Menanti: bersukacita dalam Tuhan

Filipi 4:4-7

Belum ada komentar 154 Views

Bagaimana mungkin kita bisa bersukacita ketika situasi di sekitar kita sungguh tidak menyenangkan? Apalagi ketika hidup kita sendiri sungguh tidak menyenangkan. Alih-alih bersukacita, rasanya adven ini justru harus kita jalani dalam duka dan pergumulan! Rasanya tema ‘bersukacita’ sungguh tidak masuk di akal ketika kita menanggung sakit yang berat, ketika kelesuan ekonomi berdampak dalam hidup kita, ketika kasus di DPR sungguh menyakiti hati kita!

Tetapi sungguh menarik ketika kita membaca ajakan untuk bersukacita dalam surat Filipi. Karena seruan sukacita ini justru disuarakan oleh Rasul Paulus, justru ketika ia sedang dipenjara (Fil. 1:7,14). Rasul Paulus mengajak kita bersukacita DALAM TUHAN! Artinya, fokus kita memang bukan apa yang kita alami namun Tuhan!

Ada banyak hal bisa terjadi dan kita alami dalam masa penantian. Hal-hal yang menyenangkan maupun yang menyedihkan. Tetapi ketika kita fokus kepada Tuhan, kebaikan-Nya, kasih-Nya, anugerah-Nya, maka kita akan dimampukan untuk tetap bisa bersukacita di tengah berbagai pergumulan hidup. Ketika beban hidup begitu berat sehingga hampir merampas fokus kita dari Tuhan, bawalah semua itu dalam doa. Biarkan Tuhan ikut menanggung dan mengambil alih beban hidup kita.

Mari menanti dengan tetap bersukacita dalam Tuhan! Mengeluh justru makin menambah beban, tetapi dengan bersukacita dalam Tuhan, semoga beban akan semakin ringan. Kiranya lilin warna merah jambu boleh menginspirasi kita dan merekahkan sukacita kita di masa penantian ini.

Tuhan memberkati!

RDj

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • #kekelamandosa #belaskasihAllah #datangdanpulihkanlah
    Yesaya 64:1-9; Mazmur 80:2-8, 18-20; 1 Korintus 1:3-9; Markus 13:24-37
    Hari ini kita memasuki masa Advent (adventus = kedatangan). Dalam empat minggu sebelum Natal, kita akan berada dalam masa...
  • Berjumpa SANG RAJA dalam Kehinaan
    Yehezkiel 34:11-16, 20-24; Mazmur 95:1-7; Efesus 1:15-23; Matius 25: 31-46
    Skenarionya, bukan saya mengerti apa yang saya lakukan, melainkan saya melakukan suatu perbuatan itu -baik atau jahat- sebagai sesuatu...
  • Kepercayaan Dan Tanggung Jawab
    MATIUS 25: 14-30
    “Wenn Gott einmal bei der Arbeit erwischt hat, dem schickt er zur Strafe immer wieder neue.” (Sekali Tuhan mendapati...
  • Allah itu Besar Kita itu Kecil
    I Tesalonika 4: 13-18
    Setelah manusia mati, kemana? Konsep Surga atau Rumah Bapa menjadi misteri bagi banyak orang di Tesalonika, yang sebagian berasal...
  • Keadilan Tuhan Dinyatakan
    Mikha 3:5-12; Mazmur 43; 1 Tesalonika 2:9-13; Matius 23:1-12
    Mengapa Tuhan Yesus pada akhir hidup-Nya di Kayu Salib berkata: “Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa...
Kegiatan