Menjadi Anak-anak Bapa

Menjadi Anak-anak Bapa

Belum ada komentar 6 Views

Suatu kali anak saya datang dengan penuh penyesalan karena telah memberikan gelangnya kepada teman bermainnya. Saya bertanya kepadanya, “Mengapa kamu memberikan gelangmu kepada dia?” Dengan penuh penyesalan karena masih menyukai gelangnya, ia berkata, “Aku harus memilih, menjadi teman terbaiknya dengan memberikan gelangku atau kehilangan dia.”

Tekanan sosial yang kita alami rupanya mendorong kita untuk memilih antara pilihan yang buruk atau lebih buruk. Bagi seorang anak berusia 6 tahun, berdamai dengan temannya dengan cara memberikan barang kesayangannya merupakan pilihan yang lebih baik daripada mempertahankan barang kesayangan tetapi kehilangan teman “baik”nya.

Melalui bacaan Matius 5:38-48 hari ini, kita diingatkan untuk memiliki batasan yang jelas sehingga kita dapat mengambil keputusan di tengah dilema sosial yang kita hadapi. Batasan yang ditawarkan oleh Yesus melalui Injil Matius adalah memilih untuk tetap menjadi anak-anak Bapa.

Kalau melihat perikop lainnya di dalam kitab Matius, kita akan menjumpai peran Sang Bapa yang sangat dekat dengan kita. Bapa digambarkan sebagai seorang Bapa yang penuh kasih, mendengarkan doa, mengampuni dan memenuhi kebutuhan hidup kita. Konsekuensi dari memiliki Bapa seperti itu, tentu saja kita juga mengimitasi sikap Sang Bapa, yang juga penuh kasih, mengampuni.

Kembali ke kasus anak saya, apakah berarti anak saya harus memberikan gelangnya demi memertahankan sebuah pertemanan? Bukan jawaban yang mudah tentunya. Apalagi jika pilihan itu dia ambil berdasarkan pilihan yang lebih membawa damai sejahtera. Namun PR (pekerjaan rumah) bagi kami, tentu juga bagi kita, adalah memiliki batasan nilai-nilai yang jelas, bagaimana kita seharusnya bersikap sebagai anak-anak Bapa saat menghadapi berbagai tantangan dan tekanan sosial di sekitar kita.

Pertanyaannya:

  • Apakah kita bertekad untuk mengetahui batasan-batasan itu sebagai anak-anak Bapa?
  • Apakah kita mau belajar menjadi anak-anak Bapa dengan bersikap seperti yang Dia kehendaki?

[Riajos]

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • Bersyukurlah
    Bagaimana anda mengawali hari? Banyak perasaan dan situasi yang sangat mempengaruhi kita untuk memulai hari dengan ungkapan syukur. Meskipun...
  • Ini Aku, Jangan Takut
    Semua orang memiliki rasa takut. Rasa takut bisa disebabkan oleh berbagai penyebab dan faktor. Wajarkah manusia merasa takut? Tentu...
  • Menjadi Gembala, Membangun Relasi Dengan Sesama
    Yeremia 23:1-6; Mazmur23; Efesus 2:11-22; Markus 6:30-34, 53-56
    Sang Gembala Agung itu Allah, la membimbing kita dengan begitu baik adanya. Allah juga melibatkan kita untuk menjadi gembala-gembala...
  • Harga Dari Sebuah Kebenaran
    Amos 7:7-15; Mazmur 85:9-14; Efesus 1:3-14; Markus 6:14-29
    Apakah mengatakan hal yang benar itu mudah? Sangat tidak mudah? Apa yang membuatnya menjadi begitu sulit untuk diwujudkan? Resikonya!...
  • Allah Yang Hadir Dalam Kelemahan Dan Keterbatasan
    Yehezkiel 2:1-5; Mazmur 123; 2 Korintus 12:2-10; Markus 6:1-13
    Membicarakan kelemahan bukanlah hal mudah bagi kita karena kita terbiasa menyim- pan atau menutupi kelemahan dengan berbagai cara dan...