baru

Lihatlah, Aku Menjadikan Segala Sesuatu Baru

Wahyu 21: 1-6

Belum ada komentar 497 Views

Ketika sedang berbelanja bahan makanan, tentu kita inginkan stock yang paling baru. Bahkan dalam rutinitas yang kita jalani, kita merindukan sebuah suasana baru supaya tidak jenuh. Jika sebagai manusia saja kita jenuh, apalagi Allah. Ia jenuh terhadap dosa kita sehingga Allah Bapa rela mengorbankan dirinya melalui Yesus Kristus supaya kita meninggalkan dosa.Ia mau kita berubah dan hidup baru bersamaNya.

Sasaran dan fokus pengharapan dari pembangunan iman pada masa Perjanjian Baru, terkhusus di dalam kitab Wahyu adalah tentang suatu dunia baru yang diubah dan telah ditebus. Dunia baru ini diyakini sebagai tempat Kristus akan berdiam dengan umat-Nya dan disanalah kebenaran sejati berdiam dalam kesempurnaan kekudusan.

Di dalam perikop Wahyu yang kita baca hari ini mau mengungkapkan secara garis besar mengenai pembaharuan bagi kehidupan setiap umat yang berusaha tetap setia di tengah situasi yang penuh dengan ancaman. Banyak ahli Alkitab menafsirkan bumi “yang baru” itu sebagai bagian kehendak Allah memulihkan semua ‘kerusakan’ di kehidupan kita. Allah mau kita berubah dengan totalitasNya yang sedia menolong kita.

 ‘Kesalahan favorit’ yang selalu saya lakukan hingga usia 16 tahun adalah lupa waktu makan akibat terlalu senang membaca buku. Sampai satu ketika Ujian Akhir Nasional harus saya jalani, malahan terganggu karena penyakit maag akut. Akhirnya saya jenuh terhadap kesalahan itu. Gimana supaya bisa lepas dari itu? Ya, dengan mengubah pola pikir yang serba meng-enteng-kan penyakit. Saya berubah menjadi lebih teratur, supaya tidak lagi sakit.

Mengacu dari pengalaman ‘kesalahan favorit’ tentu masing-masing kita punya, tapi apa iya mau terus menerus begini? Hidup yang dipenuhi dengan kesalahan favorit, meski awalnya mungkin terasa enak, tapi lama-kelamaan akan jenuh dan melelahkan juga. Maka dari itu kita semestinya berubah. Lebih cepat lebih baik. Tentu kita tak mau kan terjebak jenuh berlarut-larut? Selamat memperbaharui diri bersama Allah yang mau menolong kita menjadi pribadi baru yang lebih baik.

ICRP

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • Peace Maker or Peace Lover
    Saudara, ada banyak peristiwa yang terjadi belakangan ini. Berbagai bencana alam yang baru-baru saja terjadi seolah menambah rangkaian permasalahan...
  • Ketika Iman Menuntut Bukti
    Kisah Para Rasul 4:32-35; Mazmur 133; 1 Yohanes 1:1 -2:2: Yohanes 20:19-31
    Saudara, manusia adalah makhluk yang tidak bisa hidup tanpa rasa percaya. Setiap hal yang kita lakukan, selalu berdasar pada...
  • Kebangkitan
    Yohanes 20:1-18
    Para murid dalam duka mendalam setelah melihat Sang Guru mati disalibkan, memilih jalan masing-masing, menyibukan diri demi menghilangkan rasa...
  • Pengosongan Diri
    Filipi 2:5-11, Markus 11:1-11
    Yesus memasuki Yerusalem dengan kesadarannya akan jalan sengsara-Nya, menyambut sengsara itu dengan tangan terbuka. Kesaksian penulis injil Markus, menunjukan...
  • Pemberitaan
    Yeremia 31:31-34; Mazmur 51:2-13; Ibrani 5:5-10; Yohanes 12:20-33
    Pemberitaan apa yang menurut Saudara paling heboh akhir-akhir ini? Vaksin? Varian baru Covid 19? Atau berita tentang KLB Partai...