Mengampuni Norma Kerajaan Allah

Kejadian 50: 15‐21. Mazmur 103: 8‐13. Roma 14: 1‐12. Matius 18: 21‐35

Belum ada komentar 35 Views

Apakah pengampunan milik dan hak saya? Jika kita menjawab iya maka kita merasa menjadi orang yang paling berhak untuk mengampuni seseorang atau tidak. Mengapa merasa paling berhak? Mungkin kita adalah orang yang dirugikan dan terluka karena perbuatannya. Mari kita cermati jawaban Yusuf ketika keluarganya menjadi sangat kuatir, Yusuf akan membalas dendam ketika ia punya kesempatan dan kemampuan untuk melakukannya.

Kej.50:19. Tetapi Yusuf berkata kepada mereka, “Janganlah takut; sebab aku inikah pengganti Allah (BIMK: sebab saya tidak bisa bertindak sebagai Allah)? Renungkanlah jawaban Yusuf ini di tengah gelora amarah dan rasa sakit yang masih membara dalam hati kita. Mari kita menyelami apa yang dialami Yusuf, penderitaan yang diakibatkan perbuatan saudara-saudaranya? Pantaskah ia membalas dendam ketika situasi berbalik? Pantas, sangat mungkin! Namun itu tidak dilakukan Yusuf.

Hal itu dilakukan Yusuf karena refleksi Yusuf pada pengalaman hidupnya. Betapa pun menyakitkan tindakan yang dilakukan oleh saudara-saudaranya, ia melaluinya bersama dengan Allah dan Allah telah mengubahnya menjadi sesuatu yang baik.

Bagaimana dengan kita? Bersediakah kita menyalurkan kasih pengampunan Allah karena pengampunan bukan milik kita tapi anugerah Allah. Penghakiman juga bukan milik kita namun keadilan Allah. Mari kita merenungkan dan merefleksikan pengalaman kita di dalam cinta Allah, kiranya itu menguatkan kita untuk membagi pengampunan kepada siapapun yang telah melukai kita.

Dva

#MengampuniNormaKerajaanAllah

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • Berjumpa SANG RAJA dalam Kehinaan
    Yehezkiel 34:11-16, 20-24; Mazmur 95:1-7; Efesus 1:15-23; Matius 25: 31-46
    Skenarionya, bukan saya mengerti apa yang saya lakukan, melainkan saya melakukan suatu perbuatan itu -baik atau jahat- sebagai sesuatu...
  • Kepercayaan Dan Tanggung Jawab
    MATIUS 25: 14-30
    “Wenn Gott einmal bei der Arbeit erwischt hat, dem schickt er zur Strafe immer wieder neue.” (Sekali Tuhan mendapati...
  • Allah itu Besar Kita itu Kecil
    I Tesalonika 4: 13-18
    Setelah manusia mati, kemana? Konsep Surga atau Rumah Bapa menjadi misteri bagi banyak orang di Tesalonika, yang sebagian berasal...
  • Keadilan Tuhan Dinyatakan
    Mikha 3:5-12; Mazmur 43; 1 Tesalonika 2:9-13; Matius 23:1-12
    Mengapa Tuhan Yesus pada akhir hidup-Nya di Kayu Salib berkata: “Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa...
  • Luka di Hati, Bukan Prasasti
    Imamat 19:1-2, 15-18; Mazmur 1; 1 Tesalonika 2:1-8; Matius 22:34-46
    Siapa yang tidak tahu tentang luka? Kerusakan yang terjadi pada diri sendiri dan seringkali akan menimbulkan rasa sakit. Rasa...
Kegiatan