MELAYANI: Bersedia Berkorban

Amsal 31:10-31; Mazmur 1; Yakobus 3: 13-4:8; Markus 9:30-37

Belum ada komentar 259 Views

Pemahaman sukses sering kali diartikan menjadi lebih dari orang lain; lebih berkuasa, lebih kuat, lebih mendominasi dari orang lain. Sukses artinya mengalahkan orang lain dan jika perlu meniadakan orang lain. Menjadi sukses adalah sebuah perjuangan untuk menang dan itu berarti mengalahkan yang lain. Wajah sesama adalah wajah lawan, musuh. Dalam pemahaman sukses yang demikian maka tidak berlaku tindakan melayani. Melayani adalah pekerjaan hamba yang tidak bernilai. Melayani adalah kekalahan karena mendahulukan orang lain dan bukan diri sendiri.

Yesus mengajak kita melihat dengan cara yang berbeda. Menjadi besar (menjadi sukses) justru ditunjukkan kesediaannya untuk membangun kehidupan menjadi lebih baik, dengan demikian ia bersedia mengorbankan egonya untuk kepentingan lebih besar, bersedia merendahkan dirinya untuk mendahulukan dan menghargai orang lain. Sesuatu yang dianggap kekalahan oleh konsep dunia menjadi kemenangan dalam Kristus. Nilai diri seseorang tidak lagi ditentukan oleh kekuasaan, materi dan jabatan tetapi dilihat dari kehadirannya dalam hidup bersama. Bagaimana ia menyatu dalam persekutuan untuk saling menopang dan memperjuangkan kehidupan lebih baik. Bagaimana ia memerlakukan sesama dalam persahabatan dan kehangatan kasih. Tujuan hidupnya lebih dari sekedar kepentingannya.

Dva

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • #kekelamandosa #belaskasihAllah #datangdanpulihkanlah
    Yesaya 64:1-9; Mazmur 80:2-8, 18-20; 1 Korintus 1:3-9; Markus 13:24-37
    Hari ini kita memasuki masa Advent (adventus = kedatangan). Dalam empat minggu sebelum Natal, kita akan berada dalam masa...
  • Berjumpa SANG RAJA dalam Kehinaan
    Yehezkiel 34:11-16, 20-24; Mazmur 95:1-7; Efesus 1:15-23; Matius 25: 31-46
    Skenarionya, bukan saya mengerti apa yang saya lakukan, melainkan saya melakukan suatu perbuatan itu -baik atau jahat- sebagai sesuatu...
  • Kepercayaan Dan Tanggung Jawab
    MATIUS 25: 14-30
    “Wenn Gott einmal bei der Arbeit erwischt hat, dem schickt er zur Strafe immer wieder neue.” (Sekali Tuhan mendapati...
  • Allah itu Besar Kita itu Kecil
    I Tesalonika 4: 13-18
    Setelah manusia mati, kemana? Konsep Surga atau Rumah Bapa menjadi misteri bagi banyak orang di Tesalonika, yang sebagian berasal...
  • Keadilan Tuhan Dinyatakan
    Mikha 3:5-12; Mazmur 43; 1 Tesalonika 2:9-13; Matius 23:1-12
    Mengapa Tuhan Yesus pada akhir hidup-Nya di Kayu Salib berkata: “Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa...
Kegiatan