Makanlah, Perjalananmu Masih Jauh…

Belum ada komentar 27 Views

Di layar lebar ksatria logam berseliweran melanglang jagad. Dunia kini, menurut film Transformer 2 ini sudah jadi ajang kolaborasi manusia dan robot. Sang jago bernama Optimus Prime pun tumbang. Tetapi di akhir kisah Optimus terjaga dari tidur panjang. Dia kembali menegakkan kebenaran. Anehnya di tengah kedigjayaan mahluk besi itu, butiran pasirlah yang jadi nyawa pembangkit Optimus.

Di dunia nyata kita di negeri ini setelah dentum bom menyalak lagi, ketakutan kembali merambah. Kita lalu lupa pada berhala sosial sebelumnya, yaitu kursi kekuasaan, yang jadi sinetron paling dramatik dan infotainment tragedik. Sebelum bom itu berdentum kita seperti di sihir untuk berlabuh di samudra melintang-pukangnya para petinggi negeri.

Seperti orang yang kelaparan, kita gemar menyantap kenyataan hidup yang sedang kita jalani. Anehnya makin kita telan makanan itu, makin kita diburu oleh kelaparan yang akut. Di saat begitu, kita ditempelak oleh sabda Kristus, “Aku Roti Hidup!” Dek. Berhenti kita dan bertanya, “Adakah yang salah dalam diri ini?” jawabnya, Ya! Kita akan terus lapar akan kenyataan dunia ini, karena kita memberi makan diri kita sendiri. Kristus melanjutkan, “Roti ini adalah DagingKu.”

Bisakah kita, para kristiani sejati, menjadi inspirator bagi orang lain? Sanggupkah kita menjadi trend setter etos baru negeri ini? Seperti Elia yang kelak sanggup menempuh pejalanan jauh. Sebagaimana formulasi ‘Manusia Baru’-nya kitab Efesus.

Maka bagai Optimus sang perkasa, kita perlu pembangkit hidup, dan bulan budaya ini menyajikan resep kebersamaan di Jemaat, yang diramu dari bangsal keindahan negeri di persada Indonesia yang mempesona. Bukti bahwa Roti Hidup ada di diri kita. Mari menjadi saksi untuk membuktikannya…..

GB

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • Ini Aku, Jangan Takut
    Semua orang memiliki rasa takut. Rasa takut bisa disebabkan oleh berbagai penyebab dan faktor. Wajarkah manusia merasa takut? Tentu...
  • Menjadi Gembala, Membangun Relasi Dengan Sesama
    Yeremia 23:1-6; Mazmur23; Efesus 2:11-22; Markus 6:30-34, 53-56
    Sang Gembala Agung itu Allah, la membimbing kita dengan begitu baik adanya. Allah juga melibatkan kita untuk menjadi gembala-gembala...
  • Harga Dari Sebuah Kebenaran
    Amos 7:7-15; Mazmur 85:9-14; Efesus 1:3-14; Markus 6:14-29
    Apakah mengatakan hal yang benar itu mudah? Sangat tidak mudah? Apa yang membuatnya menjadi begitu sulit untuk diwujudkan? Resikonya!...
  • Allah Yang Hadir Dalam Kelemahan Dan Keterbatasan
    Yehezkiel 2:1-5; Mazmur 123; 2 Korintus 12:2-10; Markus 6:1-13
    Membicarakan kelemahan bukanlah hal mudah bagi kita karena kita terbiasa menyim- pan atau menutupi kelemahan dengan berbagai cara dan...
  • Iman Menembus Batas Ketakutan
    Markus 5:21-43
    Perikop ini berisi dua kisah yang dijalin bersamaan. Kisah pertama tentang Yairus, seorang kepala rumah ibadat, yang meminta Yesus...