Mata Ganti Mata Dan Seluruh Dunia Buta

Lukas 6:27-38

Belum ada komentar 96 Views

Bukan hukum “kejahatan dibalas dengan kejahatan”  yang berlaku dalam ajaran Tuhan Yesus, melainkan hukum kasih. Sebab di balik hukum kasih ini ada rahasia besar, yang sering tidak dilihat oleh mata biasa, mata yang dipenuhi keinginan untuk membalas kejahatan dengan kejahatan, membutakan rahasia rencana dan kehendak Allah dalam kehidupan seseorang.

Sokreaksa Himm seorang anak berusia 14 tahun, ia menyaksikan sendiri bagaimana tentara Khmer Merah Kamboja membantai seluruh keluarganya pada tahun 1977. Sokreaksa tidak dapat melupakan malapetaka yang menimpa keluarganya, selalu terbayang di depan matanya. Bertahun-tahun ia menyimpan dendam dan sakit hati berkepanjangan sepanjang hidupnya. Ia sama sekali tidak dapat menerima pembunuhan keji ini. Tetapi entah bagaimana, ketika Sokreaksa mulai mengenal Tuhan, mulai mengenal makna sesama manusia, hatinya perlahan mulai berubah. Dendam yang membara mulai surut, sakit hati yang tersimpan sekian lama mulai memudar. Ia belajar berdamai dengan dirinya sendiri.

Akhirnya, dengan tekad yang kuat, Sokreaksa mencari para pembunuh keluarganya, bukan untuk membalas dendam, tetapi justru datang untuk memaafkan mereka sekaligus mengampuni para pembunuhnya ini.

“Ketika Anda memaafkan, memang Anda tidak bisa mengubah masa lalu, tetapi Anda yakin bisa mengubah masa depan.” (Bernard Meltzer)

Inilah rahasia dari Hukum Kasih yang diajarkan Tuhan Yesus, yaitu untuk membuka mata hati kita agar mampu melihat masa depan dan kembali menata pengharapan yang lebih baik. Ketika mata hati manusia dibutakan oleh berbagai keinginan untuk membalas dendam, maka hidup manusia akan berada dalam kegelapan. Untuk itulah Yesus mengajar Hukum Kasih yang akan memberikan terang dan masa depan yang penuh harapan dan kedamaian.

tt

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • Berjumpa SANG RAJA dalam Kehinaan
    Yehezkiel 34:11-16, 20-24; Mazmur 95:1-7; Efesus 1:15-23; Matius 25: 31-46
    Skenarionya, bukan saya mengerti apa yang saya lakukan, melainkan saya melakukan suatu perbuatan itu -baik atau jahat- sebagai sesuatu...
  • Kepercayaan Dan Tanggung Jawab
    MATIUS 25: 14-30
    “Wenn Gott einmal bei der Arbeit erwischt hat, dem schickt er zur Strafe immer wieder neue.” (Sekali Tuhan mendapati...
  • Allah itu Besar Kita itu Kecil
    I Tesalonika 4: 13-18
    Setelah manusia mati, kemana? Konsep Surga atau Rumah Bapa menjadi misteri bagi banyak orang di Tesalonika, yang sebagian berasal...
  • Keadilan Tuhan Dinyatakan
    Mikha 3:5-12; Mazmur 43; 1 Tesalonika 2:9-13; Matius 23:1-12
    Mengapa Tuhan Yesus pada akhir hidup-Nya di Kayu Salib berkata: “Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa...
  • Luka di Hati, Bukan Prasasti
    Imamat 19:1-2, 15-18; Mazmur 1; 1 Tesalonika 2:1-8; Matius 22:34-46
    Siapa yang tidak tahu tentang luka? Kerusakan yang terjadi pada diri sendiri dan seringkali akan menimbulkan rasa sakit. Rasa...
Kegiatan