memberi

Memberi di tengah dunia yang serakah

Belum ada komentar 111 Views

Mahatma Gandhi pernah berujar, “Bumi menyediakan cukup untuk memenuhi kebutuhan (need) setiap orang, namun tak cukup untuk keserakahan (greed) setiap orang.” Antara kebutuhan dan keserakahan, need dan greed, kerap terdapat batas yang sangat tipis. Krisis ekonomi global belakangan secara teknis muncul karena kasus subprime mortgage di Amerika Serikat; secara moral dan teologis penyebab utamanya adalah keserakahan. Uang tentulah menjadi simbol utama keserakahan. Voltaire suatu saat pernah menulis secara sarkastis, “Ketika uang dipersoalkan, maka setiap orang memeluk agama yang sama.” Saya kuatir kita bakal gagal membuktikan bahwa Voltaire keliru, karena sekalipun Alkitab penuh dengan pengajaran yang sangat berlawanan dengan pandangan Voltaire, praktik hidup tak jarang menunjukkan kebenaran ucapannya.

Itu sebabnya juga Paulus sangat serius mendukung komitmen jemaat Korintus dalam membantu jemaat Yerusalem. Ia memberi landasan teologis yang mendalam bagi jemaat yang tengah berlatih untuk memberi itu. Pertama, Paulus membalik konsep kaya yang lazim dianut di dunia (semakin banyak memperoleh dan memiliki) menjadi “kaya dalam pelayanan kasih” (ay. 7). Kedua, Kristuslah alasan utama mengapa kita memberi, yaitu karena “Ia, yang oleh karena kamu menjadi miskin, sekalipun Ia kaya, supaya kamu menjadi kaya oleh karena kemiskinan-Nya” (ay. 9). Ketiga, keinginan memberi belum sama dengan memberi, karena keinginan tersebut harus dibuktikan hingga selesai (ay. 10-11) Keempat, seni memberi akan menjadi beban jika kerelaan raib (ay. 11-12). Akhirnya, yang kelima, pemberian dilabuhkan pada visi keseimbangan (ay. 13-14).

Kisah soal keserakahan yang paling menawan saya muncul dari pena Leo Tolstoy, dengan judul, “How Much Land Does a Man Need?” Anda wajib membacanya? Jika berminat, Anda bisa memperolehnya di sini:

ja

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • Kerajaan Allah: Bukan Lokasi dan Situasi
    Lukas 4:16-21, Lukas 11:11-13
    Lalu Ia memulai mengajar mereka, kata-Nya: “Pada hari ini genaplah nas ini sewaktu kamu mendengarnya.” (Lk. 4:21) Kerajaan Allah...
  • Kembali ke Kilometer Nol
    Yeremia 6:16, Yohanes 3:5-8
    Beginilah firman TUHAN: “Ambillah tempatmu di jalan-jalan dan lihatlah, tanyakanlah jalan-jalan yang dahulu kala, di manakah jalan yang baik,...
  • (Tak) ‘Ku Tahu ‘Kan Hari Esok
    1 Samuel 2:18-20, 26; Mazmur 148; Kolose 3:12-17; Lukas 2:41-52
    Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan...
  • Melampaui Usia, Menggugah Karya
    1 Samuel 2:18-20, 26; Mazmur 148; Kolose 3:12-17; Lukas 2:41-52
    Tahukah Saudara arti kata ageisme? Ageisme atau ageism (dibaca : agis) adalah diskriminasi berdasarkan usia. Mungkin kita tidak familier...
  • Melampaui Stigma, Mencipta Persahabatan
    Setiap perjumpaan selalu melahirkan kesan baik yang positif maupun negatif. Kesan-kesan itu berkumpul, berkelindan, dan melekat sedemikian rupa sehingga...