Memperjuangkan Keadilan

Am. 5:6-7, 10-15 dan Mark. 10:17-31

Belum ada komentar 223 Views

Pemulihan yang diharapkan datang dari Allah untuk umat Israel diberitakan dengan menyerukan perubahan sikap hidup. Amos mengkritisi perilaku tidak adil yang dilakukan umat dalam rangka kenyamanan diri. Mempermiskin orang lain supaya kekayaan diri makin berlimpah. Membengkokkan keadilan agar diluputkan dari teguran dan hukuman. Keserakahan telah membutakan mata mereka untuk menegakkan keadilan bagi orang lain. Keserakahan telah menulikan telinga mereka terhadap teguran dan nasihat Allah. Amos memanggil umat untuk mengubah hidup mereka dengan mewujudkan keadilan dalam hidup. Keadilan ditegakkan agar kebaikan meliputi kehidupan mereka.

Kerinduan untuk memperoleh hidup yang kekal mendorong orang kaya itu dengan semangat menjumpai Yesus yang dianggap bijak untuk memberikan nasihat atau mungkin memuji hidupnya yang telah berjuang untuk taat pada hukum Taurat. Kata kekal dipahami tetap, tidak berubah, selama-lamanya. Apa yang dicari orang kaya ini? Ia ingin hidup selama-lamanya dalam kondisi yang ada sekarang. Apa yang dihadapi saat ini, dapat dengan pasti kita dapat menduga orang ini adalah orang kaya dengan keterangan “sebab banyak hartanya.” Ia ingin mempertahankan kondisinya selama-lamanya. Ia ingin berada dalam kelimpahan seperti yang ia alami saat ini maka ketika justru Yesus memintanya untuk melepas apa yang membuatnya nyaman dan senang, hal itu mendatangkan kesedihan dalam dirinya. Ia pergi karena jawaban Yesus tak terduga. Membagi apa yang telah dikumpulkan dengan cuma-cuma terlalu berat untuk dilakukan. Yesus melanjutkan pengajaran-Nya untuk menjadi pengikut-Nya adalah bersedia melepas untuk menggengam Yesus dalam kehendak-Nya lebih kuat.

Kita percaya bahwa kehidupan keluarga kita dipelihara Allah baik adanya. Keyakinan itu seharusnya membawa cara pandangan baru dalam hidup kita dalam mengelola apa yang miliki atau apa yang ingin kita miliki. Memperjuangkan hidup sejahtera tidak membuat kita bersikap serakah, tidak peduli pada penderitaan orang lain, dan tidak adil. Perjuangan untuk memelihara hidup keluarga dengan baik jangan sampai membuat kita menjadi pelaku-pelaku kejahatan dan mengabaikan ketaatan kita pada kehendak Allah. Minggu ini mengingatkan kita sebagai sebuah keluarga bagaimana mewujudkan keadilan dan kebenaran di tengah apa yang kita kerjakan setiap hari. Mencetak generasi yang adil, peka akan kebutuhan orang lain, dan taat pada kehendak Allah dimulai dari dalam keluarga yang mengajarkan nilai kebenaran dan keadilan sebagai nilai kehidupan yang dijunjung tinggi. Sayangnya keluarga jaman now seringkali lupa untuk memperkenalkan nilai-nilai mulia dalam keluarga.

DVA

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • Bebaskan Aku Dari Yang Tidak Kusadari
    Bilangan 11:4-6,10-16,24-29
    Kesadaran adalah hal yang biasa kita dengar. Namun biasa didengar bukan berarti mudah untuk dilakukan. Kerapkali dalam melakukan hal...
  • Tidak Mengerti Namun Segan Menanyakannya
    Markus 9:30-37
    Bertanya adalah bagian dari proses belajar. Dengan bertanya kita membuka ruang untuk berdialog, membagi dan mendapat pengertian yang baru....
  • Memilih Menyuarakan Kebenaran
    Markus 8:27-38
    Siapa sih di dunia ini yang ingin mendengarkan kebohongan atau mendengarkan sesuatu yang tidak sebenarnya? Rasanya setiap kita ingin...
  • Iman Yang Membebaskan
    Markus 7: 24-37
    Kebebasan adalah hal yang mendasar dalam kehidupan manusia dan seharusnya mencirikan martabat manusia yang bertanggung jawab dalam menentukan dirinya...
  • Hidup Dalam Dia, Cukuplah
    Ulangan 4:1-2, 6-9; Mzmur 15; Yakobus 1:17-27; Markus 7:1-8,14-15,21-23
    Mengenal firman dan menghidupi firman menjadi cara kita hidup di dalam Dia. Hidup di dalam Dia bukan hanya ditandai...