Merespons Kesetiaan Allah

1 Samuel 1:19-28

Belum ada komentar 77 Views

“Maka aku pun menyerahkannya kepada TUHAN ….“ (1Sam. 1:28)

Hana mendapat belas kasihan TUHAN dengan mendapatkan anak, meskipun TUHAN telah menutup kandungannya (1Sam. 1:5). Belas kasihan TUHAN melampaui “hukum alam.“ Hana pun berbahagia. Namun, Hana ingat akan janjinya dan ia menepatinya.

Setelah anak itu cerai susu, Hana dan Elkana mengantar anak itu ke Silo, dan mempersembahkannya kepada TUHAN. Tentu berat bagi semua orang, terutama Hana dan anak itu. Namun, itulah harga yang harus dibayar oleh Hana. Meski berat, Hana tidak melihat perpisahan dengan anaknya sebagai beban. Baginya, belas kasihan Allah terhadap dirinya jauh lebih besar daripada berpisah dengan anak tunggalnya. Hana melihat bahwa pertolongan TUHAN atas sakit hati karena ulah Penina, madunya, selama bertahun-tahun, telah menyelamatkannya.

Kebahagiaan dan kesusahan sering kali menjadikan seseorang melupakan banyak hal, semisal: lupa diri, lupa pada janji, lupa bersyukur, lupa pernah hidup susah, atau tak peduli dengan penderitaan orang lain. Namun, selain rasa bahagia dan rasa susah, ada juga rasa belas kasihan. Allah telah menunjukkan belas kasihan-Nya, bukan hanya kepada Hana, tetapi juga kepada kita. Apakah dan bagaimanakah kita merespons belas kasihan Allah? Berbahagia sajakah? Bersusah hati sajakah? Respons Hana adalah menepati janjinya dengan mempersembahkan anaknya menjadi hamba TUHAN. [Pdt. (Em.) Rasid Rachman]

DOA:
Beranikanlah kami untuk merespons kesetiaan-Mu pada janji-Mu atas kami. Amin.

Ayat Pendukung: Luk. 1:46b-55; 1Sam. 1:19-28; Ibr. 8:1-13
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Munafik atau Utuh?
    Matius 23:13-28
    Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farsi, hai Kamu orang-orang munafik karena kamu menutup pintu-pintu Kerajaan Surga di...
  • Yang Dipandang Hina Namun Berharga
    Yosua 2:1-14
    Yosua bin Nun dengan diam-diam mengutus dari Sitim dua orang pengintai, katanya, “Pergilah, amat-amatilah negeri itu dan Kota Yerikho.”...
  • Berseru Kepada Tuhan
    Mazmur 107:1-7, 33-37
    Maka berseru-serulah mereka kepada TUHAN dalam kesesakan mereka, dan Ia melepaskan mereka dari kesusahan mereka. (Mazmur 107:6) Ada banyak...
  • Ke Mana Hati Kita Melekat?
    Matius 19:16-22
    Kata Yesus kepadanya, “Jikalau engkau hendak sempurna, pergilah, juallah apa yang kaumiliki dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, dan...
  • Apa Yang Terpancar Dari Wajah Kita?
    Keluaran 34:29-35
    Lalu Musa turun dari Gunung Sinai dengan kedua loh hukum di tangannya. Ketika turun dari gunung itu, ia tidak...