Ketika Cukup Sama Sekali Tidak Cukup

Adventus 2019, Hari Ketiga

Belum ada komentar 25 Views

“Terlalu sedikit bagimu hanya untuk menjadi hamba-Ku, untuk menegakkan suku-suku Yakub, dan untuk mengembalikan orang-orang Israel yang masih terpelihara. Tetapi Aku akan membuat engkau menjadi terang bagi bangsa-bangsa, supaya keselamatan yang dari pada-Ku sampai ke ujung bumi.” (Yes. 49:6)

“Cukup” dapat menjadi wajah lain dari dosa. Seseorang dapat berkilah dari panggilan untuk menjadi berkat bagi sesama, karena merasa sudah cukup kenikmatan hidupnya selama ini. Tak ada lagi yang tersisa untuk dibagikan. Kecukupan semacam ini adalah kecukupan yang egosentris. Jadi, seseorang dengan tipe semacam ini merasa cukup bukan karena ia menyambut apa yang Allah berikan dengan syukur, namun karena ia memang merasa tak punya lebih untuk dibagikan. (Labirin Kehidupan 2, Bab 4: Ketika Cukup Sama Sekali Tidak Cukup)

#kutipanbukusaya #labirinkehidupan2 #adventus2019hariini

—————–

Selama masa Adventus ini saya akan secara teratur membagikan kutipan yang saya ambil dari setiap bab buku Labirin Kehidupan 2 yang akan segera terbit. Anda diundang untuk secara imajinatif dan imani mempertautkan kutipan ini dengan perenungan Adventus Anda secara pribadi. Kristus memberkati.

Joas Adiprasetya

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Tidak Melekat
    Lukas 9:1-6
    “Kata-Nya kepada mereka: Jangan membawa apa-apa dalam perjalanan, jangan membawa tongkat atau bekal, roti atau uang, atau dua helai...
  • Tinggal Di Dunia
    Filipi 1:18b-26
    … tetapi lebih perlu untuk tinggal di dunia ini karena kamu. (Flp. 1:24) Dalam kehidupan ini, kita kerap bertanya...
  • Motif Yang Baik
    Filipi 1:12-18a
    Ada orang yang memberitakan Kristus karena dengki dan perselisihan, tetapi ada pula yang memberitakan-Nya dengan maksud baik. (Flp. 1:15)...
  • KEMBALILAH!
    Mazmur 90
    Engkau mengembalikan manusia kepada debu, dan berkata: “Kembalilah, hai anak-anak manusia!” (Mzm. 90:3) Martin Heidegger, seorang filsuf asal Jerman,...
  • ALFA dan OMEGA
    Wahyu 22:12-16
    “Aku adalah Alfa dan Omega, Yang Pertama dan Yang Terkemudian, Yang Awal dan Yang Akhir.” (Why. 22:13) Tidak terasa...