Kiranya TUHAN membalas perbuatanmu. Kiranya upahmu sepenuhnya dikaruniakan oleh TUHAN, Allah Israel, yang di bawah sayap-Nya engkau datang berlindung. (Rut 2:12)
Di zaman ketika banyak orang memuja materialisme, kesetiaan sering kali tidak lagi dihargai. Relasi antar manusia kerap dinilai berdasarkan perhitungan untung dan rugi. Kesetiaan hanya akan diperjuangkan apabila mendatangkan keuntungan, tetapi dianggap tidak berguna bila menimbulkan kerugian.
Rut adalah menantu Naomi yang sangat setia kepada ibu mertuanya yang miskin dan papa itu. Ia tidak hanya bersedia mendampingi Naomi ketika hidupnya berjalan baik, tetapi juga tetap setia ketika ibu mertuanya tidak lagi memiliki apa pun yang dapat diharapkan darinya. Bahkan, Rut rela menjalani kehidupan dalam kemiskinan demi merawat ibu mertuanya. Kesetiaan Rut tidak diabaikan oleh Allah. Melalui Boas, kita mengetahui bahwa Allah sungguh peduli terhadap kesetiaan Rut. Allah bagaikan burung yang membentangkan sayap-Nya untuk melindungi, menjaga, dan memelihara anak- anak-Nya. Kesetiaannya kepada Naomi merupakan wujud sikap memercayakan hidup kepada Allah. Rut pun aman dalam perlindungan sayap kasih Allah.
Allah senantiasa menghendaki agar kita hidup setia, karena kesetiaan merupakan salah satu sifat Allah yang ditekankan dalam kesaksian Alkitab. Oleh karena itu, marilah kita membangun relasi, baik dengan Allah maupun dengan sesama, bukan berdasarkan perhitungan untung dan rugi, melainkan berdasarkan kesetiaan. Hanya dengan cara itulah kita akan membangun relasi yang tulus dan berkualitas. [Pdt. Mungki A. Sasmita]
DOA:
Ya Tuhan, biarlah kasih setia senantiasa kami junjung tinggi supaya kami boleh memuliakan Tuhan dan menjadi berkat bagi sesama. Amin.
Ayat Pendukung: Rut 1:1-18; Mzm. 37:1-17; Flm. 1-25
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.



Komentar Anda
Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.