MENIRU ALLAH

Efesus 5:1-6

Belum ada komentar 130 Views

Sebab itu jadilah penurut-penurut Allah, seperti anak-anak yang kekasih dan hiduplah di dalam kasih, sebagaimana Kristus Yesus juga telah mengasihi kamu dan telah menyerahkan diri-Nya untuk kita sebagai persembahan dan korban yang harum bagi Allah (Ef. 5:1-2)

Seorang bayi belajar berbicara dengan cara meniru apa yang ia dengar dari orang-orang di sekitarnya. Demikian pula ketika ia belajar hal-hal lainnya. Inilah yang disebut “mimesis” (imitasi, peniruan), dan ini pula istilah yang digunakan ketika Rasul Paulus mengingatkan supaya kita menjadi “penurut-penurut” (mimetes) Allah. Artinya, kita diminta untuk meniru Allah, seperti anak-anak yang meniru orangtuanya.

Sebagai orang-orang Kristen, tidak cukup jika kita hanya mengaku percaya dan bahkan dibaptiskan saja. Ketika Allah menyelamatkan kita, maka la tidak hanya membenarkan diri kita, melainkan la juga meminta kita hidup kudus. Jika tidak demikian, maka anugerah keselamatan tak lebih hanya anugerah murahan belaka.

Dalam rangka hidup kudus itulah Firman Tuhan mengingatkan bahwa yang harus kita tiru dari Allah adalah kasih-Nya, sebagaimana yang sudah dibuktikan melalui dan di dalam diri Yesus Kristus. Kasih yang sudah diteladankan oleh Yesus adalah kasih agape, yaitu kasih yang tidak saja membuat kita bersedia berkorban, namun juga yang mewujud-nyata, tidak abstrak. Kita bisa saja menaruh belas kasihan pada seseorang. Namun, jika kita tidak melakukan apa pun juga untuk menolong orang tersebut, maka itu bukan kasih agape. Demikian pula jika kita mendaku bahwa kita mengasihi istri, suami, anak-anak kita, tetapi mereka tidak bisa merasakan kasih tersebut, maka itu pun bukan kasih agape. Kasih agape senantiasa mewujud konkret. [Pdt. Paulus S. Widjaja]

DOA:
Tolong kami, ya Tuhan, untuk menjadi seperti diri-Mu yang mampu mengasihi dengan kasih yang konkret dan mewujud nyata. Amin.

Ayat Pendukung: Mzm. 26:1-8; Yer. 14:13-18; Ef. 5:1-6
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Hati Yang Menyembah
    Matius 15:1-9
    “Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari Aku.” (Matius 15:8) Ada sebuah perumpamaan yang berbunyi, “Gajah...
  • Ketaatan Mendatangkan Kemenangan
    Yosua 6:1-16,20
    Lalu pada kali yang ketujuh, ketika para imam meniup sangkakala, Yosua memerintahkan bangsa itu, “Bersoraklah, sebab TUHAN telah menyerahkan...
  • Berkat atas Keluarga
    Mazmur 128
    Sesungguhnya demikianlah akan diberkati orang yang takut akan TUHAN. (Mazmur 128:4) Sering kali penulis bertanya kepada anak-anak muda yang...
  • JANGAN GILA HORMAT
    Matius 23:1-12
    Siapa saja yang meninggikan diri, ia akan direndahkan dan siapa saja yang merendahkan diri, ia akan ditinggikan. (Matius 23:12)...
  • Munafik atau Utuh?
    Matius 23:13-28
    Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farsi, hai Kamu orang-orang munafik karena kamu menutup pintu-pintu Kerajaan Surga di...