Mengenal Kasih Allah yang Tidak Terukur

Efesus 3:14-21

Belum ada komentar 368 Views

Seorang ibu di Panti Werdha telah banyak mengajarkan saya tentang kasih Allah yang tiada terukur. Setiap kali bertemu dengannya, si ibu selalu minta saya berdoa, setelah itu ia berkata kepada saya “TERIMA KASIH YA…, TUHAN YESUS BAIK, DIA MENGASIHI SAYA”. Terus terang saya kagum dengan apa yang dikatakan. Meskipun kondisi fisik masih tetap seperti kemarin, terbaring sakit dengan tubuh melemah, tetapi si ibu tidak mengeluh sedikitpun malah sebaliknya semakin percaya kasih Tuhan. Dari mulut dan matanya saya melihat sesuatu, si ibu memang sakit tetapi imannya sehat dan kuat. Iman itulah yang mampu menerobos kelemahan dan penderitaannya untuk selalu melihat Kasih Tuhan yang besar.

Manusia sehebat Albert Einstein pun, tak dapat mengukur seberapa panjang, dalam , tinggi Kasih Allah dalam hidupnya. Kita juga tak dapat mengukur apakah Allah mengasihi kita , berdasarkan situasi dan kondisi yang kita alami. Tetapi kita dapat memahami dan merasakan kekuatan Kasih Allah.

Dari balik penjara Roma Paulus berdoa, supaya semua orang kudus dapat memahami kasih Allah yang panjang, lebar, tinggi dan dalam itu (18). Maksudnya adalah penderitaan yang kita alami bukanlah bukti bahwa Allah tidak mengasihi kita. Sebaliknya kekuatan kasih Allah justru menjangkau kita dalam segala kondisi.

Ls

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • Berjumpa SANG RAJA dalam Kehinaan
    Yehezkiel 34:11-16, 20-24; Mazmur 95:1-7; Efesus 1:15-23; Matius 25: 31-46
    Skenarionya, bukan saya mengerti apa yang saya lakukan, melainkan saya melakukan suatu perbuatan itu -baik atau jahat- sebagai sesuatu...
  • Kepercayaan Dan Tanggung Jawab
    MATIUS 25: 14-30
    “Wenn Gott einmal bei der Arbeit erwischt hat, dem schickt er zur Strafe immer wieder neue.” (Sekali Tuhan mendapati...
  • Allah itu Besar Kita itu Kecil
    I Tesalonika 4: 13-18
    Setelah manusia mati, kemana? Konsep Surga atau Rumah Bapa menjadi misteri bagi banyak orang di Tesalonika, yang sebagian berasal...
  • Keadilan Tuhan Dinyatakan
    Mikha 3:5-12; Mazmur 43; 1 Tesalonika 2:9-13; Matius 23:1-12
    Mengapa Tuhan Yesus pada akhir hidup-Nya di Kayu Salib berkata: “Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa...
  • Luka di Hati, Bukan Prasasti
    Imamat 19:1-2, 15-18; Mazmur 1; 1 Tesalonika 2:1-8; Matius 22:34-46
    Siapa yang tidak tahu tentang luka? Kerusakan yang terjadi pada diri sendiri dan seringkali akan menimbulkan rasa sakit. Rasa...
Kegiatan