Memberi Yang Terbaik

Kejadian 22:15-18

Belum ada komentar 710 Views

“Aku bersumpah demi diri-Ku sendiri – demikianlah firman Tuhan -: Karena engkau telah berbuat demikian, dan engkau tidak segan-segan untuk menyerahkan anakmu yang tunggal kepada-Ku ….” (Kej. 22:16)

Tiga orang anak muda berkumpul dan berbicara soal persembahan. Orang pertama berkata: “Setiap kali saya menerima gaji maka sepuluh persen saya sisihkan sebagai persembahan.” Orang kedua tidak mau kalah, ia berkata: “Kamu, sepuluh persen? Kalau saya menyiapkan 50 persen.” Orang ketiga terdiam mendengarnya, ia berkata: “Kalau saya, selalu memberi 100 persen.” Melihat kebingungan kedua temannya, orang ketiga melanjutkan: “Setiap kali gajian, saya ambil semua uang saya, lalu saya lemparkan ke atas dan berkata Tuhan, silakan ambil berapa pun yang Tuhan mau, yang jatuh buat saya.”

Abraham diminta untuk memberikan “persembahan” bagi Tuhan. Bukan sekadar memberikan harta bendanya (ternak) yang sudah ia dapatkan, tetapi ia diminta untuk memberikan ‘harta’nya yang paling berharga, yaitu anaknya: Ishak. Anak yang lahir di masa tuanya; anak yang lahir dari kandungan istrinya. Apakah Abraham tidak mengasihi Ishak? Tentu saja Abraham mengasihi Ishak. Namun, ia menyadari bahwa ia lebih mengasihi Tuhan yang menyertainya, memberkatinya dan juga mengaruniakan Ishak. Karena itu, ia rela memberikan Ishak, anaknya sebagai persembahan.

‘Memberikan yang terbaik’ adalah bagian dari pengajaran gereja tentang persembahan. Memberikan yang terbaik bukan hanya dalam bentuk persembahan materi, tetapi juga dalam bentuk tenaga, pikiran, dan waktu. Sudahkah kita memberikan yang terbaik bagi Tuhan? Atau hanya pura-pura memberi yang terbaik? [Pdt. Engeline Chandra]

DOA:
Mampukanlah kami ya, Tuhan, agar dapat memberikan yang terbaik untuk-Mu selalu. Amin.

Ayat Pendukung: Mzm. 47; Kej. 22:15-18; 1Tes. 4:9-12
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Hidup Dalam Taurat Tuhan
    Mazmur 19
    Taurat TUHAN itu sempurna, menyegarkan jiwa; peraturan TUHAN itu teguh, memberikan hikmat kepada orang yang tak berpengalaman. (Mazmur 19:8)...
  • Pikiran Jahat
    Matius 9:2-8
    Yesus mengetahui pikiran mereka, lalu berkata, “Mengapa kamu memikirkan hal-hal yang jahat dalam hatimu?” (Matius 9:4) Dalam kehidupan kita,...
  • Belajar Berkata Benar
    Kejadian 18:13-27
    Tetapi, Sara menyangkal, katanya, “Aku tidak tertawa,” sebab ia takut. Namun, TUHAN berfirman, “Tidak, engkau memang tertawa tadi!” (Kejadian...
  • SELF TALK
    Mazmur 42
    Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku, dan gelisah di dalam diriku? Berharaplah kepada Allah! Sebab aku akan bersyukur lagi kepada-Nya,...
  • Bukan Basa-Basi
    Matius 21:23-32
    Kata Yesus kepada mereka, “Sesungguhnya Aku berkata kepadamu: Pemungut-pemungut cukai dan pelacur-pelacur mendahului kamu masuk ke dalam Kerajaan Allah....