Lebih Dari Ritual

Markus 12:28-34

Belum ada komentar 85 Views

Memang mengasihi Dia dengan segenap hati dan dengan segenap pengertian dan dengan segenap kekuatan, dan juga mengasihi sesama manusia seperti diri sendiri jauh iebih utama daripada semua kurban bakaran dan kurban lainnya. (Markus 12:33)

Seorang rohaniwan mengambil waktu retret selama satu bulan untuk merenungkan kasih Allah dalam hidupnya setelah menjalani tiga puluh tahun masa pelayanan. Usai retret, ia dijemput oleh kawannya yang mengabarkan bahwa adiknya baru saja dilantik menjadi ketua para rohaniwan. Mendengar itu, mukanya memerah, ia membanting kopernya dan berteriak, “Kok bisa dia menjadi ketua? Mana becus dia! Seharusnya aku lebih pantas!” Sang kawan mengelus dada dan berujar dalam hati, “Sia-sialah dia melakukan perenungan soal kasih Allah.”

Dalam percakapan antara seorang ahli Taurat dengan Yesus mengenai hukum yang terutama, jelas bahwa kasih kepada Allah harus dilakukan dengan segenap hati dan jiwa secara eksklusif (khusus), tetapi pada saat yang sama kasih kepada Allah itu juga harus diwujudkan secara inklusif (terbuka) kepada sesama manusia. Sang ahli Taurat menegaskan bahwa kasih kepada Allah dan sesama itu lebih utama daripada ritual kurban bakaran. Hal ini ditanggapi oleh Yesus dengan pujian bahwa ahli Taurat itu tidak jauh dari kerajaan Allah.

Seringkali, kita mudah menggaungkan soal kasih dalam ibadah, khotbah, dan berbagai kegiatan gereja. Tetapi apalah arti kasih itu jika hanya sebatas ritual saja? Penegasan mengenai kasih yang lebih utama daripada ritual bukan berarti kita meremehkan ibadah, melainkan kasih itu tidak boleh berhenti hanya di dalam ritual ibadah saja. Itu berarti kasih harus selalu kita maknai sebagai bentuk bakti kita kepada Allah. Jika tidak, maka sia-sialah ibadah kita. [Pdt. Daniel Kristanto Gunawan]

REFLEKSI:
Apakah selama ini kasih kita hanya sebatas ritual ibadah? Jika tidak, bagaimana kasih yang kita hayati dalam keseharian?

Ayat Pendukung: Ul. 6:1-9; Mzm. 119:1-8; Ibr. 9:11-14; Mrk. 12:28-34
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • MENGENAL ALLAH
    Yohanes 14:1-14
    “Jika kamu mengenal Aku, kamu juga mengenal Bapa-Ku. Sekarang ini kamu mengenal Dia dan kamu telah melihat Dia.” (Yohanes...
  • Hormat yang Tepat
    Yohanes 8:48-59
    Namun, Aku tidak mencari hormat bagi-Ku. Ada Satu yang mencarinya dan Dia juga yang menghakimi. (Yohanes 8:50) Pemimpin yang...
  • Menghormati Kekudusan-Nya
    Keluaran 3:1-12
    … tempat engkau berdiri itu adalah tanah yang kudus…Lalu Musa menutupi mukanya, sebab ia takut memandang Allah. (Keluaran 3:5b,...
  • Kepada-Mu Aku Percaya
    Mazmur 31:1-5, 15-16
    Tetapi, aku, kepada-Mu aku percaya, ya TUHAN, aku berkata, “Engkaulah Allahku!” (Mazmur 31:15) Beriman kepada Tuhan bukan berarti tidak...
  • Apa Yang Engkau Kehendaki?
    Matius 20:17-28
    Kata Yesus, “Apa yang kaukehendaki?” Jawabnya, “Nyatakanlah supaya kedua anakku ini duduk di dalam Kerajaan-Mu, seorang di sebelah kanan-Mu...