pergumulan hidup

Memenangkan Pergumulan Hidup

Roma 7:15-25

Belum ada komentar 1023 Views

Semua manusia mengalami pergumulan yang sangat bervariasi dalam hidup. Menjadi Pengikut YESUS (Kristen) bukan berarti bebas dari pergumulan. Kekristenan tidak mengambil pergumulan hidup kita tetapi mengajar kita menjadi pemenang dalam setiap pergumulan. 2 langkah penting untuk menang dalam pergumulan :

Pertama, Mati bagi dosa dan hidup bagi Allah
Kedua, Tidak membiarkan dosa menguasai kita.

Jadi dapat disimpulkan bahwa hidup dalam kuasa dosa sama dengan menuai kegagalan dalam hidup. Karena dosa merusak hubungan manusia dengan manusia, manusia dengan Allah.

Menurut Rasul Paulus inilah pergumulan besar dan serius. Pergumulan hidup yang sesungguhnya tidak terletak pada pergumulan materi, retaknya relasi, kehilangan pekerjaan dan lain-lain, tetapi pada pergumulan melawan kuasa dosa. Rasul Paulus pun, jatuh bangun dalam perjuangan ini. Dalam Roma 7:15,19, dua kali Paulus menyatakan pergumulan batinnya :

“Sebab apa yang aku perbuat aku tidak tahu. Karena bukan apa yang aku kehendaki yang aku perbuat, tetapi apa yang aku benci itulah yang aku perbuat.”

Maksudnya, kemenangan hidup sebagai orang Kristen tidak berdasarkan keinginan atau kehendak dirinya. Misalnya, ingin hidup benar, ingin tinggalkan dosa.Tetapi dengan mengandalkan KUASA KRISTUS dalam pergumulan hidup. Menang dalam pergumulan hidup semata adalah anugerah Tuhan bagi orang percaya dan bukan kehendak atau kekuatannya. Maka Paulus akhiri dengan berkata : “Syukur kepada Allah oleh Yesus Kristus Tuhan kita.”

LS

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • Berjumpa SANG RAJA dalam Kehinaan
    Yehezkiel 34:11-16, 20-24; Mazmur 95:1-7; Efesus 1:15-23; Matius 25: 31-46
    Skenarionya, bukan saya mengerti apa yang saya lakukan, melainkan saya melakukan suatu perbuatan itu -baik atau jahat- sebagai sesuatu...
  • Kepercayaan Dan Tanggung Jawab
    MATIUS 25: 14-30
    “Wenn Gott einmal bei der Arbeit erwischt hat, dem schickt er zur Strafe immer wieder neue.” (Sekali Tuhan mendapati...
  • Allah itu Besar Kita itu Kecil
    I Tesalonika 4: 13-18
    Setelah manusia mati, kemana? Konsep Surga atau Rumah Bapa menjadi misteri bagi banyak orang di Tesalonika, yang sebagian berasal...
  • Keadilan Tuhan Dinyatakan
    Mikha 3:5-12; Mazmur 43; 1 Tesalonika 2:9-13; Matius 23:1-12
    Mengapa Tuhan Yesus pada akhir hidup-Nya di Kayu Salib berkata: “Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa...
  • Luka di Hati, Bukan Prasasti
    Imamat 19:1-2, 15-18; Mazmur 1; 1 Tesalonika 2:1-8; Matius 22:34-46
    Siapa yang tidak tahu tentang luka? Kerusakan yang terjadi pada diri sendiri dan seringkali akan menimbulkan rasa sakit. Rasa...
Kegiatan