Siapa yang berkata-kata dari dirinya sendiri, ia mencari hormat bagi dirinya sendiri, tetapi siapa yang mencari hormat bagi Dia yang mengutusnya, ia benar dan tidak ada ketidakbenaran padanya. (Yohanes 7:18)
Soli Deo Gloria! Kemuliaan hanya bagi Allah. Ungkapan ini sudah akrab bagi kita. Namun, terkadang ia hanya menjadi slogan—manis diucapkan, tetapi tidak terwujud dalam tindakan. Pementingan diri dan manipulasi kerap dilakukan. Nama Tuhan dibawa-bawa, tetapi kemuliaan-Nya “dicuri” demi diri sendiri.
Yesus Kristus mengingatkan hal itu dengan gamblang di hadapan para pemuka Yahudi. Mereka heran dengan apa yang dilakukan-Nya. Pengetahuan Yesus sangat memukau mereka. Namun, Yesus tidak manipulatif. Ia mengatakan dengan jujur bahwa ajaran-Nya berasal dari Bapa yang mengutus-Nya. Yesus tidak menepuk dada di hadapan para pemuka Yahudi. Anehnya, para pemuka itu justru berpikir Yesus kerasukan setan dan berusaha membunuh-Nya. Mereka merasa terhina dengan apa yang Yesus lakukan. Hal ini membuktikan bahwa yang mereka muliakan bukanlah Tuhan, melainkan diri mereka sendiri. Mereka telah “mencuri” kemuliaan Tuhan.
Sahabat, janganlah bersikap manipulatif! Kristus mengajarkan serta memberikan teladan untuk hidup dan melayani dengan jujur dan tulus. Allah di dalam Kristuslah yang harus dimuliakan dalam segala sesuatu yang kita lakukan. Jika kita menjadi pemuka, maka kita harus menunjuk kepada Kristus, bukan kepada diri sendiri. Kalaupun kita bukan pemuka, Kristus tetaplah yang harus kita muliakan dalam segala sesuatu yang kita lakukan. [Pdt. Hariman A. Pattianakotta]
REFLEKSI:
Muliakan Allah bukan hanya dengan kata. Kata bisa manipulatif! Muliakanlah Tuhan dengan perilaku yang jujur dan tulus.
Ayat Pendukung: Yer. 2:4-13; Mzm. 81; Yoh. 7:14-31, 37-39
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.




Komentar Anda
Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.