Menanti: bersukacita dalam Tuhan

Filipi 4:4-7

Belum ada komentar 173 Views

Bagaimana mungkin kita bisa bersukacita ketika situasi di sekitar kita sungguh tidak menyenangkan? Apalagi ketika hidup kita sendiri sungguh tidak menyenangkan. Alih-alih bersukacita, rasanya adven ini justru harus kita jalani dalam duka dan pergumulan! Rasanya tema ‘bersukacita’ sungguh tidak masuk di akal ketika kita menanggung sakit yang berat, ketika kelesuan ekonomi berdampak dalam hidup kita, ketika kasus di DPR sungguh menyakiti hati kita!

Tetapi sungguh menarik ketika kita membaca ajakan untuk bersukacita dalam surat Filipi. Karena seruan sukacita ini justru disuarakan oleh Rasul Paulus, justru ketika ia sedang dipenjara (Fil. 1:7,14). Rasul Paulus mengajak kita bersukacita DALAM TUHAN! Artinya, fokus kita memang bukan apa yang kita alami namun Tuhan!

Ada banyak hal bisa terjadi dan kita alami dalam masa penantian. Hal-hal yang menyenangkan maupun yang menyedihkan. Tetapi ketika kita fokus kepada Tuhan, kebaikan-Nya, kasih-Nya, anugerah-Nya, maka kita akan dimampukan untuk tetap bisa bersukacita di tengah berbagai pergumulan hidup. Ketika beban hidup begitu berat sehingga hampir merampas fokus kita dari Tuhan, bawalah semua itu dalam doa. Biarkan Tuhan ikut menanggung dan mengambil alih beban hidup kita.

Mari menanti dengan tetap bersukacita dalam Tuhan! Mengeluh justru makin menambah beban, tetapi dengan bersukacita dalam Tuhan, semoga beban akan semakin ringan. Kiranya lilin warna merah jambu boleh menginspirasi kita dan merekahkan sukacita kita di masa penantian ini.

Tuhan memberkati!

RDj

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • Memilih Menyuarakan Kebenaran
    Markus 8:27-38
    Siapa sih di dunia ini yang ingin mendengarkan kebohongan atau mendengarkan sesuatu yang tidak sebenarnya? Rasanya setiap kita ingin...
  • Iman Yang Membebaskan
    Markus 7: 24-37
    Kebebasan adalah hal yang mendasar dalam kehidupan manusia dan seharusnya mencirikan martabat manusia yang bertanggung jawab dalam menentukan dirinya...
  • Hidup Dalam Dia, Cukuplah
    Ulangan 4:1-2, 6-9; Mzmur 15; Yakobus 1:17-27; Markus 7:1-8,14-15,21-23
    Mengenal firman dan menghidupi firman menjadi cara kita hidup di dalam Dia. Hidup di dalam Dia bukan hanya ditandai...
  • Pemeliharaan Allah, Cukuplah
    Yosua 24:1-2,14-18; Mazmur 34:16-23; Efesus 6:10-20; Yohanes 6:56-69
    Berjalan bersama, mengalami bersama adalah cara kita membuktikan kasih penyertaan Tuhan dalam hidup. Peristiwa demi peristiwa baik di saat...
  • Hidup Berhikmat, Cukuplah
    Yohanes 6:51-58
    Bagaimana kamu hidup? Pernahkah kita memperhatikan bagaimana kita hidup, mencermati, mengevaluasi dan merefleksikannya? Bagaimana kita telah mempergunakan waktu yang...