Memandang Perbedaan dari Kacamata Kristus

Memandang Perbedaan dari Kacamata Kristus

Belum ada komentar 22 Views

Saya pernah mengajak anak saya mendengar salah satu oskestra dan menanyakan kepadanya, bunyi alat musik apa yang ia dengar saat itu. Lalu ia mulai mendengarkan dengan seksama sambil mengira-ngira, bunyi alat musik yang ia ketahui.

Menurut saudara, untuk menciptakan sebuah musik Orkestra yang indah, apakah sebuah bunyi alat musik harus lebih kuat dibandingkan alat musik lainnya? Tentu akhirnya mereka harus memerhatikan panduan conductor agar kekacauan tidak terjadi. Sebaliknya, agar tercipta lantunan musik yang indah, semua pemain orkestra haruslah memainkan alat musiknya sesuai instruksi.

Paulus juga mengajak kita untuk menggunakan kacamata yang sama berdasarkan kepemimpinan Kristus. Dimana kita diajak untuk tidak membedakan, bahkan tidak menonjolkan diri sendiri. Bagaikan sebuah orkestra, kita juga sedang menjalankan hidup sebagai saksi Kristus. Kacamata Kristus mengajak kita untuk melihat orang lain tidak lebih tetapi juga tidak kurang daripada sesamanya.

Itu adalah kacamata yang mengajak kita untuk menerima keberagaman untuk membangun kehidupan yang lebih baik. Pertanyaannya:

  1. Apakah kita masih membedakan seseorang berdasarkan jabatan, materi atau sukunya?
  2. Bagaimana kita menghadapi orang-orang yang masih membedakan sesamanya berdasarkan hal di atas?

Riajos

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • Bertobat dan Percayalah
    Dalam pembacaan Injil minggu ini, Yesus mengatakan empat hal yang sangat tajam dan jelas. Dua yang pertama adalah pernyataan...
  • Filipus dan Natanael
    Yohanes 1:43-51
    Injil Yohanes dalam bacaan minggu ini menunjukkan dua tipe orang beriman. Filipus yang merujuk pada Musa dan kitab Taurat,...
  • TOHU WABOHU
    Kejadian 1:1-5 dan Markus 1:4-11
    Dengan apik penulis Injil Markus menuliskan sebuah keterangan bahwa seruan pertobatan Yohanes Pembaptis justru disampaikan di tengah padang gurun...
  • Sang Kekal Diam Bersama Kita
    Yohanes 1:14
    Seorang sastrawan bernama Goenawan Moehamad menulis sebuah catatan, “Selalu ada yang bisa mengerikan dalam hubungan dengan sejarah. Tapi pada...
  • Simeon: Siap Mati dan Berani Hidup
    Lukas 2:29-30
    Salah satu sisi kelam dari pandemi Covid-19 yang paling mendukakan kita semua adalah terenggutnya kehidupan orang-orang yang kita kasihi...