baru

Lihatlah, Aku Menjadikan Segala Sesuatu Baru

Wahyu 21: 1-6

Belum ada komentar 557 Views

Ketika sedang berbelanja bahan makanan, tentu kita inginkan stock yang paling baru. Bahkan dalam rutinitas yang kita jalani, kita merindukan sebuah suasana baru supaya tidak jenuh. Jika sebagai manusia saja kita jenuh, apalagi Allah. Ia jenuh terhadap dosa kita sehingga Allah Bapa rela mengorbankan dirinya melalui Yesus Kristus supaya kita meninggalkan dosa.Ia mau kita berubah dan hidup baru bersamaNya.

Sasaran dan fokus pengharapan dari pembangunan iman pada masa Perjanjian Baru, terkhusus di dalam kitab Wahyu adalah tentang suatu dunia baru yang diubah dan telah ditebus. Dunia baru ini diyakini sebagai tempat Kristus akan berdiam dengan umat-Nya dan disanalah kebenaran sejati berdiam dalam kesempurnaan kekudusan.

Di dalam perikop Wahyu yang kita baca hari ini mau mengungkapkan secara garis besar mengenai pembaharuan bagi kehidupan setiap umat yang berusaha tetap setia di tengah situasi yang penuh dengan ancaman. Banyak ahli Alkitab menafsirkan bumi “yang baru” itu sebagai bagian kehendak Allah memulihkan semua ‘kerusakan’ di kehidupan kita. Allah mau kita berubah dengan totalitasNya yang sedia menolong kita.

 ‘Kesalahan favorit’ yang selalu saya lakukan hingga usia 16 tahun adalah lupa waktu makan akibat terlalu senang membaca buku. Sampai satu ketika Ujian Akhir Nasional harus saya jalani, malahan terganggu karena penyakit maag akut. Akhirnya saya jenuh terhadap kesalahan itu. Gimana supaya bisa lepas dari itu? Ya, dengan mengubah pola pikir yang serba meng-enteng-kan penyakit. Saya berubah menjadi lebih teratur, supaya tidak lagi sakit.

Mengacu dari pengalaman ‘kesalahan favorit’ tentu masing-masing kita punya, tapi apa iya mau terus menerus begini? Hidup yang dipenuhi dengan kesalahan favorit, meski awalnya mungkin terasa enak, tapi lama-kelamaan akan jenuh dan melelahkan juga. Maka dari itu kita semestinya berubah. Lebih cepat lebih baik. Tentu kita tak mau kan terjebak jenuh berlarut-larut? Selamat memperbaharui diri bersama Allah yang mau menolong kita menjadi pribadi baru yang lebih baik.

ICRP

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • Tidak Mengerti Namun Segan Menanyakannya
    Markus 9:30-37
    Bertanya adalah bagian dari proses belajar. Dengan bertanya kita membuka ruang untuk berdialog, membagi dan mendapat pengertian yang baru....
  • Memilih Menyuarakan Kebenaran
    Markus 8:27-38
    Siapa sih di dunia ini yang ingin mendengarkan kebohongan atau mendengarkan sesuatu yang tidak sebenarnya? Rasanya setiap kita ingin...
  • Iman Yang Membebaskan
    Markus 7: 24-37
    Kebebasan adalah hal yang mendasar dalam kehidupan manusia dan seharusnya mencirikan martabat manusia yang bertanggung jawab dalam menentukan dirinya...
  • Hidup Dalam Dia, Cukuplah
    Ulangan 4:1-2, 6-9; Mzmur 15; Yakobus 1:17-27; Markus 7:1-8,14-15,21-23
    Mengenal firman dan menghidupi firman menjadi cara kita hidup di dalam Dia. Hidup di dalam Dia bukan hanya ditandai...
  • Pemeliharaan Allah, Cukuplah
    Yosua 24:1-2,14-18; Mazmur 34:16-23; Efesus 6:10-20; Yohanes 6:56-69
    Berjalan bersama, mengalami bersama adalah cara kita membuktikan kasih penyertaan Tuhan dalam hidup. Peristiwa demi peristiwa baik di saat...