baru

Lihatlah, Aku Menjadikan Segala Sesuatu Baru

Wahyu 21: 1-6

Belum ada komentar 2925 Views

Ketika sedang berbelanja bahan makanan, tentu kita inginkan stock yang paling baru. Bahkan dalam rutinitas yang kita jalani, kita merindukan sebuah suasana baru supaya tidak jenuh. Jika sebagai manusia saja kita jenuh, apalagi Allah. Ia jenuh terhadap dosa kita sehingga Allah Bapa rela mengorbankan dirinya melalui Yesus Kristus supaya kita meninggalkan dosa.Ia mau kita berubah dan hidup baru bersamaNya.

Sasaran dan fokus pengharapan dari pembangunan iman pada masa Perjanjian Baru, terkhusus di dalam kitab Wahyu adalah tentang suatu dunia baru yang diubah dan telah ditebus. Dunia baru ini diyakini sebagai tempat Kristus akan berdiam dengan umat-Nya dan disanalah kebenaran sejati berdiam dalam kesempurnaan kekudusan.

Di dalam perikop Wahyu yang kita baca hari ini mau mengungkapkan secara garis besar mengenai pembaharuan bagi kehidupan setiap umat yang berusaha tetap setia di tengah situasi yang penuh dengan ancaman. Banyak ahli Alkitab menafsirkan bumi “yang baru” itu sebagai bagian kehendak Allah memulihkan semua ‘kerusakan’ di kehidupan kita. Allah mau kita berubah dengan totalitasNya yang sedia menolong kita.

 ‘Kesalahan favorit’ yang selalu saya lakukan hingga usia 16 tahun adalah lupa waktu makan akibat terlalu senang membaca buku. Sampai satu ketika Ujian Akhir Nasional harus saya jalani, malahan terganggu karena penyakit maag akut. Akhirnya saya jenuh terhadap kesalahan itu. Gimana supaya bisa lepas dari itu? Ya, dengan mengubah pola pikir yang serba meng-enteng-kan penyakit. Saya berubah menjadi lebih teratur, supaya tidak lagi sakit.

Mengacu dari pengalaman ‘kesalahan favorit’ tentu masing-masing kita punya, tapi apa iya mau terus menerus begini? Hidup yang dipenuhi dengan kesalahan favorit, meski awalnya mungkin terasa enak, tapi lama-kelamaan akan jenuh dan melelahkan juga. Maka dari itu kita semestinya berubah. Lebih cepat lebih baik. Tentu kita tak mau kan terjebak jenuh berlarut-larut? Selamat memperbaharui diri bersama Allah yang mau menolong kita menjadi pribadi baru yang lebih baik.

ICRP

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • RUMAH TANPA KEMUNAFIKAN
    Matius 22:15-22
    Dalam Matius 22:15-22, orang-orang Farisi berusaha menjebak Yesus melalui pertanyaan tentang pajak kepada Kaisar. Mereka memuji Yesus seolah-olah tulus,...
  • RUMAH YANG HADIR
    Matius 22:1-14
    Apa yang membuat sebuah rumah menjadi “rumah?” Bukan semata mata karena ada bangunan, keluarga, dan orang-orang yang tinggal di...
  • RUMAH YANG DIUJI
    Matius 21:33-46
    Setiap rumah pasti pernah mengalami ujian. Diuji oleh masalah ekonomi, sakit penyakit, konflik suami-istri, persoalan anak, perbedaan pendapat, bahkan...
  • Taat, Butuh Satu Tekad
    Filipi 2:1-13, Matius 21:23-32
    Taat. Kadang, saya bertanya-tanya dalam hati, apakah laku rohani ini masih menjadi sesuatu yang kita upayakan? Apalagi kalau sudah...
  • Anugerah yang Mengganggu
    Matius 20:1-16
    Pada umumnya kita ingin mendapat lebih banyak dari orang lain, apalagi kita bekerja lebih lama, lebih berat dari yang...