persekutuan

Kesatuan Gerejawi : Refleksi Allah Persekutuan

Yohanes 17:20-26

Belum ada komentar 408 Views

Rambut sama hitam tapi pikiran berbeda. Pepatah ini mengungkapkan masing-masing orang mempunyai pendapat yang berbeda-beda satu sama lain. Bagaimana jika perbedaan-perbedaan tersebut bertumbuh dalam kehidupan bergereja. Apakah bernilai positif atau negatif sangat ditentukan dari cara pandang masing-masing orang. Memang tak dapat dipungkiri bahwa perbedaan organisasi, struktur, dogma, corak kebaktian sejak gereja perdana sampai sekarang berpotensi perpecahan. Namun di sisi lain perbedaan juga dapat menghadirkan keindahan bagaikan warna-warni pelangi. Dalam teks bacaan, Yesus menginginkan sikap dan tindakan orang-orang percaya dalam perbedaan-perbedaan pandangan dan konsep teologi untuk dapat mengacu pada persekutuan Tritunggal. Dalam terang ini, dunia dapat mengenal Allah di dalam Yesus Kristus. Pesan ini terkesan kuat dalam doa syafaat Yesus menjelang perpisahan dengan 12 muridnya. Seperti tertulis dalam ayat 21: “ Supaya mereka semua menjadi satu , sama seperti Engkau ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam kita, supaya dunia percaya bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku.”

Dalam doa Yesus mengajak orang-orang percaya untuk bersama-sama berdoa syafaat bagi kesatuan gereja-gereja di muka bumi. Sekaligus Orang-orang percaya memahami gereja sebagai misi Allah di dunia, persekutuan orang-orang percaya dalam perziarahan bersama menuju Kerajaan Allah, hadir bagi dunia sebagai agen kasih Allah. Dalam doa Yesus mengajak orang-orang percaya berjalan bersama-sama menggumuli isu-isu perdamaian, ekologi, sosial, dan lain-lain dalam penyatuan iman. Bagaimana dengan model persekutuan kita ? Marilah kita terus membangun kesatuan gereja dalam model Allah Tritunggal, Bapa, Putra dan Roh Kudus, tiga pribadi dalam satu hakekat. Tuhan memberkati.

(LS)

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • Kesalehan yang Berbahaya
    Sasaran kritik Yesus yang paling tajam bukanlah orang yang tidak beragama, melainkan orang beragama, tepatnya para pemimpin agama. Bacaan...
  • Rumah Tanpa Alibi
    Matius 22:34-46
    Dalam bacaan ini, Yesus menghadapi pertanyaan dari orang-orang Farisi dan kemudian bertanya tentang identitas Mesias. Percakapan tersebut mengajak kita...
  • RUMAH TANPA KEMUNAFIKAN
    Matius 22:15-22
    Dalam Matius 22:15-22, orang-orang Farisi berusaha menjebak Yesus melalui pertanyaan tentang pajak kepada Kaisar. Mereka memuji Yesus seolah-olah tulus,...
  • RUMAH YANG HADIR
    Matius 22:1-14
    Apa yang membuat sebuah rumah menjadi “rumah?” Bukan semata mata karena ada bangunan, keluarga, dan orang-orang yang tinggal di...
  • RUMAH YANG DIUJI
    Matius 21:33-46
    Setiap rumah pasti pernah mengalami ujian. Diuji oleh masalah ekonomi, sakit penyakit, konflik suami-istri, persoalan anak, perbedaan pendapat, bahkan...