Kesemena-menaan Atas Manusia

Lukas 1:26-38

Belum ada komentar 54 Views

“… jadilah padaku menurut perkataanmu itu.” (Luk. 1:38)

Maria, pada Minggu Adven IV, sedang bergumul. Namun umumnya, setelah membaca nas ini, semua orang percaya bahwa Maria berbahagia karena ia mengandung Bayi Yesus, meskipun ia belum bersuami. Maria mengandung karena Roh Kudus? Jangankan zaman itu. Zaman kini, saat teknologi sangat memungkinkan seseorang hamil tanpa bersuami, tetap masyarakat sulit percaya seseorang hamil karena Roh Kudus. Maria mengalami hal di luar keinginannya.

Maria bergumul keras dengan kehamilannya. Allah, bagi Maria, seolah-olah bersikap “semena-mena” karena menanggungkan beban hamil sebelum bersuami atas dirinya. Maka, ketika Maria mengatakan “jadilah padaku menurut perkataanmu itu,” terasa sekali ungkapan pergumulannya menanggung cela itu. Kisah Maria ini adalah simbol solidaritas kesemena-menaan yang kuat atas yang lemah. Ketertekanannya adalah bentuk solidaritasnya bagi mereka yang lemah. Ia menjadi korban karena kesemenaan- menaan tindakan manusia. Namun, Maria tetap taat pada Allah.

Berjalan pada kehendak Allah dengan taat adalah perasaan yang ada pada seseorang yang tertekan dan tertindas. Sebagian orang tak mengerti kesusahan, penderitaan, nasib nahas, sakit penyakit yang dialaminya; sebagian orang mengalami penderitaan yang disebabkan perbuatan orang lain atau situasi di luar dirinya. Atas mereka, seperti atas Maria, Allah hadir secara nyata. Kehadiran Allah membuat para korban kesemena-menaan taat dan kuat di jalan-Nya. [Pdt. (Em.) Rasid Rachman]

DOA:
Tuhan, kuatkanlah mereka yang berada di bawah penindasan dan kesemena-menaan. Amin.

Ayat Pendukung: 2Sam. 7:1-11, 16; Luk. 1:46b-55; Rm. 16:25-27; Luk. 1:26-38
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Jalan Alternatif
    Keluaran 14:1-18
    “TUHAN akan berperang untuk kamu, dan kamu berdiam diri saja.” (Keluaran 14:14) Dalam kehidupan, kadang kita harus menempuh jalan...
  • ALAM: Lukisan Keajaiban Tuhan
    Mazmur 114
    Gemetarlah, hai bumi, di hadapan TUHAN, di hadapan Allah Yakub, yang mengubah gunung batu menjadi kolam air, dan batu...
  • BERBUAH
    Matius 21:18-22
    Di pinggir jalan la melihat pohon ara lalu pergi ke situ, tetapi la tidak menemukann apa-apa pada pohon itu...
  • Menghargai Proses
    Keluaran 12:29-42
    Malam itulah TUHAN berjaga-jaga untuk membawa mereka keluar dari tanah Mesir. Itulah juga malam untuk semua orang Israel turun...
  • Tuhanlah Penjagaku
    Mazmur 121
    TUHANlah Penjagamu, TUHANlah naunganmu di sebelah tangan kananmu. (Mazmur 121:5) Penulis pernah melawat seorang oma yang berusia hampir sembilan...