baru

Lihatlah, Aku Menjadikan Segala Sesuatu Baru

Wahyu 21: 1-6

Belum ada komentar 81 Views

Ketika sedang berbelanja bahan makanan, tentu kita inginkan stock yang paling baru. Bahkan dalam rutinitas yang kita jalani, kita merindukan sebuah suasana baru supaya tidak jenuh. Jika sebagai manusia saja kita jenuh, apalagi Allah. Ia jenuh terhadap dosa kita sehingga Allah Bapa rela mengorbankan dirinya melalui Yesus Kristus supaya kita meninggalkan dosa.Ia mau kita berubah dan hidup baru bersamaNya.

Sasaran dan fokus pengharapan dari pembangunan iman pada masa Perjanjian Baru, terkhusus di dalam kitab Wahyu adalah tentang suatu dunia baru yang diubah dan telah ditebus. Dunia baru ini diyakini sebagai tempat Kristus akan berdiam dengan umat-Nya dan disanalah kebenaran sejati berdiam dalam kesempurnaan kekudusan.

Di dalam perikop Wahyu yang kita baca hari ini mau mengungkapkan secara garis besar mengenai pembaharuan bagi kehidupan setiap umat yang berusaha tetap setia di tengah situasi yang penuh dengan ancaman. Banyak ahli Alkitab menafsirkan bumi “yang baru” itu sebagai bagian kehendak Allah memulihkan semua ‘kerusakan’ di kehidupan kita. Allah mau kita berubah dengan totalitasNya yang sedia menolong kita.

 ‘Kesalahan favorit’ yang selalu saya lakukan hingga usia 16 tahun adalah lupa waktu makan akibat terlalu senang membaca buku. Sampai satu ketika Ujian Akhir Nasional harus saya jalani, malahan terganggu karena penyakit maag akut. Akhirnya saya jenuh terhadap kesalahan itu. Gimana supaya bisa lepas dari itu? Ya, dengan mengubah pola pikir yang serba meng-enteng-kan penyakit. Saya berubah menjadi lebih teratur, supaya tidak lagi sakit.

Mengacu dari pengalaman ‘kesalahan favorit’ tentu masing-masing kita punya, tapi apa iya mau terus menerus begini? Hidup yang dipenuhi dengan kesalahan favorit, meski awalnya mungkin terasa enak, tapi lama-kelamaan akan jenuh dan melelahkan juga. Maka dari itu kita semestinya berubah. Lebih cepat lebih baik. Tentu kita tak mau kan terjebak jenuh berlarut-larut? Selamat memperbaharui diri bersama Allah yang mau menolong kita menjadi pribadi baru yang lebih baik.

ICRP

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • Hidup dipelihara Tuhan
    Yohanes 17:1-11
    Doa Tuhan Yesus “Ya Bapa yang kudus, peliharalah mereka (baca: para murid, jemaat Tuhan) dalam nama-Mu” (ay.11), sekaligus merupakan...
  • Saya Cinta Yesus
    Yohanes 14:15-21
    Definisi cinta yang dimaksud supaya tidak salah arah harus dikaitkan dengan konteks pembicaraan. Mencintai atau mengasihi merupakan kata yang...
  • The Journey Is Home
    Yohanes 14:1-14 dan Kisah Para Rasul 7:55-60
    Pemberitaan di Media yang begitu marak tentang pandemi Covid-19, khabarnya telah meluluh lantakkan kehidupan rutinitas. Melongok keluar sebentar, maka...
  • Hidup Bersatu
    Hidup Bersatu
    Kisah Para Rasul 2:42-47
    Pada masa ini, kesatuan sebagai warga negara Indonesia tampaknya sedang diuji. Sebab kita sedang menjalani kehidupan yang terpisah dari...
  • Buka Mataku
    Lukas 24:13-35
    Saya suka sekali kisah ini. Koq bisa orang jalan bersama sahabatnya tapi tidak menyadari siapa Dia? Jangan-jangan itulah pengalaman...
Kegiatan