Menderita Berulang?

Ibrani 9:24-28

Belum ada komentar 46 Views

Apakah Yesus harus berulang-ulang disalib karena dosa kita?

Suatu kali seorang anak bertanya kepada ayahnya, “Apa itu Papa?” Papanya menjawab singkat, “Itu burung parkit, Nak!” Tidak lama kemudian, si anak bertanya kembali, “Apa itu Papa?” Papanya menjawab singkat, “Itu burung parkit, Nak!” sampai 21 kali si anak bertanya kepada Sang Ayah dan dia tetap menjawab, “Itu burung parkit, Nak!”

Apakah Yesus perlu berulang-ulang disalib karena kita berulang-ulang jatuh di dalam dosa? Seperti ayah dalam kisah di atas, Yesus hanya perlu menjelaskan berulang-ulang dengan penuh kelembutan dan cinta. Ia cukup mati satu kali dan masuk ke alam maut agar kita diselamatkan. Namun dalam perjalanan hidup kita, kita jatuh, bangun, jatuh di tempat yang sama dan Dia bangunkan lagi kita. Sampai kapan? Selama Dia berikan kita kesempatan hidup, Dia akan berikan kesempatan untuk menjelaskan betapa cintaNya Dia kepada kita.

DeritaNya cukup satu kali karena kuasaNya cukup untuk menghapus dosa dunia. Namun apakah cukup satu kali kita mengaku dosa dan selanjutnya berdosa kembali? Hati-hati, sebab saat kita melakukan pelanggaran dan dosa seakan kita sedang mengatakan, “Tuhan Yesus, menderitalah sekali lagi karena belum cukup penderitaanMu bagiku 2000 tahun yang lalu itu!”

Pertanyaannya,

  1. Apakah kita sungguh-sungguh menghargai penderitaaNya di Kayu Salib itu sebagai karya besar kasih Tuhan bagi kelepasan dosa kita?
  2. Sudahkah kita berulang-ulang menunjukkan syukur kita melalui kata, karya, keluarga, dan keputusan kita?

Bapa di Surga, ingatkan kami selalu bahwa penderitaanMu cukup buat kami hidup bagiMu seumur hidup kami. Dalam Kristus yang mati dan bangkit buat kami. Amin.

RJS

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • Berjumpa SANG RAJA dalam Kehinaan
    Yehezkiel 34:11-16, 20-24; Mazmur 95:1-7; Efesus 1:15-23; Matius 25: 31-46
    Skenarionya, bukan saya mengerti apa yang saya lakukan, melainkan saya melakukan suatu perbuatan itu -baik atau jahat- sebagai sesuatu...
  • Kepercayaan Dan Tanggung Jawab
    MATIUS 25: 14-30
    “Wenn Gott einmal bei der Arbeit erwischt hat, dem schickt er zur Strafe immer wieder neue.” (Sekali Tuhan mendapati...
  • Allah itu Besar Kita itu Kecil
    I Tesalonika 4: 13-18
    Setelah manusia mati, kemana? Konsep Surga atau Rumah Bapa menjadi misteri bagi banyak orang di Tesalonika, yang sebagian berasal...
  • Keadilan Tuhan Dinyatakan
    Mikha 3:5-12; Mazmur 43; 1 Tesalonika 2:9-13; Matius 23:1-12
    Mengapa Tuhan Yesus pada akhir hidup-Nya di Kayu Salib berkata: “Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa...
  • Luka di Hati, Bukan Prasasti
    Imamat 19:1-2, 15-18; Mazmur 1; 1 Tesalonika 2:1-8; Matius 22:34-46
    Siapa yang tidak tahu tentang luka? Kerusakan yang terjadi pada diri sendiri dan seringkali akan menimbulkan rasa sakit. Rasa...
Kegiatan