MENIRU ALLAH

Efesus 5:1-6

Belum ada komentar 125 Views

Sebab itu jadilah penurut-penurut Allah, seperti anak-anak yang kekasih dan hiduplah di dalam kasih, sebagaimana Kristus Yesus juga telah mengasihi kamu dan telah menyerahkan diri-Nya untuk kita sebagai persembahan dan korban yang harum bagi Allah (Ef. 5:1-2)

Seorang bayi belajar berbicara dengan cara meniru apa yang ia dengar dari orang-orang di sekitarnya. Demikian pula ketika ia belajar hal-hal lainnya. Inilah yang disebut “mimesis” (imitasi, peniruan), dan ini pula istilah yang digunakan ketika Rasul Paulus mengingatkan supaya kita menjadi “penurut-penurut” (mimetes) Allah. Artinya, kita diminta untuk meniru Allah, seperti anak-anak yang meniru orangtuanya.

Sebagai orang-orang Kristen, tidak cukup jika kita hanya mengaku percaya dan bahkan dibaptiskan saja. Ketika Allah menyelamatkan kita, maka la tidak hanya membenarkan diri kita, melainkan la juga meminta kita hidup kudus. Jika tidak demikian, maka anugerah keselamatan tak lebih hanya anugerah murahan belaka.

Dalam rangka hidup kudus itulah Firman Tuhan mengingatkan bahwa yang harus kita tiru dari Allah adalah kasih-Nya, sebagaimana yang sudah dibuktikan melalui dan di dalam diri Yesus Kristus. Kasih yang sudah diteladankan oleh Yesus adalah kasih agape, yaitu kasih yang tidak saja membuat kita bersedia berkorban, namun juga yang mewujud-nyata, tidak abstrak. Kita bisa saja menaruh belas kasihan pada seseorang. Namun, jika kita tidak melakukan apa pun juga untuk menolong orang tersebut, maka itu bukan kasih agape. Demikian pula jika kita mendaku bahwa kita mengasihi istri, suami, anak-anak kita, tetapi mereka tidak bisa merasakan kasih tersebut, maka itu pun bukan kasih agape. Kasih agape senantiasa mewujud konkret. [Pdt. Paulus S. Widjaja]

DOA:
Tolong kami, ya Tuhan, untuk menjadi seperti diri-Mu yang mampu mengasihi dengan kasih yang konkret dan mewujud nyata. Amin.

Ayat Pendukung: Mzm. 26:1-8; Yer. 14:13-18; Ef. 5:1-6
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Sahabat Dalam Perjalanan
    Lukas 24:13-35
    Lalu kedua orang itu pun menceritakan apa yang terjadi di tengah jalan dan bagaimana mereka mengenali Dia pada waktu...
  • Tanpa Pamrih
    Lukas 14:12-14
    Tetapi, apabila engkau mengadakan perjamuan, undanglah orang-orang miskin, orang-orang cacat, orang-orang lumpuh,…. Engkau akan berbahagia, karena mereka tidak mempunyai...
  • Damai Di Tengah Badai
    Yesaya 26:1-4
    Yang teguh hatinya Kaujaga dengan damai sejahtera, …sebab kepada-Mulah ia percaya. Percayalah kepada TUHAN selama-lamanya, sebab TUHAN ALLAH adalah...
  • Merespons Kasih Tuhan
    Mazmur 116:1-4, 12-19
    Bagaimana akan kubalas kepada TUHAN segala kebajikan-Nya kepadaku? (Mazmur 116:12) Rasa syukur bukan hanya tentang mengucapkan terima kasih, tetapi...
  • Tanda Yunus
    Matius 12:38-42
    Jawab-Nya kepada mereka, “Generasi yang jahat dan tidak setia ini menuntut suatu tanda, tetapi kepada mereka tidak akan diberikan...