Mengendalikan Lidah, Membangun Kehidupan

Amsal 1:20-33; Mazmur 19; Yakobus 3:1-12; Markus 8:27-38

Belum ada komentar 543 Views

Mulutmu, harimaumu, ungkapan yang sudah sering kita dengar. Ungkapan itu dipakai sebagai peringatan agar setiap orang berhati-hati dengan lidahnya. Kekuatan lidah begitu dahsyat untuk membangun dan sekaligus menghancurkan kehidupan bersama. Dalam pengalaman hidup berbangsa kita mengenal yang disebut provokator, seseorang yang hanya dengan kata-katanya dapat membuat permusuhan dan kebencian makin tajam, menusuk sesama dan memakan korban, merusak kebersamaan.

Atas kekuatan lidah yang dahsyat itulah, Yakobus menasihatkan agar lidah dikendalikan maka engkau dapat membangun kehidupan. Pengendalian lidah, memaksimalkan telinga. Pengendalian lidah bukan membungkamkan kata tetapi mengelola setiap kata menjadi bermakna dalam hidup bersama. Mengelola setiap kata dalam pertimbangan dan kebijaksanaan.

Mengelola dan memertimbangkan adalah 2 hal wajib yang perlu dilakukan sebelum berkata-kata. Tindakan tersebut menjadi saringan awal agar kita semakin bertanggungjawab atas setiap kata dan karya kita. Mendorong dan membentuk kita menjadi pribadi yang dapat dipercaya. Pribadi yang berintergritas, menyatukan kata dan perbuatan. Mari kita mengelola tiap kata yang kita ucapkan dalam persekutuan dan kehidupan ini dengan bijaksana agar kehidupan dibangun dalam cinta kasih.

dva

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • #kekelamandosa #belaskasihAllah #datangdanpulihkanlah
    Yesaya 64:1-9; Mazmur 80:2-8, 18-20; 1 Korintus 1:3-9; Markus 13:24-37
    Hari ini kita memasuki masa Advent (adventus = kedatangan). Dalam empat minggu sebelum Natal, kita akan berada dalam masa...
  • Berjumpa SANG RAJA dalam Kehinaan
    Yehezkiel 34:11-16, 20-24; Mazmur 95:1-7; Efesus 1:15-23; Matius 25: 31-46
    Skenarionya, bukan saya mengerti apa yang saya lakukan, melainkan saya melakukan suatu perbuatan itu -baik atau jahat- sebagai sesuatu...
  • Kepercayaan Dan Tanggung Jawab
    MATIUS 25: 14-30
    “Wenn Gott einmal bei der Arbeit erwischt hat, dem schickt er zur Strafe immer wieder neue.” (Sekali Tuhan mendapati...
  • Allah itu Besar Kita itu Kecil
    I Tesalonika 4: 13-18
    Setelah manusia mati, kemana? Konsep Surga atau Rumah Bapa menjadi misteri bagi banyak orang di Tesalonika, yang sebagian berasal...
  • Keadilan Tuhan Dinyatakan
    Mikha 3:5-12; Mazmur 43; 1 Tesalonika 2:9-13; Matius 23:1-12
    Mengapa Tuhan Yesus pada akhir hidup-Nya di Kayu Salib berkata: “Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa...
Kegiatan