Mata Hati Yang Tertuju Pada Kristus atau Diri Sendiri

Mata Hati Yang Tertuju Pada Kristus atau Diri Sendiri

Belum ada komentar 75 Views

Tindakan mendengar dan kemudian memahami firman Tuhan, berbeda dengan memberlakukan firman itu dalam kehidupan sehari-hari. Firman itu bisa asyik di dengar bahkan seringkali memotivasi untuk berani melakukan kebaikan. Namun ketika mengarah pada tindakan pemberlakuan firman itu, yang terjadi adalah sebaliknya, betapa sulit dan penuh keraguan untuk berani melangkah mengikuti apa yang dikehendaki oleh Firman itu.

Kehadiran Yesus di dunia, yang saat ini dipahami melalui perkataan atau ajaran-ajaran-Nya, menimbulkan suatu situasi krisis bagi umat manusia yang dipilih-Nya. Mereka harus mengambil suatu keputusan yang seringkali bertentangan dengan kebiasaan atau gaya hidup yang ditawarkan pada umumnya, sehingga tidak heran jika kemudian menimbulkan perlawanan dari pihak lain bahkan cenderung dibenci, dimusuhi dan dianiaya dari anggota keluarganya karena keputusannya untuk percaya dan mengikut Kristus.

Api yang dilemparkan oleh Kristus adalah api yang kudus, api yang mengarah pada perwujudan kasih, keselamatan dan damai sejahtera Tuhan. Hal ini tentu bertolak belakang dengan api permusuhan, api ketidakadilan dan tindakan sewenang-wenang yang acapkali ditawarkan oleh kehidupan ini.

Kehadiran Kristus di dunia ini mengajak kita untuk mengambil bagian dalam pekerjaan mulia melemparkan api cinta kasih Tuhan, api pengampunan-Nya, api damai sejahtera, api semangat hidup, api pengharapan dan api yang menghangatkan hubungan persaudaraan antar manusia, serta api yang mendorong sesama untuk mengasihi dan melayani Allah.

Karena itu, marilah kita mengarahkan hidup kita pada pusat damai sejahtera dan bukan pada diri kita yang cenderung bersikap egosentri dan egoistis yaitu kecenderungan yang selalu tertuju kepada diri sendiri.

(TT)

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • Tidak Mengerti Namun Segan Menanyakannya
    Markus 9:30-37
    Bertanya adalah bagian dari proses belajar. Dengan bertanya kita membuka ruang untuk berdialog, membagi dan mendapat pengertian yang baru....
  • Memilih Menyuarakan Kebenaran
    Markus 8:27-38
    Siapa sih di dunia ini yang ingin mendengarkan kebohongan atau mendengarkan sesuatu yang tidak sebenarnya? Rasanya setiap kita ingin...
  • Iman Yang Membebaskan
    Markus 7: 24-37
    Kebebasan adalah hal yang mendasar dalam kehidupan manusia dan seharusnya mencirikan martabat manusia yang bertanggung jawab dalam menentukan dirinya...
  • Hidup Dalam Dia, Cukuplah
    Ulangan 4:1-2, 6-9; Mzmur 15; Yakobus 1:17-27; Markus 7:1-8,14-15,21-23
    Mengenal firman dan menghidupi firman menjadi cara kita hidup di dalam Dia. Hidup di dalam Dia bukan hanya ditandai...
  • Pemeliharaan Allah, Cukuplah
    Yosua 24:1-2,14-18; Mazmur 34:16-23; Efesus 6:10-20; Yohanes 6:56-69
    Berjalan bersama, mengalami bersama adalah cara kita membuktikan kasih penyertaan Tuhan dalam hidup. Peristiwa demi peristiwa baik di saat...