Mendengar Suara Tuhan

Mazmur 95

Belum ada komentar 400 Views

Pada hari ini, sekiranya kamu mendengar suara-Nya! Jangan keraskan hatimu seperti di Meriba …. (Mzm. 95:7-8)

Apa alasan utama kita tidak mau mendengar pendapat orang lain? Kita merasa sudah tahu! Ya, kalau sudah tahu mengapa harus mendengar lagi? Sikap ini berbahaya. John Wheeler, seorang fisikawan mengatakan, “Saat pengetahuan kita bertambah, sifat ketidakpedulian kita juga semakin besar.” Dengan kata lain, kesombongan akan menutupi mata hati kita untuk melihat kebenaran. Sebaliknya, orang yang rendah hati akan selalu melihat dan mendengar sehingga hidupnya akan menjadi semakin lebih baik.

Israel, selain mempunyai sebutan umat pilihan Allah juga punya julukan bangsa yang tegar tengkuk; bangsa yang sulit untuk mendengar dan melakukan apa yang diperintahkan Allah. Contohnya ketika mereka berada di Meriba, kisahnya dicatat dalam Keluaran 17:1-7. Mereka bersungut-sungut lantaran kekurangan air. Mereka disebut “suatu bangsa yang sesat hati, dan mereka itu tidak mengenal jalan-Ku” (Mzm. 95:10). Akibat ulah mereka, TUHAN mendatangkan penghukuman. Fatal. Mereka tidak akan masuk ke tempat perhentian TUHAN!

Tentu, TUHAN tidak menginginkan kita seperti Israel yang tegar tengkuk. Ia ingin kita mendengar suara-Nya. Mendengar berarti sekaligus melakukannya. Bagaimana TUHAN memperdengarkan suara-Nya? Ada banyak cara. Bisa melalui mimbar gereja, perenungan saat teduh, pembinaan iman, teguran teman atau peristiwa kehidupan. Pada saat kita mendengar- Nya, jangan pernah mengeraskan hati! [Pdt. Nanang]

REFLEKSI:
Mendengar suara TUHAN artinya bersedia melakukan apa yang didengar!

Ayat Pendukung: Mzm. 95; Kel. 16:9-21; Ef. 2:11-22
Bahan: Wasiat, renungan keluarga

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • YANG TERBESAR
    Matius 18:1-5
    Oleh sebab itu, siapa saja yang merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam Kerajaan...
  • Syukuri Masa Kini
    Bilangan 11:1-9
    Suatu ketika bangsa itu bersungut-sungut di hadapan TUHAN tentang kemalangan mereka. Mendengar itu menyalalah murka TUHAN. Lalu api TUHAN...
  • Mencintai Taurat
    Mazmur 119:97-104
    Betapa kucintai Taurat-Mu! Aku merenungkannya sepanjang hari. (Mazmur 119:97) Di jalanan, banyak orang tidak peduli pada aturan atau tata...
  • Iri Hati
    Matius 20:1-16
    “Tidakkah aku boleh mempergunakan milikku menurut kehendak hatiku? Atau iri hatikah engkau, karena aku murah hati?” (Matius 20:15) Iri...
  • Muliakan Tuhan Dengan Kekayaan
    Matius 19:23-30
    “Sekaii lagi Aku berkata kepadamu: Lebih mudah seekor unta melewati lubang jarum daripada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan...