Mengenakan Hikmat, Menanggalkan Niat Jahat

Matius 11:16-19, 25-30

Belum ada komentar 102 Views

“Tetapi hikmat Allah dibenarkan oleh perbuatannya.” (Mat. 11:19)

Konsepsi mengenai sifat suatu golongan berdasarkan prasangka yang subyektif dan tidak tepat. Itulah makna dari stereotipe. Prasangka kerap kali dipicu oleh minimnya pengenalan dan perjumpaan yang utuh. Prasangka makin menjadi buruk ketika kita dengan terburu-buru menyimpulkan sesuatu secara sepihak. Agar tidakjatuh pada perilaku stereotipe, dibutuhkan upaya berhikmat. Berupaya terus mencari kebenaran serta memiliki keberanian untuk terbuka dalam perjumpaan.

Yesus menggambarkan betapa generasi yang berada di sekitar-Nya adalah angkatan yang kehilangan hikmat. Prasangka buruk mereka terhadap Yesus sedemikian kental. Mereka keliru memahami siapa Yesus. Gagal mengenali siapa sejatinya Yesus. Menganggap dan memberi cap kepada Yesus sebagai pribadi yang sama buruknya dengan pemungut cukai dan orang yang paling berdosa. Menghadapi prasangka itu, Yesus mengajak semua orang untuk mengenali dan melihat-Nya melalui berbagai karya-Nya. Hanya pribadi yang dikuasai hikmat Allah yang mampu melakukan berbagai perkara yang memuliakan Allah. Pengenalan Yesus sebagai pribadi Allah yang penuh kasih, kelembutan, pengampunan, dan kemurahan hati, memungkinkan siapa saja beroleh lega.

Di dunia di mana kebenaran disajikan sebagai hal yang dengan mudah dapat diperdebatkan, kebohongan dilukiskan sebagai akurat, kita diajak untuk hidup berhikmat. Kristus yang mengasihi dunia mengajak kita menanggalkan prasangka dan menebarkan cinta-Nya. [Pdt. Ayub Sektiyanto]

REFLEKSI:
Tiga langkah hidup berhikmat: Kenali dan kasihi Tuhan, kenali dan kasihi diri, kenali dan kasihi sesama.

Ayat Pendukung: Za. 9:9-12; Mzm. 1145:8-14; Rm. 7:15-25a; Mat. 11:16-19, 25-30
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • SAMBUTLAH DIA!
    Matius 10:40-42
    Siapa saja yang menyambut kamu, ia menyambut Aku, dan siapa yang menyambut Aku, ia menyambut Dia yang mengutus Aku....
  • AMPUNILAH DIA!
    Lukas 17:1-4
    Jagalah dirimu! Jikalau saudaramu berbuat dosa, tegurlah dia, dan jikalau ia menyesal, ampunilah dia. (Lukas 17:3) Dalam kehidupan masyarakat...
  • Tak Tahu Harus Berbuat Apa
    2 Tawarikh 20:5-12
    “Kami tidak tahu apa yang harus kami lakukan, tetapi mata kami tertuju kepada-Mu.” (2 Tawarikh 20:12b) Seorang manajer muda...
  • Jangan Aku Tertidur Dan Mati
    Mazmur 13
    Pandanglah dan jawablah aku, ya TUHAN, Allahku! Buatlah mataku bercahaya, supaya jangan aku tertidur dan mati. (Mazmur 13:4) Jam...
  • Roh Kudus Yang Berkata-Kata
    Matius 10:5-23
    Sebab, bukan kamu yang berkata-kata, melainkan Roh Bapamu; Dia yang akan berkata-kata di dalam kamu. (Matius 10:20) Mungkin kita...