Menjadi Kewargaan Surga

Kejadian 15:1-18; Mazmur 27, Filipi 3:17-4:1; Lukas 13:31-35

Belum ada komentar 137 Views

Pemahaman tentang sorga sering kali ditempatkan jauh dari bumi, atau tidak berurusan dengan kemelut bumi. Pembicaraan tentang sorga sesungguhnya tidak pernah terlepas dari bumi, tidak terpisah dari pergulatan hidup kita. Apa maksud Paulus berbicara tentang warga sorga? Rupanya di Filipi ada orang yang kelakukannya menjadi batu sandungan. Mereka hidup dalam kerakusan dan tidak bermoral, mereka memanfaatkan kekristenan untuk membenarkan cara hidup mereka (Barclay). Dengan penuh keprihatinan Paulus mengingatkan nilai-nilai hidup seorang Kristen, warga negara sorga, nilai yang berbeda dengan nilai dunia. Nilai yang dipakai untuk hidup di bumi, dalam realita keseharian yang bersumber dari kebenaran firman dalam Kristus.

Paulus dengan kerendahan hati dan kasih mengajak jemaat untuk melihat cara hidupnya. Paulus memperjuangkan hidupnya di dalam nilai Kristus agar kehidupannya dapat menjadi teladan dalam hidup bersama dan bukan batu sandungan. Pengenalannya akan Kristus memampukan Paulus berkata turutilah teladanku sebab ia telah memperjuangkan apa yang ia percayai dalam kata dan perbuatan.

Now, to be a citizen of heaven doesn’t mean we live with our heads in the clouds, with no concern for this world.  Instead, to be a citizen of Heaven is to live out of a different set of values.  We live with a divinely given set of values, values that express God’s love, mercy, and justice (Robert Cornwall).

dva

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • Berjumpa SANG RAJA dalam Kehinaan
    Yehezkiel 34:11-16, 20-24; Mazmur 95:1-7; Efesus 1:15-23; Matius 25: 31-46
    Skenarionya, bukan saya mengerti apa yang saya lakukan, melainkan saya melakukan suatu perbuatan itu -baik atau jahat- sebagai sesuatu...
  • Kepercayaan Dan Tanggung Jawab
    MATIUS 25: 14-30
    “Wenn Gott einmal bei der Arbeit erwischt hat, dem schickt er zur Strafe immer wieder neue.” (Sekali Tuhan mendapati...
  • Allah itu Besar Kita itu Kecil
    I Tesalonika 4: 13-18
    Setelah manusia mati, kemana? Konsep Surga atau Rumah Bapa menjadi misteri bagi banyak orang di Tesalonika, yang sebagian berasal...
  • Keadilan Tuhan Dinyatakan
    Mikha 3:5-12; Mazmur 43; 1 Tesalonika 2:9-13; Matius 23:1-12
    Mengapa Tuhan Yesus pada akhir hidup-Nya di Kayu Salib berkata: “Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa...
  • Luka di Hati, Bukan Prasasti
    Imamat 19:1-2, 15-18; Mazmur 1; 1 Tesalonika 2:1-8; Matius 22:34-46
    Siapa yang tidak tahu tentang luka? Kerusakan yang terjadi pada diri sendiri dan seringkali akan menimbulkan rasa sakit. Rasa...
Kegiatan