Merasa Putus Asa, Tetapi Tetap Percaya

Mazmur 22:2-16

Belum ada komentar 62 Views

Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan aku? Aku berseru, tetapi Engkau tetap jauh dan tidak menolong aku. (Mzm. 22:2)

“Di manakah Allah saat aku kesulitan?” adalah pertanyaan yang mungkin muncul ketika kita mengalami pergumulan berat. Mungkin juga bukan hanya mempertanyakan keberadaan Allah dan sebab munculnya penderitaan, tetapi bahkan meragukan Allah.

Pemazmur mengalami kesesakan yang hebat, sehingga ia pun mempertanyakan keberadaan Allah. Ia merasa Allah meninggalkannya, jauh darinya dan tidak menolongnya; Allah tidak menjawabnya. Pemazmur pun merasa putus asa dalam penderitaannya. Namun demikian, pemazmur mengingat karya Allah di masa lampau. Ia mengingat bahwa Allah telah menyelamatkan nenek moyangnya. Mengingat perbuatan Allah itu, membangkitkan kepercayaan dan pengharapan pemazmur akan pertolongan Allah (ay. 12, 20-22). Ia percaya dan berharap bahwa meskipun Allah tampak diam, tetapi Allah akan menolongnya. Kasih setia Allah di masa lampau menjadi dasar pengharapan dan keyakinan pemazmur.

Dalam kehidupan ini, pergumulan datang silih ganti, terkadang beruntun seolah tiada putus. Menghadapi situasi demikian, pemazmur mengajak kita untuk menyadari keberadaan Allah, meyakini dan berharap bahwa Allah sanggup dan berkenan menolong kita. Selain menyadari kehadiran-Nya, kita pun patut mengingat segala karya dan kasih setia-Nya di masa lampau. Ingatan akan kasih setia Allah itu, akan memberi kekuatan untuk bertahan, membangkitkan pengharapan, bahkan mampu bersyukur di tengah pergumulan. [Pdt. Hobert V.G. Ospara]

DOA:
Ya Allah, tolonglah kami untuk menyadari kehadiran-Mu dan mengingat kasih setia-Mu di tengah pergumulan hidup kami. Amin.

Ayat Pendukung: Mzm. 22:2-16; Ayb. 17:1-16; Ibr. 3:7-19
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Ketika Kita Tersakiti
    Mazmur 83:1-4, 13-18
    Ya Allah, janganlah Engkau bungkam, janganlah berdiam diri dan janganlah berpangku tangan, ya Allah! (Mazmur 83:2) Sambil menangis, seorang...
  • MENCLA-MENCLE
    Matius 16:21-28
    “… sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia.” (Matius 16:23c) “Mencla-mencle” adalah istilah...
  • Terima Kasih
    Matius 8:14-17
    …Ia pun bangun dan melayani Dia. (Matius 8:15b) Ada dua kata yang diajarkan oleh orangtua ketika kita masih kecil,...
  • Menahan Kejahatan
    2 Tesalonika 2:7-12
    Karena secara rahasia kedurhakaan telah mulai bekerja, tetapi sekarang masih ada yang menahan….(2 Tesalonika 2:7a) Kemudahan dalam memperoleh akses...
  • IMITASI
    Efesus 5:1-6
    Sebab itu, sebagai anak-anak yang terkasih, teladanilah Allah. (Efesus 5:1) Seorang anak cenderung meniru perilaku orangtuanya. Proses ini dikenal...