Mengaku Dosa

Daniel 9:1-19

1 Komentar 214 Views

Maka aku memohon kepada TUHAN, Allahku, dan mengaku dosaku …. (Dan. 9:4)

Setiap hari Minggu, di dalam ibadah, kita mengaku dosa di hadapan Tuhan. Terkadang, pengakuan dosa itu menjadi rutinitas. Kata-kata doa kita aminkan karena telah diucapkan oleh pemimpin doa, atau telah tertulis dalam tata ibadah. Dosa yang diakui pun klise dan dianggap sebagai persoalan orang lain, bukan diri sendiri. Agar pengakuan dosa menjadi efektif, maka diperlukan kesadaran untuk mengakuinya dengan sungguh.

Daniel mengaku dosa kepada Tuhan. Dosa yang dilakukan bukan oleh dirinya sebagai pribadi, namun dosa bangsanya. Dalam pengakuan dosanya, Daniel tidak menganggap diri lebih suci atau benar dari bangsanya, atau dari pendahulunya. Melainkan, ia mengaku dosa sebagai bagian dari bangsa yang tidak taat kepada Tuhan, dan tidak mendengarkan apa yang disampaikan para nabi. Daniel berdoa mengaku dosa bagi bangsanya, sekaligus menempatkan diri sebagai bagian dari bangsa itu. Daniel berbela rasa dan merendahkan diri di hadapan Tuhan.

Menempatkan diri sebagai bagian dari bangsa yang berdosa, membuat kita memiliki empati dan rasa tanggung jawab. Dengan demikian, pengakuan dosa bukan sekadar bagian dalam tata ibadah di hari Minggu, namun menjadi ungkapan kerendahan hati dan komitmen kita kepada Tuhan. Pengakuan dosa pun tidak hanya sebatas di hari Minggu, namun dalam keseharian, kita mengaku dosa kepada Tuhan. [Pdt. Novita Sutanto]

DOA:
Tuhan, kami memohon ampun atas dosa-dosa bangsa dan negara kami. Amin.

Ayat Pendukung: Mzm. 4; Dan. 9:1-19; 1Yoh. 2:18-25
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

1 Comment

  1. Julius Leman Anggota Jemaat GKE Langkai di kota Palangka Raya .

    Syalom . TYM. ibu Pdt. Novita Sutanto. Sangat bagus dan memberikan bimbingan kepada kita sebagai orang atau umat yang percaya bahwa Jesus Kristus adalah Tuhan dan Juru Selamat kita . Amin.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Allah Mengenalku
    Mazmur 139:1-12, 23-24
    Selidikilah aku, ya Allah, dan selamilah hatiku, ujilah aku dan ketahuilah pikiran-pikiranku; (Mazmur 139:23) Maya duduk hening di bangku...
  • Bahagia Karena Menemukan Makna
    Matius 13:10-17
    Namun, berbahagialah matamu karena melihat dan telingamu karena mendengar. (Matius 13:16) Budi termenung. Langit senja seolah melukiskan kerinduan dalam...
  • Kasih Bagi Yang Rentan
    Yeremia 49:7-11
    “Tinggalkanlah anak-anak yatimmu, Aku akan menghidupi mereka; biarlah janda-jandamu menaruh kepercayaan pada-Ku!” (Yeremia 49:11) Seorang konglomerat besar yang merasa...
  • Tidak Sendirian
    Mazmur 142
    Aku berseru-seru kepada-Mu, ya TUHAN, kataku, “Engkaulah tempat perlindunganku, bagianku di negeri orang hidup!” (Mazmur 142:6) Semua orang, dalam...
  • Bukan Sekadar Mengaminkan
    Matius 13:1-9, 18-23
    “Yang ditaburkan di tanah yang baik artinya orang mendengar firman itu dan mengerti, dan karena itu ia berbuah, ada...