#kuasa Roh dan kelemahan manusia #pengurapan Roh #baptisan: Kristus dan Roh Kudus #identitas baru

Belum ada komentar 167 Views

Hari ini adalah Minggu pertama setelah Epifani. Hampir seluruh gereja di dunia merayakan pembaptisan Yesus di Minggu ini. PembaptisanNya merupakan manifestasi pertama dari kemuliaan Allah dalam rangkaian karya pelayanan Yesus. Untuk membantu kita melihat keindahan kemuliaan Kristus, Yesaya 42 dipilih dari kitab di Perjanjian Lama untuk disandingkan dengan Injil Matius pasal 3.

Dalam kisah di Injil Matius, Yesus menerima baptisan dari Yohanes Pembaptis. Ia merendahkan diriNya untuk datang dan mengantri bersama dengan orang banyak. Ia menempatkan diri-Nya sama dengan para pendosa untuk menerima baptisan dan tanda pertobatan, padahal jelas Yesus tak pernah melakukan dosa dalam hidupNya. Hal ini Ia lakukan untuk menggenapi kehendak Allah, yang mengutus-Nya (15).

Sesudah dibaptis, Yesus keluar dari air dan Ia melihat langit terbuka dan Roh Allah turun atasNya seperti burung merpati. Terdengar suara dari sorga yang mendeklarasikan bahwa Yesus adalah Anak Allah yang dikasihi, dan sang pemilik suara dari Sorga itu berkenan kepada-Nya.

Baptisan menjadi awal dari pelayanan Yesus di tanah Yudea. Karya penyembuhan, mukjizat lima roti dan dua ikan, membangkitkan orang mati, penebusan dosa, serta semua pelayanan lain, diawali dari sebuah prosesi baptisan-Nya di sungai Yordan.

Yang tak kalah menarik adalah kisah setelahnya, seusai Ia dibaptis, Ia justru dicobai oleh Iblis. Cukup menggelitik sebenarnya, bagaimana mungkin iblis berani mencobai Yesus Anak Allah? Bukankah itu sama seperti kita berpikir bisa memindahkan gunung dengan cara mengikatkan tali di sebuah pohon di puncak gunung dan menariknya? Mustahil bisa berhasil mencobai Yesus, tapi toh itu tetap dilakukan. Kisah itu membuktikan bahwa Ia benar-benar manusia sehingga bisa dicobai, dan Ia benar-benar Allah sehingga tidak jatuh dalam pencobaan. Di sisi lain, kisah itu menunjukkan, bahwa baptisan tidak membuat hidup seseorang lebih mudah dan bebas dari cobaan. Sebaliknya, setelah menerima baptisan justru kita dituntut untuk bisa membuktikan bahwa kita mampu bertahan dari cobaan si jahat. Mampukah kita?

Buktikanlah bahwa kita adalah anak-anakNya yang dikasihi, dan Ia berkenan pada kita. Kiranya Tuhan sendiri yang memampukan kita. Amin.

ASC

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • Yang Terdahulu Dan Yang Terkemudian
    Yunus 3:10 ‐ 4:11. Mazmur 145: 1‐8. Filipi 1: 21‐30. Matius 20: 1‐16
    Siapakah orang jahat menurut kita? Para perampok, perusuh, pembunuh, koruptor, perusak alam, penyiksa binatang, dan pelaku kejahatan lainnya. Ya...
  • Mengampuni Norma Kerajaan Allah
    Kejadian 50: 15‐21. Mazmur 103: 8‐13. Roma 14: 1‐12. Matius 18: 21‐35
    Apakah pengampunan milik dan hak saya? Jika kita menjawab iya maka kita merasa menjadi orang yang paling berhak untuk...
  • #HidupDalamPersaudaraan
    Yehezkiel 33:7-11, Mazmur 119:33-40, Roma 13: 8-14, Matius 18:15-20
    Dalam kehidupan bergereja, tegur menegur menjadi bagian dari hidup persekutuan kita. Bacaan kita di Injil Matius adalah menjadi salah...
  • Mengikut Yesus
    Momen itu adalah momen berharga bagi Petrus. Setelah sebelumnya Yesus memuji Petrus karena Allah telah menyatakan siapa Yesus sesungguhnya...
  • Tentang Yesus Remaja
    Gereja yang Terus Membarui Diri
    Setelah beberapa pasal sebelumnya Paulus menyurati jemaat di Roma dan mengajar mereka bahwa mereka yang beriman, mengakui Yesus adalah...
Kegiatan