Melawan Pencobaan

Menang Melawan Pencobaan

Ulangan 26:1-11; Mazmur 91:1-2, 9-16; Roma 10:8-13; Lukas 4:1-13

Belum ada komentar 193 Views

Ada sebuah formulasi yang berulang terjadi dalam kisah pencobaan di padang gurun. Yesus selesai berpuasa menjadi konteks cerita lalu muncul pencobaan pertama soal makanan diikuti dengan pencobaan soal harta dan kekuasaan. Ketiga hal yang begitu dekat dengan kebutuhan dan keinginan manusia. Setiap kali iblis mencobai, ia menggunakan referensi firman Allah dan Yesus melakukan hal yang sama dalam rangka menolak godaan iblis. Firman Allah bukanlah mantra untuk melawan pencobaan tetapi yang ingin ditunjukkan di sini adalah tentang kedekatan, keintiman Yesus dengan Allah yang menumbuhkan kepercayaan.

Relasi yang dibangun dalam kedekatan yang kuat menumbuhkan kepercayaan, hal ini berlaku untuk semua bentuk relasi. Kekuatan Yesus menjawab setiap pencobaan terletak dari kebergantungan-Nya kepada Sang Bapa. Kedalaman relasi yang tidak mudah dihancurkan dengan kebutuhan manusia yang paling utama sekalipun seperti makanan di tengah situasi kelaparan. Kemendesakan, persoalan genting bukanlah alasan untuk meragukan apa yang dipercayai-Nya tetapi sebaliknya menjadi landasan untuk menjawab persoalan tersebut. Mengkongritkan apa yang dipercayai dalam persoalan hidup. Dalam pra paska pertama ini, kita diajak untuk menghayati kedalaman relasi dengan Allah untuk menumbuhkan kepercayaan dan menghidupinya dalam persoalan hidup setiap hari.

Trust is at the heart of our relationship with God and with each other (David Lose).

DVA

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • Berjumpa SANG RAJA dalam Kehinaan
    Yehezkiel 34:11-16, 20-24; Mazmur 95:1-7; Efesus 1:15-23; Matius 25: 31-46
    Skenarionya, bukan saya mengerti apa yang saya lakukan, melainkan saya melakukan suatu perbuatan itu -baik atau jahat- sebagai sesuatu...
  • Kepercayaan Dan Tanggung Jawab
    MATIUS 25: 14-30
    “Wenn Gott einmal bei der Arbeit erwischt hat, dem schickt er zur Strafe immer wieder neue.” (Sekali Tuhan mendapati...
  • Allah itu Besar Kita itu Kecil
    I Tesalonika 4: 13-18
    Setelah manusia mati, kemana? Konsep Surga atau Rumah Bapa menjadi misteri bagi banyak orang di Tesalonika, yang sebagian berasal...
  • Keadilan Tuhan Dinyatakan
    Mikha 3:5-12; Mazmur 43; 1 Tesalonika 2:9-13; Matius 23:1-12
    Mengapa Tuhan Yesus pada akhir hidup-Nya di Kayu Salib berkata: “Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa...
  • Luka di Hati, Bukan Prasasti
    Imamat 19:1-2, 15-18; Mazmur 1; 1 Tesalonika 2:1-8; Matius 22:34-46
    Siapa yang tidak tahu tentang luka? Kerusakan yang terjadi pada diri sendiri dan seringkali akan menimbulkan rasa sakit. Rasa...
Kegiatan