Mengampuni = Memulihkan Diri

Mengampuni = Memulihkan Diri

1 Komentar 64 Views

Masa Lalu Yusuf yang sangat buruk karena mengalami kekerasan dari kakak-kakaknya, tentu saja menyakitkan. Herannya, Yusuf tidak lagi memperhitungkan itu sebagai pengalaman yang buruk. Ia bahkan mengatakan bahwa Allahlah yang yang menyuruh Yusuf ke Mesir, sekalipun ia datang ke Mesir karena kejahatan kakak-kakaknya. Mengapa Yusuf dapat tegar dan tangguh seperti itu?

Kuncinya adalah pada pengampunan. Yusuf telah berhasil mengampuni kakak-kakaknya yang telah menorehkan luka dalam dirinya, dengan kekuatan kasih dan pengampunan dari Tuhan. Pengalaman yang sangat radikal dalam diri seorang yang telah dilecehkan oleh orang-orang yang dikasihinya.

Masalah yang dialami pada waktu Yusuf muda atau kecil, bisa jadi mirip dengan pengalaman kita. Tanpa kita sadari orang-orang di sekitar kita melecehkan emosi kita dengan membuat kita merasa bahwa kita tidak berharga. Akibatnya, kita sangat sensitif jika ada seseorang yang tampaknya merendahkan harga diri kita.

Saudara, berita gembira bagi kita: Tuhan dapat memulihkan kita. Saat kita membuka hati kita dan mengatakan, “Ya Tuhan, saya membuka hati saya untuk mengampuni dan dipulihkan!” Maka kasih Ilahi itu akan bekerja dengan penuh kuasa dalam diri kita.

Pertanyaannya:

  1. Apakah kita pernah mengalami perendahan harga diri selama hidup kita sejak kita lahir?
  2. Apakah kita bersedia dipulihkan oleh Tuhan dengan cara membuka diri agar kuasa pengampunan Kristus di kayu salib menyentuh hati kita?

 

Salam Pemulihan,
Riajos

1 Comment

  1. justin

    Saya juga mempunyai pengalaman yang pahit. dan selama saya menyimpan dendam, hidup saya tidak tenang. puji Tuhan setelah saya mengampuni orang tersebut saya merasakan hidup saya kembali bersemangat. Syukur kepada Tuhan atas kasihnya. Amen

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • #PekaTerhadapKaryaAllah
    Ada paham yang mengatakan bahwa karya Allah terbagi dalam periode waktu. Dahulu Bapa mencipta, lalu kemudian berhenti dan digantikan...
  • #hidupdalamkasihkarunia
    “… tetapi di bawah kasih karunia.” (Roma 6:14-15) Dua kali Paulus, di dalam bacaan kita Minggu ini, menegaskan bahwa...
  • #MenjadikanTuhanYangUtamaDalamHidup
    Selamat ulangtahun jemaat GKI Pondok Indah! Telah 36 tahun Allah merahmati kita dengan kesempatan untuk mengambil bagian ke dalam...
  • #eskylmenoi #errimmenoi
    Melihat orang banyak itu, tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka lelah dan terlantar seperti domba...
  • #menjadimuridKristus
    Ketika melihat Dia mereka menyembah-Nya, tetapi beberapa orang ragu-ragu. (Matius 28:17) Paul Tillich, seorang teolog sohor, pernah berujar, “Doubt...
Kegiatan