mengalami Allah. Pengalaman mistik inilah yang ditekankan oleh Yohanes dalam suratnya. Hati yang mengakui kesatuan hakikat Yesus, justru hadir melalui pemaknaan atas keseharian. Mengalami hakikat Yesus tak harus melalui pengalaman spektakuler. Pukauannya justru terletak pada Roh Allah yang menggerakkan banyak orang untuk mendengarkan perkataan Allah yang hadir melalui setiap utusan-Nya.

Berbicara Roh Allah atau Roh Kudus, kerap dimaknai secara sempit hanya pada sesuatu yang mencengangkan, memukau rasa dan memikat mata. Mistikisme memberi cara pandang yang berbeda. Rutinitas, kebiasaan, dan hidup normal biasa, juga dipakai Allah untuk menjumpai kita. Merasakan kehadiran Allah melalui keseharian. [Pdt. Ayub Sektiyanto]

REFLEKSI:
Waktu perlu diluangkan untuk bertemu Tuhan. Maknai dan namai tiap pengalaman keseharian sebagai bagian mengalami Tuhan.

Ayat Pendukung: Mzm. 119:161-168; 1Raj. 21:17-29; 1Yoh. 4:1-6
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Hati Yang Menyembah
    Matius 15:1-9
    “Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari Aku.” (Matius 15:8) Ada sebuah perumpamaan yang berbunyi, “Gajah...
  • Ketaatan Mendatangkan Kemenangan
    Yosua 6:1-16,20
    Lalu pada kali yang ketujuh, ketika para imam meniup sangkakala, Yosua memerintahkan bangsa itu, “Bersoraklah, sebab TUHAN telah menyerahkan...
  • Berkat atas Keluarga
    Mazmur 128
    Sesungguhnya demikianlah akan diberkati orang yang takut akan TUHAN. (Mazmur 128:4) Sering kali penulis bertanya kepada anak-anak muda yang...
  • JANGAN GILA HORMAT
    Matius 23:1-12
    Siapa saja yang meninggikan diri, ia akan direndahkan dan siapa saja yang merendahkan diri, ia akan ditinggikan. (Matius 23:12)...
  • Munafik atau Utuh?
    Matius 23:13-28
    Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farsi, hai Kamu orang-orang munafik karena kamu menutup pintu-pintu Kerajaan Surga di...