Lahir Kembali Oleh Roh

Lahir Kembali Oleh Roh

Belum ada komentar 30 Views

Nikodemus adalah contoh yang baik dari orang yang cenderung berpikir legalistik. Cukup banyak kelompok/orang percaya yang mirip dengan ini, yang memperlakukan Alkitab sebagai ensiklopedi ajaran dan etika, bagi segala masalah di segala zaman dan pada berbagai situasi. Pokoknya untuk semua hal ada ayatnya! Kalau tidak ada, atau sulit, maka dicarilah ayat-ayat yang “nyrempet-nyrempet” untuk mendukung pendapatnya.

Dan itu sangat berbeda dengan “sudut pandang” Yesus. Itu dialami Nikodemus yang terpana atas pernyataan Yesus dalam Yoh. 3:5, “… jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah.” Yesus memakai kata ‘anothen’, yang secara literal berarti “again/anew”, tetapi secara mendalam, ia juga berarti “from above” atau “from God.” Dengan itu Yesus hendak menegaskan, bahwa itulah yang harus terjadi pada setiap orang, agar dapat berpartisipasi dalam Kerajaan Allah. Kerajaan yang hanya mungkin oleh kasih anugerah Allah, dan yang terus-menerus diperbarui oleh kuasa yang berasal dari Roh Allah.

Selama masih berpikir literal/legalistik, dan belum dapat memandang dari “sudut pandang sang Kristus”, kita takkan dapat memahami, apalagi mengalami lahir baru di dalam Dia! Itulah yang dialami Nikodemus. Setelah percakapan itu ia kembali, dan tetap tidak mengerti. Tetapi syukur Nikodemus tidak tinggal diam. Ia disebut 3 kali dalam injil Yohanes. Yang pertama kali bacaan kita, lalu 7:50-51, dan yang ketiga 19:39! Akhirnya, ia “bebas”! Inilah hidup “baru” dalam Roh.

Bila kita membuka diri pada Roh Allah, kita akan mampu melihat kemungkinan-kemungkinan, gagasan, visi, dan keberagaman yang baru. Saat kita menyadari bahwa kita dikasihi dan diterima oleh Allah dalam kasih anugerah-Nya, maka kita bebas untuk mengeksplorasi dan mencoba berbagai cara hidup bersama Tuhan, sebagai orang-orang yang “dilahirkan kembali.”

 

PWS

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • Berjumpa SANG RAJA dalam Kehinaan
    Yehezkiel 34:11-16, 20-24; Mazmur 95:1-7; Efesus 1:15-23; Matius 25: 31-46
    Skenarionya, bukan saya mengerti apa yang saya lakukan, melainkan saya melakukan suatu perbuatan itu -baik atau jahat- sebagai sesuatu...
  • Kepercayaan Dan Tanggung Jawab
    MATIUS 25: 14-30
    “Wenn Gott einmal bei der Arbeit erwischt hat, dem schickt er zur Strafe immer wieder neue.” (Sekali Tuhan mendapati...
  • Allah itu Besar Kita itu Kecil
    I Tesalonika 4: 13-18
    Setelah manusia mati, kemana? Konsep Surga atau Rumah Bapa menjadi misteri bagi banyak orang di Tesalonika, yang sebagian berasal...
  • Keadilan Tuhan Dinyatakan
    Mikha 3:5-12; Mazmur 43; 1 Tesalonika 2:9-13; Matius 23:1-12
    Mengapa Tuhan Yesus pada akhir hidup-Nya di Kayu Salib berkata: “Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa...
  • Luka di Hati, Bukan Prasasti
    Imamat 19:1-2, 15-18; Mazmur 1; 1 Tesalonika 2:1-8; Matius 22:34-46
    Siapa yang tidak tahu tentang luka? Kerusakan yang terjadi pada diri sendiri dan seringkali akan menimbulkan rasa sakit. Rasa...
Kegiatan