Ketika Iman Menuntut Bukti

Kisah Para Rasul 4:32-35; Mazmur 133; 1 Yohanes 1:1 -2:2: Yohanes 20:19-31

1 Komentar 81 Views

Saudara, manusia adalah makhluk yang tidak bisa hidup tanpa rasa percaya. Setiap hal yang kita lakukan, selalu berdasar pada rasa percaya. Ketika kita memesan makanan di sebuah restaurant, kita mempercayakan hidup kita pada si koki yang kita percaya tidak akan memberikan racun pada makanan yang kita pesan. Ketika kita berencana untuk mendaftarkan anak kita ke sebuah sekolah, kita percaya sekolah tersebut akan memberikan pendidikan terbaik, dan kita percayakan anak-anak kita untuk diajar oleh guru yang mungkin belum pernah kita lihat wajahnya. Dalam setiap hal, manusia perlu rasa percaya untuk bisa hidup.

Yang menjadi pertanyaan, apa hal yang membuat seseorang bisa percaya pada sesuatu?

Kisah yang akan kita renungkan hari ini adalah kisah klasik yang rasanya hampir semua di antara kita pernah mendengarnya. Kisah Tomas yang tidak percaya. Tomas seolah menjadi contoh paling nyata bagaimana seorang murid yang tidak beriman bahwa Gurunya telah bangkit, imannya lemah. Apa yang membuat Tomas tidak percaya kebangkitan Yesus yang dipersaksikan oleh teman-temannya? Salahkah kala kita meragu?

Mari kita lihat perlahan-lahan, kita mulai dari mengenal siapa itu Tomas. Tomas adalah sosok yang menarik. la jarang sekali disebut dalam keempat Injil. Jika dihitung-hitung, namanya hanya muncul sebanyak 8 kali. Namun, 5 di antara 8 itu hanyalah mencantumkan namanya sebagai bagian dari daftar murid Yesus. Hanya 3 kisah di mana Tomas mengatakan sesuatu. Namun yang menjadi unik, tiga kisah itu memiliki implikasi yang cukup besar dalam kehidupan beriman orang Kristen.

Bacaan kita hari ini adalah kisah ketiga. Kala itu para murid ketakutan luar biasa dengan orang Yahudi yang menyalibkan Yesus. Bahkan, sejak Yesus ditangkap, mereka telah melarikan diri entah ke mana. Pada saat itu, dikisahkan bahwa mereka sedang berada di ruangan dengan pintu-pintu yang terkunci. Yesus datang, entah dari mana. Apakah Yesus memegang kunci serep? Atau Yesus menembus tembok? Tak dijelaskan, yang pasti Yesus berada di dalam ruangan, berdiri di tengah-tengah mereka. Menarik apa yang Yesus katakan pertama kali. Alih-alih menegur tindakan mereka yang melarikan diri, Yesus justru mengatakan, “Damai sejahtera bagi kamu!” Kata yang benar-benar mereka butuhkan ketika hati mereka sedang tidak damai.

Yang menarik kemudian adalah, fakta bahwa Tomas tidak ada di sana bersama para murid lain Ke mana Tomas?

Ketika Tomas kembali, para murid dengan penuh sukacita menceritakan kepada Tomas apa yang mereka lihat. Namun apa respon Tomas? “Sebelum aku melihat bekas paku pada tangan-Nya dan sebelum aku mencucukkan jariku ke dalam bekas paku itu dan mencucukkan tanganku ke dalam lambung-Nya, sekali-kali aku tidak akan percaya.” *Hah*, pernyataan ini lah yang membuat kita mengatakan bahwa Tomas yang peragu itu tidak beriman bahwa Yesus benar-benar bangkit. Saudara, tahan sejenak. Saya kira kita perlu memikirkan hal ini dengan cara yang berbeda. Bahwa beriman, bukan berarti tehindar sepenuhnya dari keraguan. Mereka yang meragu, tak serta-merta dapat kita katakan tak beriman, Bukankah perjalanan iman seseorang bagaikan situasi di alam lepas? Kadang kita berada dalam kondisi tenang, kadang kita takut, ragu, mempertanyakan, dan apakah keraguan itu kemudian bisa kita jadikan penentu bahwa kita seorang yang sepenuhnya tak beriman? Dalam kesempatan ini saya ingin mengatakan bahwa beriman bukan berarti tak ada keraguan sepenuhnya. Bahkan, keraguan bisa menjadi pintu bagi Allah untuk semakin menguatkan iman kita.

Lihatlah Tomas, la ragu dan tak percaya pada pernyataan rekan-rekannya bahwa Yesus benar-benar bangkit dan hadir di tengah-tengah mereka. Bisa saudara bayangkan bagaimana suasana di antara mereka saat itu? Sebagian mungkin kesal dengan Tomas yang tidak percaya, sementara di sisi lain Tomas memiliki segudang pertanyaan dan kegelisahan dalam hatinya. Bahkan, jika kita perhatikan teks, dikatakan 8 hari kemudian Yesus baru hadir. Tapi lihatlah, ini bagian terbaik dari kisah ini, Yesus hadir saat Tomas ada di sana. Dan sekali lagi, la mengatakan hal yang sama, “Damai sejahtera bagi kamul”. Kini kehadiran Yesus juga membawa kedamaian di hati Tomas.

Alih-alih kecewa dengan keraguan dan ketidakpercayaan Tomas, Yesus secara langsung berkata kepada Tomas, to the point. “Taruhlah jarimu di sini dan lihatlah tangan-Ku, ulurkanlah tanganmu dan cucukkan ke dalam lambung-Ku dan jangan engkau tidak percaya lagi, melainkan percayalah.” Ini bagian paling indah menurut saya. Yesus tidak mengecam keraguan dan ketidakpercayaan Tomas. Yesus tidak marah. la bahkan memberikan apa yang Tomas butuhkan. Kala Tomas yang ragu itu butuh bukti, Yesus hadir memberikan bukti itu. Yesus memenuhi kebutuhan iman Tomas. Tak tanggung-tanggung, ketika Tomas butuh 3 bukti, Yesus hadir dan memberikan 3 bukti persis seperti Tomas butuhkan.

Saudara, bukan hanya Tomas yang meragu, para murid lain pun meragu dan tidak percaya. Lihatlah Markus 16:11, murid lain pun tak percaya. Saudara dan saya, pasti pernah ada dalam titik ragu dan tak percaya akan rancangan-Nya. Kesulitan ekonomi, pertengkaran di rumah tangga, ketidak jelasan masa depan, rekan kerja yang menusuk dari belakang, orang yang menipu atau memfitnah kita, maupun peristiwa-peristiwa lain yang kadang membuat kita tak percaya dan mempertanyakan kuasa dan kehadiran-Nya. Dari anggota jemaat hingga anggota Majelis Jemaat, bahkan pendeta sekalipun, pasti pernah ada di momen meragu. Namun Saudara, saya ingin mengatakan, bahwa iman bukan berarti ketiadaan keraguan. Karena kerap kali Allah memakai keraguan kita untuk memperbaiki keyakinan kita.

Jadi apa yang manusia butuhkan untuk percaya? Tomas menunjukkan pada kita, bahwa kita hanya perlu keterbukaan hati. Dan biarkan la hadir di saat yang tepat, memberikan damai sejahtera, dan mengubah keraguan kita menjadi keyakinan baru yang jauh lebih dalam. Itu mungkin memakan waktu dua hari, tiga hari, atau seperti Tomas, delapan hari. Atau mungkin lebih dari itu. Namun yang pasti, bukalah hati kala la menghampirimu, dan la akan memberikan apa yang kita butuhkan untuk mengatasi apa yang kita ragukan. Tuhan memberkati. AMIN.

|ASC

1 Comment

  1. Lenny Sibarani

    Puji Tuhan, kiranya Tuhan senantiasa datang menghampiri kita dan masuk ke dalam keterbukaan hati kita untuk percaya padaNya, dan menguatkan iman kita…
    Amin

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • Serupa Dengan-Nya
    Yohanes 15: 1-8
    Apa yang akan kita katakan ketika seseorang bertanya kepada kita, “Siapakah Anda?” Pertanyaan ini sederhana namun setiap orang bisa...
  • Akukah Domba Yang Baik?
    Saudara, sepenggal kisah dari Yohanes 10:11-18 menceritakan suatu hubungan antara gembala dengan domba yang digembalakan. Yesus adalah sang Gembala...
  • Peace Maker or Peace Lover
    Saudara, ada banyak peristiwa yang terjadi belakangan ini. Berbagai bencana alam yang baru-baru saja terjadi seolah menambah rangkaian permasalahan...
  • Kebangkitan
    Yohanes 20:1-18
    Para murid dalam duka mendalam setelah melihat Sang Guru mati disalibkan, memilih jalan masing-masing, menyibukan diri demi menghilangkan rasa...