keselamatan

Keselamatan Universal atau Partikular ?

I Timotius 2: 1-7

Belum ada komentar 62 Views

Keselamatan bagi semua orang terjadi ketika manusia Kristus Yesus menyerahkan diri-Nya sebagai tebusan bagi semua manusia (ay.6). Rasul Paulus sebagai orang yang telah diselamatkan mempunyai kewajiban untuk memberitakan hal in kepada semua orang. Demikian juga, kepada orang orang yang telah menerima keselamatan, mereka mempunyai kewajiban juga untuk memberitakan hal itu kepada orang lain dengan tujuan akhir agar semua orang memperoleh keselamatan.

Hampir semua manusia rindu hidup tenang dan tenteram, konteks sosial yang relatif tenang akan memberikan kesempatan kepada orang-orang yang sudah ditebus menunjukkan kasih dan kesalehan hidup mereka. Namun dalam kenyataannya, jemaat lebih cenderung berharap pada kemurahan Allah untuk memperoleh berkat-berkat yang memberikan kenyaman untuk hidup di dunia ini ketimbang memfokuskan diri pada pengorbanan Kristus yang telah menyelamatkan hidupnya.

Melalui nasihatnya agar menaikkan doa syafaat dan ucapan syukur untuk semua orang, rasul Paulus mempertegas bahwa tugas pemberitaan ialah memberikan pelayanan pendamaian. Ke mana pun kita pergi, kita melihat perpecahan: dalam keluarga, dalam komunitas, dalam kota, dalam Negara, dan antar Negara. Perpecahan ini adalah tanda yang amat menyedihkan dari keadaan umat manusia yang jauh dari Allah. Kebenaran bahwa semua orang adalah warga satu keluarga Allah, amat jarang dapat dilihat dan dirasakan. Tugas pemberitaan kita ialah menyatakan kebenaran itu dalam kehidupan kita sehari-hari.

Mengapa itu menjadi tugas pemberitaan kita ? Karena Allah mengutus Yesus untuk mendamaikan kita dengan Allah dan mengutus kita untuk menjadi pelayan pendamaian. Sebagai umat yang sudah didamaikan dengan Allah oleh Yesus, kepada kita juga dipercayakan pelayanan pendamaian itu.

(TT)

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • Belalah Hakku!
    Hak dan kewajiban selalu menjadi satu rangkaian tak terpisahkan. Katakanlah anak memiliki hak untuk dididik dengan baik, pada saat...
  • Ruang
    Rangkullah dan Beri Ruang!
    Seorang teman berujar bahwa dunia ini semakin sempit. Sumber daya terbatas, pekerjaan terbatas, dan semua serba terbatas. Perkataannya itu...
  • Tanpa Pamrih
    Aksi Cinta Tanpa Pamrih
    Mungkinkah ada cinta tanpa pamrih? Beberapa orang mengatakan bahwa cinta yang tulus adalah cinta tanpa pamrih. Sebagian lainnya mengatakan...
  • Rasa cukup
    Rasa Cukup Dan Hidup Yang Kekal
    Amos 6:1, 4-7; Mazmur 146; I Timotius 6: 6-19; Lukas 16: 19-31
    Tidak ada yang menyangkal bahwa setiap manusia hanya memiliki kehidupan yang sementara di dunia ini, karena suatu ketika ia...
  • berdosa
    Aku lah yang paling berdosa
    I Timotius 1: 12-17
    Baru-baru ini banyak orang dikejutkan oleh berita media sosial yang mengungkap tentang seorang sarjana S2 dari perguruan tinggi negeri...
Kegiatan