Menyimpangkan Simbol

2 Samuel 6:1-11

Belum ada komentar 500 Views

… Daud menjadi takut kepada TUHAN, lalu katanya: “Bagaimana tabut TUHAN itu dapat sampai kepadaku?” (2Sam. 6:9)

Tabut Allah, dalam tradisi Israel Perjanjian Lama, menyimbolkan kehadiran TUHAN secara khusus dalam peperangan. Tabut Allah dihadirkan dalam peperangan, sehingga Allah sendiri maju berperang melawan musuh umat Israel. Sejak sebelum zaman para raja, tabut Allah digunakan sebagai panji, tanda kehadiran dan penyertaan TUHAN. Tabut Allah mendatangkan kemenangan atas Israel dengan menumpahkan darah banyak musuh Israel.

Bacaan hari ini adalah tentang upacara dan festival pemindahan tabut Allah dari rumah Abinadab ke Yerusalem. Pemindahan itu bukan dalam situasi perang, tetapi pesta. Daud dan kaum Israel menari-nari mengiringi perjalanan pindah tabut. Di perjalanan, di tempat Nakhon, tabut Allah yang sedang tidak dalam peperangan itu “minta darah.“ Lembu-lembu Nakhon tergelincir. Uza berusaha menghalangi sepak terjang tabut, namun Allah murka dan membunuhnya. Penulis kitab 2 Samuel menulis, Uza mati karena dibunuh Allah akibat ketedorannya.

Firman Tuhan tentang tabut Allah ini adalah tentang sikap agar kita tak mengabaikan dan merendahkan simbol. Dalam bentuk gambar, tulisan dan perkataan, perayaan, tempat, waktu, simbol hadir di tengah manusia. Simbol membantu manusia untuk menghayati dan menghidupkan sejarah dan kenangan. Simbol menolong kita untuk selalu mengenang para pendahulu, agar kita meneruskan karya mereka. Kita perlu memiliki sikap menghargai simbol karunia Allah atas manusia. [Pdt. (Em.) Rasid Rachman]

DOA:
Kami bersyukur akan hikmat-Mu atas manusia sehingga dapat memahami dan merayakan simbol. Amin.

Ayat Pendukung: Mzm. 89:2-5, 20-27; 2Sam. 6:1-11; Ibr. 1:1-4
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Munafik atau Utuh?
    Matius 23:13-28
    Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farsi, hai Kamu orang-orang munafik karena kamu menutup pintu-pintu Kerajaan Surga di...
  • Yang Dipandang Hina Namun Berharga
    Yosua 2:1-14
    Yosua bin Nun dengan diam-diam mengutus dari Sitim dua orang pengintai, katanya, “Pergilah, amat-amatilah negeri itu dan Kota Yerikho.”...
  • Berseru Kepada Tuhan
    Mazmur 107:1-7, 33-37
    Maka berseru-serulah mereka kepada TUHAN dalam kesesakan mereka, dan Ia melepaskan mereka dari kesusahan mereka. (Mazmur 107:6) Ada banyak...
  • Ke Mana Hati Kita Melekat?
    Matius 19:16-22
    Kata Yesus kepadanya, “Jikalau engkau hendak sempurna, pergilah, juallah apa yang kaumiliki dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, dan...
  • Apa Yang Terpancar Dari Wajah Kita?
    Keluaran 34:29-35
    Lalu Musa turun dari Gunung Sinai dengan kedua loh hukum di tangannya. Ketika turun dari gunung itu, ia tidak...