Mata Hati Yang Tertuju Pada Kristus atau Diri Sendiri

Mata Hati Yang Tertuju Pada Kristus atau Diri Sendiri

Belum ada komentar 70 Views

Tindakan mendengar dan kemudian memahami firman Tuhan, berbeda dengan memberlakukan firman itu dalam kehidupan sehari-hari. Firman itu bisa asyik di dengar bahkan seringkali memotivasi untuk berani melakukan kebaikan. Namun ketika mengarah pada tindakan pemberlakuan firman itu, yang terjadi adalah sebaliknya, betapa sulit dan penuh keraguan untuk berani melangkah mengikuti apa yang dikehendaki oleh Firman itu.

Kehadiran Yesus di dunia, yang saat ini dipahami melalui perkataan atau ajaran-ajaran-Nya, menimbulkan suatu situasi krisis bagi umat manusia yang dipilih-Nya. Mereka harus mengambil suatu keputusan yang seringkali bertentangan dengan kebiasaan atau gaya hidup yang ditawarkan pada umumnya, sehingga tidak heran jika kemudian menimbulkan perlawanan dari pihak lain bahkan cenderung dibenci, dimusuhi dan dianiaya dari anggota keluarganya karena keputusannya untuk percaya dan mengikut Kristus.

Api yang dilemparkan oleh Kristus adalah api yang kudus, api yang mengarah pada perwujudan kasih, keselamatan dan damai sejahtera Tuhan. Hal ini tentu bertolak belakang dengan api permusuhan, api ketidakadilan dan tindakan sewenang-wenang yang acapkali ditawarkan oleh kehidupan ini.

Kehadiran Kristus di dunia ini mengajak kita untuk mengambil bagian dalam pekerjaan mulia melemparkan api cinta kasih Tuhan, api pengampunan-Nya, api damai sejahtera, api semangat hidup, api pengharapan dan api yang menghangatkan hubungan persaudaraan antar manusia, serta api yang mendorong sesama untuk mengasihi dan melayani Allah.

Karena itu, marilah kita mengarahkan hidup kita pada pusat damai sejahtera dan bukan pada diri kita yang cenderung bersikap egosentri dan egoistis yaitu kecenderungan yang selalu tertuju kepada diri sendiri.

(TT)

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • Ketika Iman Menuntut Bukti
    Kisah Para Rasul 4:32-35; Mazmur 133; 1 Yohanes 1:1 -2:2: Yohanes 20:19-31
    Saudara, manusia adalah makhluk yang tidak bisa hidup tanpa rasa percaya. Setiap hal yang kita lakukan, selalu berdasar pada...
  • Kebangkitan
    Yohanes 20:1-18
    Para murid dalam duka mendalam setelah melihat Sang Guru mati disalibkan, memilih jalan masing-masing, menyibukan diri demi menghilangkan rasa...
  • Pengosongan Diri
    Filipi 2:5-11, Markus 11:1-11
    Yesus memasuki Yerusalem dengan kesadarannya akan jalan sengsara-Nya, menyambut sengsara itu dengan tangan terbuka. Kesaksian penulis injil Markus, menunjukan...
  • Pemberitaan
    Yeremia 31:31-34; Mazmur 51:2-13; Ibrani 5:5-10; Yohanes 12:20-33
    Pemberitaan apa yang menurut Saudara paling heboh akhir-akhir ini? Vaksin? Varian baru Covid 19? Atau berita tentang KLB Partai...
  • Pemberian
    Di Minggu ini, kita akan bersama diajak untuk merenungkan satu tema, yaitu Makna dalam Peristiwa Pemberian. Kisah percakapan antara...