Memilih Kehidupan

Ulangan 30:19

Belum ada komentar 181 Views

Tidaklah mudah untuk hidup dengan setia di dunia yang penuh dengan sifat mendua. Batas antara cinta dan benci, kebaikan dan kejahatan, keindahan dan rupa buruk, sikap kepahlawanan dan pengecut, tidak terlalu jelas dan sulit untuk dilihat. Meskipun sulit, kita harus belajar menentukan pilihan-pilihan yang bijaksana.

“Memilih kehidupan”, itulah panggilan Allah bagi kita. Dalam hidup ini, kita diharuskan untuk memilih. Kehidupan dan kematian selalu membayangi kita baik itu dalam imajinasi, pikiran, kata-kata, sikap, dan tindakan kita, bahkan ketika kita diam saja.

Di balik tindakan yang menyatakan pilihan kita atas kehidupan, masih saja dapat tersimpan pikiran dan perasaan yang cenderung kepada kematian. Pertanyaan yang paling penting bukanlah, “Apakah saya membunuh ?” tetapi “Apakah saya membawa berkat atau kutuk ?” Sebab, tindakan membunuh hanyalah keputusan terakhir yang diawali dari rasa benci, dendam dan iri hati.

Kalau kita secara kritis meneliti pikiran dan perasaan yang memenuhi batin kita, mungkin kita akan merasa ngeri. Ternyata begitu sering kita memillih kematian bukan kehidupan, memilih kutuk, bukan berkat. Iri hati, marah, dendam, nafsu, serakah, benci dan perasaan-perasaan sejenis itu ternyata menyelimuti kehidupan batin kita. Sering kali kita membiarkan semua perasaan itu tinggal dalam hati kita dan merusak pribadi kita.

Tetapi, Allah menghendaki kita untuk memilih kehidupan dan berkat. Untuk itu hal penting yang perlu dilakukan adalah sungguh-sungguh berusaha agar kekuatan hidup menguasai pikiran dan perasaan kita, dan sekaligus mewaspadai kekuatan maut yang menyusup dan berusaha memengaruhi batin kita. Tindakan seperti ini tidak selalu dapat dikerjakan sendiri. Kita perlu orang lain untuk mendampingi agar kita memilih kehidupan dan bukan kematian.

(tt)

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • Iman Yang Membebaskan
    Markus 7: 24-37
    Kebebasan adalah hal yang mendasar dalam kehidupan manusia dan seharusnya mencirikan martabat manusia yang bertanggung jawab dalam menentukan dirinya...
  • Hidup Dalam Dia, Cukuplah
    Ulangan 4:1-2, 6-9; Mzmur 15; Yakobus 1:17-27; Markus 7:1-8,14-15,21-23
    Mengenal firman dan menghidupi firman menjadi cara kita hidup di dalam Dia. Hidup di dalam Dia bukan hanya ditandai...
  • Pemeliharaan Allah, Cukuplah
    Yosua 24:1-2,14-18; Mazmur 34:16-23; Efesus 6:10-20; Yohanes 6:56-69
    Berjalan bersama, mengalami bersama adalah cara kita membuktikan kasih penyertaan Tuhan dalam hidup. Peristiwa demi peristiwa baik di saat...
  • Hidup Berhikmat, Cukuplah
    Yohanes 6:51-58
    Bagaimana kamu hidup? Pernahkah kita memperhatikan bagaimana kita hidup, mencermati, mengevaluasi dan merefleksikannya? Bagaimana kita telah mempergunakan waktu yang...
  • Roti Hidup
    1 Raja-raja 19:4-8; Mazmur 34:2-9; Efesus 4:25-5:2; Yohanes 6:35, 41-51
    Roti adalah salah satu jenis makanan yang dapat membuat manusia bertahan hidup, jika dalam kebiasaan bangsa lain bisa nasi,...