MEMAHAMI

Ayub 42:7-9

Belum ada komentar 37 Views

… firman TUHAN kepada Elifas, orang Téman: “Murka-Ku menyala terhadap engkau dan terhadap kedua sahabatmu, karena kamu tidak berkata benar tentang Aku seperti hamba-Ku Ayub.” (Ayb. 42:7)

Salah satu tantangan dalam menolong sesama yang sedang bergumul dalam penderitaan adalah memahami. Pemahaman terjadi karena mendengarkan. Tanpa memahami keadaan sesama, kita tidak dapat menolong mereka. Mendengarkan untuk memahami menjadi pendorong lahirnya Client Center Therapy di dalam ilmu psikologi. Terapi dari Karl Rogers ini menolong para psikolog untuk mendengarkan dengan baik pergumulan klien mereka.

Mendengarkan, tampaknya menjadi pergumulan tersendiri bagi Elifas, Bildad dan Zofar, para sahabat Ayub. Mereka datang untuk menghibur Ayub yang sedang menderita. Sayangnya, bukannya menghibur, kehadiran mereka justru membuat Ayub marah, sampai-sampai Ayub menyebut mereka sebagai penghibur sialan (Ayb. 16:2). Allah pun murka pada mereka, karena mereka tidak berkata benar mengenai Allah (ay. 7). Tindakan Elifas, Bildad dan Zofar menunjukkan bahwa mereka tidak memahami keadaan Ayub; mereka tidak memahami pergumulan Ayub, dan kehendak Allah. Mereka membuat penilaian dan kesimpulan terhadap kondisi Ayub dan kehendak Allah, berdasarkan pemahaman mereka sendiri.

Tindakan sahabat-sahabat Ayub, mengajarkan kepada kita bahwa kepedulian dan semangat untuk menolong sesama harus dilakukan secara baik dan tepat. Kepedulian bukan sekadar kata- kata. Kepedulian dinyatakan dalam tindakan mendengarkan, belajar memahami keadaan sesama, berempati. Berdiam diri pun dapat menjadi tanda kepedulian. Lakukanlah! [Pdt. Hobert V.G. Ospara]

DOA:
Mampukanlah kami ya, Allah untuk dapat mendengarkan dan memahami sesama kami, dan juga kehendak-Mu. Amin.

Ayat Pendukung: Mzm. 34:2-9; Ayb. 42:7-9; Mrk. 8:22-26
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Berkat Tuhan Tak Berhenti
    Kejadian 25:7-11
    Setelah kematian Abraham, Allah memberkati Ishak, anaknya. (Kejadian 25:11a) Ketika seorang pemimpin besar meninggal, orang sering takut akan masa...
  • Air Mata Menjadi Sukacita
    Mazmur 126
    Pulihkanlah keadaan kami, ya TUHAN, seperti memulihkan batang air kering di Tanah Negeb! (Mazmur 126:4) Seorang petani menabur benih...
  • Mata Melihat, Hati Tergerak
    Matius 9:35-10:8
    Melihat orang banyak itu, tergeraklah hati Yesus oleh betas kasihan kepada mereka, karena mereka lelah dan terlantar seperti domba...
  • Jangan Kesampingkan Perintah Allah
    Markus 7:1-13
    Lalu Yesus berkata kepada mereka, “Sungguh pandai kamu mengesampingkan perintah Allah, supaya kamu dapat memelihara adat istiadatmu sendiri.” (Markus...
  • Memilih Dengan Nilai-Nilai Iman
    Kejadian 24:1-9
    “Tetapi, engkau harus pergi ke negeri asalku dan kepada sanak saudaraku untuk mengambil seorang istri bagi Ishak, anakku.” (Kejadian...