Merespons Kesetiaan Allah

1 Samuel 1:19-28

Belum ada komentar 75 Views

“Maka aku pun menyerahkannya kepada TUHAN ….“ (1Sam. 1:28)

Hana mendapat belas kasihan TUHAN dengan mendapatkan anak, meskipun TUHAN telah menutup kandungannya (1Sam. 1:5). Belas kasihan TUHAN melampaui “hukum alam.“ Hana pun berbahagia. Namun, Hana ingat akan janjinya dan ia menepatinya.

Setelah anak itu cerai susu, Hana dan Elkana mengantar anak itu ke Silo, dan mempersembahkannya kepada TUHAN. Tentu berat bagi semua orang, terutama Hana dan anak itu. Namun, itulah harga yang harus dibayar oleh Hana. Meski berat, Hana tidak melihat perpisahan dengan anaknya sebagai beban. Baginya, belas kasihan Allah terhadap dirinya jauh lebih besar daripada berpisah dengan anak tunggalnya. Hana melihat bahwa pertolongan TUHAN atas sakit hati karena ulah Penina, madunya, selama bertahun-tahun, telah menyelamatkannya.

Kebahagiaan dan kesusahan sering kali menjadikan seseorang melupakan banyak hal, semisal: lupa diri, lupa pada janji, lupa bersyukur, lupa pernah hidup susah, atau tak peduli dengan penderitaan orang lain. Namun, selain rasa bahagia dan rasa susah, ada juga rasa belas kasihan. Allah telah menunjukkan belas kasihan-Nya, bukan hanya kepada Hana, tetapi juga kepada kita. Apakah dan bagaimanakah kita merespons belas kasihan Allah? Berbahagia sajakah? Bersusah hati sajakah? Respons Hana adalah menepati janjinya dengan mempersembahkan anaknya menjadi hamba TUHAN. [Pdt. (Em.) Rasid Rachman]

DOA:
Beranikanlah kami untuk merespons kesetiaan-Mu pada janji-Mu atas kami. Amin.

Ayat Pendukung: Luk. 1:46b-55; 1Sam. 1:19-28; Ibr. 8:1-13
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Check dan Recheck
    Yohanes 7:40-52
    “Apakah hukum Taurat kita menghukum seseorang, sebelum ia didengar dan sebelum orang mengetahui apa yang telah dilakukannya?” (Yohanes 7:51)...
  • Ungkapan Syukur: Memberi Yang Terbaik
    Keluaran 23:14-19
    Yang terbaik dari buah sulung tanahmu haruslah kaubawa ke Rumah TUHAN, Allahmu….(Keluaran 23:19a ) Urusan memberi persembahan tentu bukan...
  • Hidup Dalam Taurat Tuhan
    Mazmur 19
    Taurat TUHAN itu sempurna, menyegarkan jiwa; peraturan TUHAN itu teguh, memberikan hikmat kepada orang yang tak berpengalaman. (Mazmur 19:8)...
  • Pikiran Jahat
    Matius 9:2-8
    Yesus mengetahui pikiran mereka, lalu berkata, “Mengapa kamu memikirkan hal-hal yang jahat dalam hatimu?” (Matius 9:4) Dalam kehidupan kita,...
  • Belajar Berkata Benar
    Kejadian 18:13-27
    Tetapi, Sara menyangkal, katanya, “Aku tidak tertawa,” sebab ia takut. Namun, TUHAN berfirman, “Tidak, engkau memang tertawa tadi!” (Kejadian...