#kuasa Roh dan kelemahan manusia #pengurapan Roh #baptisan: Kristus dan Roh Kudus #identitas baru

Belum ada komentar 197 Views

Hari ini adalah Minggu pertama setelah Epifani. Hampir seluruh gereja di dunia merayakan pembaptisan Yesus di Minggu ini. PembaptisanNya merupakan manifestasi pertama dari kemuliaan Allah dalam rangkaian karya pelayanan Yesus. Untuk membantu kita melihat keindahan kemuliaan Kristus, Yesaya 42 dipilih dari kitab di Perjanjian Lama untuk disandingkan dengan Injil Matius pasal 3.

Dalam kisah di Injil Matius, Yesus menerima baptisan dari Yohanes Pembaptis. Ia merendahkan diriNya untuk datang dan mengantri bersama dengan orang banyak. Ia menempatkan diri-Nya sama dengan para pendosa untuk menerima baptisan dan tanda pertobatan, padahal jelas Yesus tak pernah melakukan dosa dalam hidupNya. Hal ini Ia lakukan untuk menggenapi kehendak Allah, yang mengutus-Nya (15).

Sesudah dibaptis, Yesus keluar dari air dan Ia melihat langit terbuka dan Roh Allah turun atasNya seperti burung merpati. Terdengar suara dari sorga yang mendeklarasikan bahwa Yesus adalah Anak Allah yang dikasihi, dan sang pemilik suara dari Sorga itu berkenan kepada-Nya.

Baptisan menjadi awal dari pelayanan Yesus di tanah Yudea. Karya penyembuhan, mukjizat lima roti dan dua ikan, membangkitkan orang mati, penebusan dosa, serta semua pelayanan lain, diawali dari sebuah prosesi baptisan-Nya di sungai Yordan.

Yang tak kalah menarik adalah kisah setelahnya, seusai Ia dibaptis, Ia justru dicobai oleh Iblis. Cukup menggelitik sebenarnya, bagaimana mungkin iblis berani mencobai Yesus Anak Allah? Bukankah itu sama seperti kita berpikir bisa memindahkan gunung dengan cara mengikatkan tali di sebuah pohon di puncak gunung dan menariknya? Mustahil bisa berhasil mencobai Yesus, tapi toh itu tetap dilakukan. Kisah itu membuktikan bahwa Ia benar-benar manusia sehingga bisa dicobai, dan Ia benar-benar Allah sehingga tidak jatuh dalam pencobaan. Di sisi lain, kisah itu menunjukkan, bahwa baptisan tidak membuat hidup seseorang lebih mudah dan bebas dari cobaan. Sebaliknya, setelah menerima baptisan justru kita dituntut untuk bisa membuktikan bahwa kita mampu bertahan dari cobaan si jahat. Mampukah kita?

Buktikanlah bahwa kita adalah anak-anakNya yang dikasihi, dan Ia berkenan pada kita. Kiranya Tuhan sendiri yang memampukan kita. Amin.

ASC

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • Ini Aku, Jangan Takut
    Semua orang memiliki rasa takut. Rasa takut bisa disebabkan oleh berbagai penyebab dan faktor. Wajarkah manusia merasa takut? Tentu...
  • Menjadi Gembala, Membangun Relasi Dengan Sesama
    Yeremia 23:1-6; Mazmur23; Efesus 2:11-22; Markus 6:30-34, 53-56
    Sang Gembala Agung itu Allah, la membimbing kita dengan begitu baik adanya. Allah juga melibatkan kita untuk menjadi gembala-gembala...
  • Harga Dari Sebuah Kebenaran
    Amos 7:7-15; Mazmur 85:9-14; Efesus 1:3-14; Markus 6:14-29
    Apakah mengatakan hal yang benar itu mudah? Sangat tidak mudah? Apa yang membuatnya menjadi begitu sulit untuk diwujudkan? Resikonya!...
  • Allah Yang Hadir Dalam Kelemahan Dan Keterbatasan
    Yehezkiel 2:1-5; Mazmur 123; 2 Korintus 12:2-10; Markus 6:1-13
    Membicarakan kelemahan bukanlah hal mudah bagi kita karena kita terbiasa menyim- pan atau menutupi kelemahan dengan berbagai cara dan...
  • Iman Menembus Batas Ketakutan
    Markus 5:21-43
    Perikop ini berisi dua kisah yang dijalin bersamaan. Kisah pertama tentang Yairus, seorang kepala rumah ibadat, yang meminta Yesus...