Merendahkan Hati

1Raja-raja 21:20-29

Belum ada komentar 73 Views

Sudahkah kau lihat, bahwa Ahab merendahkan diri di hadapan-Ku? Oleh karena ia telah merendahkan diri di hadapan-Ku, maka Aku tidak akan mendatangkan malapetaka dalam zamannya ….(1Raj. 21:29)

Suatu ketika, saat sedang joging pagi-pagi, saya bertemu dengan serombongan bapak-bapak yang sedang bercengkrama dengan suara yang keras, “Itu namanya takdir! Anda kawin tiga kali dan berbohong, maka Anda akan dihukum!” Anda menabur maka Anda akan menuai. Benarkah pandangan ini? Bagaimana pandangan Alkitab? Mari kita lihat kisah raja Ahab.

Ahab adalah raja yang jahat. Dia menolak mengakui dosanya di hadapan Tuhan. Dia juga menuduh Elia menjadi musuhnya. Ahab adalah raja yang jauh lebih jahat daripada raja-raja Israel lainnya (16:30; 21:25). Tetapi, ketika dia merendahkan hatinya dengan sungguh-sungguh, Allah memperhatikan tindakan ini dan mempertimbangkan ulang penghukuman-Nya. Allah yang sama yang penuh kemurahan kepada Ahab juga bermurah hati kepada kita. Betapapun berdosanya kita saat ini, tidak pernah ada kata terlambat untuk merendahkan hati, berbalik kepada Tuhan, dan meminta pengampunan.

Bisa jadi, banyak orang sulit menerima Injil, oleh sebab Injil memang bertabrakan dengan sifat umum manusia. Manusia cenderung berpikir bahwa dirinya bertanggung jawab terhadap segala sesuatu. Manusia cenderung distimulasi untuk mengupayakan segala cara untuk mendapatkan sesuatu. Injil berbeda. Injil mengatakan bahwa Yesus mengambil tempat kita. Tugas kita adalah merendahkan hati, mengakui dan menerima bahwa kita butuh Juruselamat untuk mengampuni dosa-dosa kita. [Pdt. Indra Kurniadi Tjandra]

DOA:
Tuhan Yesus, masuklah dalam hatiku, ampunilah dosaku, ubahlah karakterku.

Ayat Pendukung: Mzm. 2; 1Raj. 21:20-29; Mrk. 9:9-13
Bahan: Wasiat, renungan keluarga

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Kuasa-Nya Menyembuhkan
    Lukas 6:12-19
    Semua orang banyak itu berusaha menyentuh Dia, karena ada kuasa yang keluar dari Dia dan menyembuhkan semua orang itu....
  • Berkat Tuhan Tak Berhenti
    Kejadian 25:7-11
    Setelah kematian Abraham, Allah memberkati Ishak, anaknya. (Kejadian 25:11a) Ketika seorang pemimpin besar meninggal, orang sering takut akan masa...
  • Air Mata Menjadi Sukacita
    Mazmur 126
    Pulihkanlah keadaan kami, ya TUHAN, seperti memulihkan batang air kering di Tanah Negeb! (Mazmur 126:4) Seorang petani menabur benih...
  • Mata Melihat, Hati Tergerak
    Matius 9:35-10:8
    Melihat orang banyak itu, tergeraklah hati Yesus oleh betas kasihan kepada mereka, karena mereka lelah dan terlantar seperti domba...
  • Jangan Kesampingkan Perintah Allah
    Markus 7:1-13
    Lalu Yesus berkata kepada mereka, “Sungguh pandai kamu mengesampingkan perintah Allah, supaya kamu dapat memelihara adat istiadatmu sendiri.” (Markus...