Merayakan Kebaikan Tuhan

Yesaya 61:10-62:3; Mazmur 148; Galatia 4:4-7; Lukas 2:22-40

Belum ada komentar 188 Views

Pengalaman hidup adalah pengalaman mengalami kebaikan Tuhan. Setiap hari kebaikan Tuhan dinyatakan bagi kita. Namun sering kali tidak peka melihat kebaikan Tuhan sebab kebaikan-Nya telah kita definisikan menurut kehendak dan keinginan diri kita sendiri. Definisi dan kategori kebaikan yang kita buat menghalangi kita untuk melihat dan merasakan kebaikan Tuhan diluar segala pemikiran kita.

Yesaya menaikkan sorak sorai syukurnya atas pekerjaan Tuhan dalam kehidupan umat di tengah situasi pembuangan yang mereka alami. Yesaya bersorak untuk kebaikan Tuhan yang memulihkan umat dari segala kehancuran dan keterserakannya. Karya kebaikan Allah atas hidup umat menjadi kesaksian bagi bangsa-bangsa lain.

Di dalam Lukas kita melihat ungkapan syukur yang dinyatakan Simeon dan Hana atas karya Tuhan yang dinyatakan dalam diri Yesus. Mereka melihat karya keselamatan Allah dalam diri Yesus yang masih kanak-kanak. Penyataan ini melegakan mereka sehingga dengan penuh syukur mereka memuliakan Allah yang berkarya di antara manusia.

Yesaya, Simeon, dan Hana adalah orang-orang yang merayakan kebaikan Tuhan dalam pengalaman sejarah sebuah bangsa. Mereka merayakan kebaikan Tuhan yang nyata menjadi sumber kekuatan dan kegembiraan. Mereka merayakannya justru pada saat mereka belum mengalaminya. Israel masih di tanah pembuangan. Yesus masih kanak-kanak dan belum memulai misi-Nya. Namun mereka terbuka dengan rancangan Allah jauh melebihi apa yang mereka pikirkan.

Tahun 2017 akan segera berakhir berganti menuju 2018. Pergantian ini bukan sekedar pergantian angka. Pergantian ini menyimpan begitu banyak pengalaman-pengalaman dari kebaikan Tuhan yang perlu dirayakan senantiasa. Perayaan itu memberikan dampak kegembiraan dan sukacita. Perayaan kebaikan Tuhan di dalam hidup mengajarkan kita untuk selalu bergantung dan peka terhadap cara Allah yang menyentuh kehidupan kita dengan cara yang tidak terduga bahkan dari pengalaman yang terpahit sekalipun.

DVA

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • Berjumpa SANG RAJA dalam Kehinaan
    Yehezkiel 34:11-16, 20-24; Mazmur 95:1-7; Efesus 1:15-23; Matius 25: 31-46
    Skenarionya, bukan saya mengerti apa yang saya lakukan, melainkan saya melakukan suatu perbuatan itu -baik atau jahat- sebagai sesuatu...
  • Kepercayaan Dan Tanggung Jawab
    MATIUS 25: 14-30
    “Wenn Gott einmal bei der Arbeit erwischt hat, dem schickt er zur Strafe immer wieder neue.” (Sekali Tuhan mendapati...
  • Allah itu Besar Kita itu Kecil
    I Tesalonika 4: 13-18
    Setelah manusia mati, kemana? Konsep Surga atau Rumah Bapa menjadi misteri bagi banyak orang di Tesalonika, yang sebagian berasal...
  • Keadilan Tuhan Dinyatakan
    Mikha 3:5-12; Mazmur 43; 1 Tesalonika 2:9-13; Matius 23:1-12
    Mengapa Tuhan Yesus pada akhir hidup-Nya di Kayu Salib berkata: “Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa...
  • Luka di Hati, Bukan Prasasti
    Imamat 19:1-2, 15-18; Mazmur 1; 1 Tesalonika 2:1-8; Matius 22:34-46
    Siapa yang tidak tahu tentang luka? Kerusakan yang terjadi pada diri sendiri dan seringkali akan menimbulkan rasa sakit. Rasa...
Kegiatan