Menghidupi Pertobatan

Yesaya 40:1-11; Mazmur 85:1-2, 8-13; 2 Petrus 3:8-15; Markus 1:1-8

Belum ada komentar 140 Views

Pertobatan memanggil seseorang untuk menghayati hidupnya dengan cara baru. Pertobatan artinya berbalik dari cara kehidupan lama menuju kehidupan baru. Cara pandang kita menjadi baru di dalam Kristus. Bahkan ketika kita menyadari bahwa waktu yang kita miliki ini terbatas, dengan cara pandang baru keterbatasan itu dimaknai sebagai kesempatan pendek untuk berbuat baik. Kesempatan untuk melakukan segala sesuatunya terarah pada Kristus.

Surat Petrus mengingatkan bagaimana kita evaluasi cara hidup kita dikaitkan dengan kedatangan Allah yang dekat dan tak terduga. Dekat memberi pemahaman kesegeraan artinya perubahan hidup perlu dilakukan segera, jangan menunda lagi. Tak terduga karena tidak ada seorang pun yang menyadari. Berjaga-jagalah. “Waiting patiently for the rule of the Kingdom requires the works of anticipation and of bringing peace to our broken communities (Richard Davis).”

Adven kedua ini memanggil kita untuk menghidupi pertobatan kita pada perubahan hidup. Menghidupi pertobatan artinya kita dipanggil untuk terus menerus untuk melakukan apa yang baik, benar, dan adil. Pertobatan, bukanlah tindakan sesaat lalu kembali lagi ke cara hidup yang lama namun pertobatan yang melahirkan kebaikan terus menerus. Pertobatan tidak saja membawa perubahan diri tetapi juga perubahan sosial. Kebaikan yang dirasakan dalam kehidupan bersama. Sikap yang demikianlah yang kita perjuangkan dalam penantian iman kita akan kedatangan Kristus kembali.

DVA

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • Berjumpa SANG RAJA dalam Kehinaan
    Yehezkiel 34:11-16, 20-24; Mazmur 95:1-7; Efesus 1:15-23; Matius 25: 31-46
    Skenarionya, bukan saya mengerti apa yang saya lakukan, melainkan saya melakukan suatu perbuatan itu -baik atau jahat- sebagai sesuatu...
  • Kepercayaan Dan Tanggung Jawab
    MATIUS 25: 14-30
    “Wenn Gott einmal bei der Arbeit erwischt hat, dem schickt er zur Strafe immer wieder neue.” (Sekali Tuhan mendapati...
  • Allah itu Besar Kita itu Kecil
    I Tesalonika 4: 13-18
    Setelah manusia mati, kemana? Konsep Surga atau Rumah Bapa menjadi misteri bagi banyak orang di Tesalonika, yang sebagian berasal...
  • Keadilan Tuhan Dinyatakan
    Mikha 3:5-12; Mazmur 43; 1 Tesalonika 2:9-13; Matius 23:1-12
    Mengapa Tuhan Yesus pada akhir hidup-Nya di Kayu Salib berkata: “Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa...
  • Luka di Hati, Bukan Prasasti
    Imamat 19:1-2, 15-18; Mazmur 1; 1 Tesalonika 2:1-8; Matius 22:34-46
    Siapa yang tidak tahu tentang luka? Kerusakan yang terjadi pada diri sendiri dan seringkali akan menimbulkan rasa sakit. Rasa...
Kegiatan